(30-01-2010, 08:31 AM)bonbon Wrote: [ -> ] (29-01-2010, 11:18 AM)the langsams Wrote: [ -> ]barang eropa ga mobil ga kereta pasti ga awet ya???padahal holec itu krl paling enak(mnurut gw)dlm hal kehalusan akselerasi sm suspensina emvuk...kangen holec kapan lg ke jalur serpong...trakhir ksana 2006 kalo ga salah
wew...ga segitunya kali mas...tergantung perawatan dan suku cadang..kalo mobil mungkin krn eropa berbasis 4 musim ga cocok sma daerah tropis, entahlah kalo si holec.....buat akselerasi gw rasa msh kalah sama si hitachi, tp kalo suspensi lumayan (versi holec dulu bkn skrg)
Kalo akselerasi sih masih mantab
suspensi juga enak, jalan'a hampir gak ada goncangan kiri-kanan(Cuma atas-bawah)ini juga naek'a pas pertengahan 2009 kalo gak salah, naek yg prameks warna merah trus ada ijo'a d kaca depan, yg mencengangkan taspat Bogor-Manggarai cuma 70km/jam tapi holec digeber ampe 100km/jam trus d turunin lg ke 80km/jam
(29-01-2010, 12:02 PM)Charles Wrote: [ -> ] (29-01-2010, 11:18 AM)the langsams Wrote: [ -> ]barang eropa ga mobil ga kereta pasti ga awet ya???padahal holec itu krl paling enak(mnurut gw)dlm hal kehalusan akselerasi sm suspensina emvuk...kangen holec kapan lg ke jalur serpong...trakhir ksana 2006 kalo ga salah
Holec sudah menyingkir dari jalur THB-SRP karena sistem VVVF-IGBT yang dimilikinya tidak cocok untuk jalur SRP yang memiliki "neutral area", di mana sistem VVVF membutuhkan pasokan arus yang konstan untuk mengoperasikan motor traksi.
CMIIW.
yup btul holec emang meningkir karena alesan itu...sayang emang....

bonbon:iya emang kalo hitachi kenceng accelnya,tp mnurut gw holec halus bngt accelnya...engga sradak sruduk kaya rheostatik...hahaha...ya gw bilang mirip mobil eropa soalnya kaya alesan di halaman awal yg bilang bn-holec ada ksalahan antara pabriknya sama inka...yg katanya engga cocok sm lintas krl jabodetabek,jadi holec masih spec eropa yg kurang disesuaikan kondisi sini....CMIIW
menambah motivasi kru2 BY untuk lebih kreatif mengakali spare partnya yang gak ada .... malah mungkin jadi bisa bikin itu spare partnya ... jadi inget orang KA yang berhasil bikin penjepit rel ...

[/quote]
permasalahannya Holec ini satu2 Kereta yang tipenya VVLF....
sedangkan KRL lain tipenya rheostatik....
KRL babe yang terbaru aja ( seri 8500) itu rheostatik loh.....[/quote]

, [/b]si holec ngga punya temen karena beda keturunan,dia keturunan londo,yg lainnya keturunan nippon

[/quote]
gw ngeliat tulisannya jadi




(27-03-2010, 11:06 AM)argo sindoro Wrote: [ -> ]menambah motivasi kru2 BY untuk lebih kreatif mengakali spare partnya yang gak ada .... malah mungkin jadi bisa bikin itu spare partnya ... jadi inget orang KA yang berhasil bikin penjepit rel ...
permasalahannya Holec ini satu2 Kereta yang tipenya VVLF....
sedangkan KRL lain tipenya rheostatik....
KRL babe yang terbaru aja ( seri 8500) itu rheostatik loh.....
[/b]si holec ngga punya temen karena beda keturunan,dia keturunan londo,yg lainnya keturunan nippon
gw ngeliat tulisannya jadi



Ralat: seri 8000 dan 8500 punya Tokyu Corporation itu pakai sistem traksi chopper dan sebagian lagi ada yang ditambah VVVF-GTO (8613F dan 8618F).
Yang tipenya rheostatik itu seri 6000 eks Toei, seri 5000 eks Tokyo Metro, seri 1000 eks Toyo Rapid dan seri 103 eks JR East.
Sistem VVVF (Variable Voltage Variable Frequency) itu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu VVVF-GTO dan VVVF-IGBT.
Holec menggunakan sistem VVVF-IGBT dengan static inverter (SIV) yang berasal dari konsorsium BN/Holec kerjasama Belanda dan Belgia, yang menggunakan sistem arus AC ala Eropa. Faktanya, listrik di Jabotabek memiliki sistem arus DC, oleh karena itu dibutuhkan dynamic inverter yang mengubah arus DC dari LAA menjadi arus AC ke motor traksi. Sayangnya inverter ini seringkali bermasalah dan menyebabkan mogok saat berdinas. KRL lainnya yang juga menggunakan sistem VVVF-IGBT adalah KRL-I, sedangkan Hitachi dan Hyundai menggunakan VVVF-GTO.
Holec-Holec yang masih mangkrak apakah akan di bawa ke INKA untuk modifikasi?
KRL holec tu klas ekonomi ea?
begini loh ceritanya...

kata bapak2 INKA yang dulu ikut ngerjain HOLEC, untuk kereta2 eropa seperti HOLEC emang dilengkapi banyak sensor pengaman yang lebih banyak ketimbang kereta jepang...error atau salah operasional sedikit saja bisa bikin mesin kereta menjadi mati..( dimatikan oleh sistem pengaman tadi )....oleh karena itu kereta eropa butuh penanganan yang lebih teliti....
Rheostatic emang lebih handal karena untuk pengendalian kecepatan hanya melalui perubahan nilai resistor...tidak seperti VVVF yang melalui teknologi switching yang rumit dan kompleks...
namun Rheostatic cenderung lebih boros dibanding VVVF,,coz karna resistornya membuang daya lewat panas...
@ Mas Logawa : Kalo rheostatik itu jadi tiap naek throttle rheostat'a geser gt?? Dan berapa nilai Hambatan yang ada di rheostat itu
Maap nih ya om momod
(01-05-2010, 07:50 PM)alastuwa Wrote: [ -> ]KRL holec tu klas ekonomi ea?
iya, holec sekarang KL3 (Kereta Listrik Kelas 3) alias ekonomi.
Dulu sih kalo ndak salah statusnya bisnis