24-01-2012, 12:19 PM
Pages: 1 2
24-01-2012, 12:31 PM
26-01-2012, 11:50 AM
mengenai lahan yang dipinjang untuk "rel gantung" sepanjang 24 km. apakah itu statusnya setelah lintas ini kelak sudah tidak beroperasi akan ditutup alias dikembalikan ke sedia kala menjadi kawasan hutan lindung?
13-02-2012, 08:02 PM
13-02-2012, 08:19 PM
rel gantung itu maksudnya apa ya ?
14-02-2012, 04:46 AM
28-02-2012, 10:27 AM
12-11-2012, 09:41 AM
(28-02-2012, 10:27 AM)kakangmas Wrote: [ -> ]di daerah itu kan berawa-rawa, seberapa feasible sebenernya tuh rencana pembangunan kereta? sampai sekarang, sejauh mana progressnya? pls update dunk, terutama yg punya info primer...
terima kasih.
salam dari newbie,
kakangmas@gmail.com
sumber:
http://en.bisnis.com/articles/proyek-rel...angun-2013
PROYEK REL SUMSEL: DPRD Minta Double Track Muara Enim - Tanjung Api-api Dibangun 2013
14 July 2012
PALEMBANG: Komisi IV DPRD Sumatera Selatan berharap pembangunan rel kereta api jalur ganda (double track) dari Muara Enim menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api dapat dilaksanakan pada 2013.
"Kami berharap pada 2013 double track itu sudah mulai dibangun," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya ketika ditanya hasil kunjungan mereka ke Kementerian Perekonomian terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda tersebut di Palembang, Jumat (13/07).
Menurut dia, mereka sudah bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda dari mulut tambang PT BA Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim ke Lampung yang semula akan dibangun pihak swasta.
"Kami menuntut pembangunan jalur ganda dibangun oleh negara, karena kesepakatan ditandatangani gubernur beserta investor India, PT Adhani yang disaksikan Presiden dengan dana Rp10 triliun itu terkendala dengan peraturan pemerintah," katanya.
Di dalam peraturan pemerintah disebutkan perusahaan yang ingin menggangkut hasil bumi atau batu bara seperti PT Adhani harus memiliki tambang sendiri baru bisa melanjutkan jasa angkut, sementara perusahaan itu hanya berkeinginan membangun double track saja.
Ia mengatakan, Komisi IV DPRD Sumsel selama bulan Mei - Juli 2012 ini berjuang melakukan kunjungan ke PT KA di Bandung , kemudian ke Kementerian Perhubungan dan ke Kementerian Perekonomian dan setelah pertemuan dengan Hatta Rajasa, beliau menyanggupi untuk membangun double track Muara Enim - Tanjung Api-api menggunakan dana APBN.
Menteri Perekonomian juga akan mengkoordinasi hal itu dengan Bappenas dan kendalanya hanya satu, karena sampai hari ini belum pernah ada usulan dari pemerintah provinsi Sumsel untuk pembangunan double track tersebut, ujarnya.
"Kami akan sampaikan pada rapat paripurna mendatang untuk segera menyiapkan proposal masalah pembangunan double track baik panjangnya dari Lahat ke Tanjung Api-Api dan apa saja yang dibutuhkan supaya disiapkan," tuturnya.
Ia menyatakan, dalam waktu dekat mereka akan sampaikan proposal itu ke Kementerian Perekonomian dan Bappenas, rencananya minggu depan Komisi IV DPRD Sumsel juga akan menghadap panitia anggaran dan Komisi V DPR RI agar perjuangan pembangunan double track pada 2012 ini tuntas.
Jadi, pada 2013 diharapkan pembangunan double track itu bisa dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN murni sebesar Rp10 triliun, katanya.
Ia menuturkan, pihaknya dan Menteri Perekonomian juga yakin dengan dibangunnya double track itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Sumsel, dan pelabuhan Tanjung Api-Api dapat diefektifkan serta dimanfaatkan.
"Saya pikir, karena pelabuhan Tanjung Api-Api untuk ekspor lebih dekat dibandingkan batu bara itu diangkut ke Pelabuhan Lampung yang jarak tempuhnya jauh. Jika dari Lahat ke Lampung jaraknya 600 kilometer, sementara kita kurang dari 200 kilometer," katanya.
Menteri Perekonomian meminta supaya segera diajukan proposal dan mereka menunggu termasuk perencanaan sampai ke Tanjung Api-Api, dan mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan, katanya. (Antara/Bsi)
03-12-2012, 05:04 PM
(28-02-2012, 10:27 AM)kakangmas Wrote: [ -> ]di daerah itu kan berawa-rawa, seberapa feasible sebenernya tuh rencana pembangunan kereta? sampai sekarang, sejauh mana progressnya? pls update dunk, terutama yg punya info primer...
terima kasih.
salam dari newbie,
kakangmas@gmail.com
sumber:
http://nasional.news.viva.co.id/news/rea...ipercepat-
Revisi peraturan Menhub nomor 91 tahun 2011 akan segera dirampungkan.
Senin, 26 November 2012
VIVAnews - Revisi peraturan Menteri Perhubungan nomor 91 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian akan segera dirampungkan.
Hal ini guna mempercepat proyek pembangunan jalur ganda kereta (double track) pengangkut batu bara dari Lahat ke Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan, Kemenko dan Kementerian Perhubungan sudah membahas kajian revisi peraturan tersebut.
"Kami bersama Kementerian Perhubungan sedang membahas aturan untuk angkutan kereta api yang bisa mengangkut multi-comodity. Kalau sekarang, seakan-akan cuma satu saja jenis barang komoditas yang diangkut kereta api," ujar Hatta usai menghadiri pembukaan Muktamar Ikatan Pelajar (IPM) Muhamadiyah XVIII di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Senin 26 November 2012.
Hatta menjelaskan, pembangunan jalur kereta api multi-comodity yang rutenya dari Lahat ke Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumsel, itu melibatkan investasi dari pihak swasta.
"Swasta yang akan membangunnya. Saya memproyeksikan pembangunan rel kereta api ke Tanjung Api-api akan segera mulai dibangun kalau perubahan peraturan kereta api untuk mengangkut multi comody itu cepat selesai," tuturnya.
Nilai investasi pembangunan jalur ganda kereta api tersebut sekitar US$2,5 miliar dengan skema kerjasama business to business. Dengan menjalin kemitraan bersama Adani Global, perusahaan asal India, selaku investor. Adani Global, kata Hatta telah membentuk anak perusahaan PT Adani Sumsel untuk mengerjakan proyek ini.
Kerjasama ini sudah ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Jakarta dan India beberapa waktu lalu. Lantaran Adani Global tidak memiliki pertambangan batubara, maka pembangunan belum mulai dilaksanakan.
Untuk jalan tol Trans Sumatera, Hatta menyatakan prosesnya dilakukan secara bertahap dilakukan oleh BUMN. "Dari Kementerian BUMN mengajukan penyertaan modal negara senilai Rp 5 triliun dan ini sedang dibahas," tegasnya.
25-07-2013, 11:37 AM
(26-01-2012, 11:50 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]mengenai lahan yang dipinjang untuk "rel gantung" sepanjang 24 km. apakah itu statusnya setelah lintas ini kelak sudah tidak beroperasi akan ditutup alias dikembalikan ke sedia kala menjadi kawasan hutan lindung?
sumber :
http://www.dprd.sumselprov.go.id/index.p...g-enim-taa
18 Juli 2013
DIMULAI TAHUN 2013, PEMBANGUNAN REL GANDA TANJUNGENIM - TANJUNGAPIAPI
Pembangunan rel kereta api double track atau rel ganda dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-Api (TAA) sudah ada kesepakatan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari pusat.
Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Ir. Yudha Rinaldi, pembangunan rel kereta api double track dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-Api sudah ada keppresnya sehingga tahun 2013 akan dimulai pembangunannya dengan Fescibility Study (FS). “Karena perlu ada FS dulu enggak mungkin lansung konstruksi katanya.
Sebelumnya pembangunan rel kereta api jalur ganda dari Muara Enim menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api terancam gagal, karena terbentur dengan undang-undang perkereta apian. “Investor dari India tidak bisa merealisasikan kontrak kerja sama , karena terganjal dengan undang-undang perkeretaapian,â€ÂkataWakil Ketua DPRD Sumsel Dr H.A Djauhari MM. Menurutnya, hal itu mereka ketahui ketika melakukan kunjungna kerja ke Kementrian Perhubungan beberapa waktu lalu. “Hasil dari kunjungan itu mengecewakan, karena proyek besar diinginkan Sumsel untuk memiliki jalur ganda kereta api yang sudah di depan mata harus kandas, karena terbentur aturan,katanya.
Ia mengatakan, ini sangat disayangkan, karena investor India, yakni PT Adani sudah melakukan kontrak kerja sama dihadapan Presiden, tetapi tidak bisa direalisasikan terganjal dengan UU Perkeretaapian. Didalam UU Perkeretaapian itu disebutkan perusahaan yang ingin mengangkut hasil bumi atau batubara seperti PT Adani harus memiliki tambang sendiri baru bisa melanjutkan jasa angkut. “akan tetapi, jika tidak memiliki tambang, maka tidak akan diperbolehkan, padahal PT Adani sudah siap untuk membangun jalur ganda tersebut.
Ia menyayangkan, berapa besar kerugian yang harus ditelah Sumsel, karena investasi senilai triliunan rupiah harus lepas, sementara Pemerintah sendiri tidak memberikan solusi dari permasalahan transportasi batubara di Sumsel.
“Terkait dengan persoalan itu, pihaknya hanya bisa berusaha menggedor para pejabat perwakilan Sumsel yang ada di pusat. Salah satu cara untuk bisa merealisasikan pembangunan jalur ganda kereta api angkutan batubara itu hanya bisa dilakukan dengan merevisi undang-undang tersebut.â€ÂUntuk itu, tentu perlu proses panjang dan waktu lama, tetapi jika semua putran daerah mau bahu membahu apa yang tidak mungkin dilakukan dalam memajukan Sumsel,â€Âkatanya.
Pages: 1 2