Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Bima
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
(09-02-2011, 09:39 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: [ -> ]
^^
ya gak mungkin mas ada 2 lok dengan satu nomor seri, wong meskipun sekarang udah ada sistem penomeran baru, tapi gak mungkin ada 2 lok sama dgn 1 nomer seri, karena ini akan menyulitkan PT. Kereta Api (Persero) untuk mendata inventaris mereka.
Gak lucukan kalo misalnya ada mass yg dinas suatu KA Argo dgn lok misal CC 20402 (misalnya loh ya), trus masinisnya ngambil lok yg salah karena bukan lok yang dimaksud karena nomer yang sama. Atau pas PLH (Mudah2an gak) lok CC 20340 punya serep gara2 ada kembaran Ngakak

just info, tanggal 080210 malam, KA 8 silang sama KA 33 di stasiun petak antara Ciledug dan PWT, normal gak ya? Yang aneh, KA 8 yg berhenti, 33nya Ls... Ane ga tau stasiun apa, hbs gelap, hehe...

si 8 telat lumayan tuh.......normalnya mah di ketanggungan
(25-01-2011, 02:26 PM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]Lho, tapi kalo lihat jadwal di website PT KA tertulis demikian:

BIMA 10033 17:00 SGU 05:39 GMR

Kenapa bisa ngaret sampe jam 7-an? Apa banyak persilangan?

N.B. Koq fotonya mas SepurHolic ga muncul ya?

Info di website itu kayaknya masih pake Gapeka lama ya, sebelum ada penurunan taspat, jadi gak cocok. Tapi memang jauh sebelum ada kabar soal taspat diturunin itu, Bima emang hampir selalu telat (saya langganan naik KA-33 rute PWT-GMR mulai 2005). Pernah paling parah waktu ada longsor ato banjir di bagian timur jalur selatan (solo ato mana gitu), telatnya ampe 5 jam Sedih Tapi umumnya dateng di PWT telat 15 menit, abis itu lancar ampe CN. Nah entah kenapa begitu lepas CN selalu tersendat, sering banget brenti di tengah sawah. APa karena antrian KA dari arah timur di petak CN-JNG panjang ya?

N.B.: Fotonya udah saya benerin mas Xie Xie

lapor, hari ini (Senin, 14 Februari 2011) KA 33 nyampe PWT jam 1.05 terus nyampe CN jam 3.25 dan akhirnya masuk GMR jam 7.20 pagi.
Ada beberapa pertanyaan nih seputar "peninggalan" KA Bima "tempo doeloe" berupa gerbong yang pernah digunakan...

Saya mo nanya nih, kalo K1 eks-Bima yang dari Rumania itu apa sama dengan yang sekarang dikenal sebagai Sembrani New Image (blue retrofit) yang seri K1-845**?

Trus kalo K1-675** yang sekarang dipake Lodaya (punya BD) dan Kaligung Mas (punya SMC) apa itu juga hasil transformasi SAGW + SBGW Bima?

Mohon pencerahannya, trims...
Ada beberapa pertanyaan nih seputar "peninggalan" KA Bima "tempo doeloe" berupa gerbong yang pernah digunakan...

Saya mo nanya nih, kalo K1 eks-Bima yang dari Rumania itu apa sama dengan yang sekarang dikenal sebagai Sembrani New Image (blue retrofit) yang seri K1-845**?

Trus kalo K1-675** yang sekarang dipake Lodaya (punya BD) dan Kaligung Mas (punya SMC) apa itu juga hasil transformasi SAGW + SBGW Bima?

Mohon pencerahannya, trims...
02032011

KA 34 ditarik CC 204 19
d'tRAiNeR Wrote:Saya mo nanya nih, kalo K1 eks-Bima yang dari Rumania itu apa sama dengan yang sekarang dikenal sebagai Sembrani New Image (blue retrofit) yang seri K1-845**?
Mohon pencerahannya, trims...

Pada th 1984 PJKA ( Pemerintah ) mendatangkan beberapa Gerbong dari Rumania antara lain :

13 K1 845xx
2 M1 845xx
3 BP ( lupa )


dari gerbong yang datang di atas 10 gerbong K1 dan 2 M1 dan 2 BP dialokasikan Pada KA Bima sehingga paradigma KA Bima berubah dari Kereta Tidur menjadi Kelas Eksekutip dan Kereta Tidur. dengan kedatangan 13 K1 dan 2 M1 ini rangkaian KA Bima yang semula CC 201 , 3 SBGW . 2 SAGW . FWAC . DPW , DW dengan kapasitas 150 penumpang sekali jalan berubah menjadi CC 201. 5 K1 , 2 SBGW ( KT ) , M1 . BP . B yang berkapasitas 260 penumpang kelas Eksekutip plus 72 penumpang Kereta Tidur. Total menjadi 332 penumpang . Sungguh sebuah penambahan kapasitas diatas 100 persen untuk sekali jalan , walaupun ada yang harus turun kelas. Desain K1 845 ini beda dengan K1 667 ... atau para pendahulunya karena tidak menggunakan sistim revolving seat.
sisa 3 K1 847 xx di alokasikan untuk KA Parahyangan yang saat itu memang berada pada jaman keemasan dengan tingkat permintaan penumpang yang begitu tinggi ,
Kini , 26 tahun tlah berlalu dan sang K1 845 xx pun mengalami pasang surut setelah dilepas dari stamformasi KA Bima setelah tergantikan oleh saudara mudanya K1 958xx ex rangkaian KA Argo Bromo non Anggrek yang dirasionalisasi karena surplus rangkaian. dan kini sang K1 845 xx pun sebagian ada yang di Retrofit menjadi " Jendela Pesawat " . bla...bla...bla.....

Bye Bye
(03-03-2011, 12:41 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]
d'tRAiNeR Wrote:Saya mo nanya nih, kalo K1 eks-Bima yang dari Rumania itu apa sama dengan yang sekarang dikenal sebagai Sembrani New Image (blue retrofit) yang seri K1-845**?
Mohon pencerahannya, trims...

Pada th 1984 PJKA ( Pemerintah ) mendatangkan beberapa Gerbong dari Rumania antara lain :

13 K1 845xx
2 M1 845xx
3 BP ( lupa )


dari gerbong yang datang di atas 10 gerbong K1 dan 2 M1 dan 2 BP dialokasikan Pada KA Bima sehingga paradigma KA Bima berubah dari Kereta Tidur menjadi Kelas Eksekutip dan Kereta Tidur. dengan kedatangan 13 K1 dan 2 M1 ini rangkaian KA Bima yang semula CC 201 , 3 SBGW . 2 SAGW . FWAC . DPW , DW dengan kapasitas 150 penumpang sekali jalan berubah menjadi CC 201. 5 K1 , 2 SBGW ( KT ) , M1 . BP . B yang berkapasitas 260 penumpang kelas Eksekutip plus 72 penumpang Kereta Tidur. Total menjadi 332 penumpang . Sungguh sebuah penambahan kapasitas diatas 100 persen untuk sekali jalan , walaupun ada yang harus turun kelas. Desain K1 845 ini beda dengan K1 667 ... atau para pendahulunya karena tidak menggunakan sistim revolving seat.
sisa 3 K1 847 xx di alokasikan untuk KA Parahyangan yang saat itu memang berada pada jaman keemasan dengan tingkat permintaan penumpang yang begitu tinggi ,
Kini , 26 tahun tlah berlalu dan sang K1 845 xx pun mengalami pasang surut setelah dilepas dari stamformasi KA Bima setelah tergantikan oleh saudara mudanya K1 958xx ex rangkaian KA Argo Bromo non Anggrek yang dirasionalisasi karena surplus rangkaian. dan kini sang K1 845 xx pun sebagian ada yang di Retrofit menjadi " Jendela Pesawat " . bla...bla...bla.....

Bye Bye

kalo nggak salah K1-845xx nya Aram ada yg kaca nya mirip sm SAGW Gorlitz deh,panjang gt
(03-03-2011, 04:37 PM)tomrys Wrote: [ -> ]kalo nggak salah K1-845xx nya Aram ada yg kaca nya mirip sm SAGW Gorlitz deh,panjang gt

Nggak yah. Ciri khas gerbong EXA tahun 1984 adalah jendelanya yang sipit. Bahkan lebih sipit ketimbang jendela SAGW dan SGBW. Panjangnya standard, malah tidak sepanjang jendela SAGW.

Sampai tahun 2007, kereta makan KM1-84501 jendelanya masih seperti itu.
(03-03-2011, 08:57 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]
(03-03-2011, 04:37 PM)tomrys Wrote: [ -> ]kalo nggak salah K1-845xx nya Aram ada yg kaca nya mirip sm SAGW Gorlitz deh,panjang gt

Nggak yah. Ciri khas gerbong EXA tahun 1984 adalah jendelanya yang sipit. Bahkan lebih sipit ketimbang jendela SAGW dan SGBW. Panjangnya standard, malah tidak sepanjang jendela SAGW.

Sampai tahun 2007, kereta makan KM1-84501 jendelanya masih seperti itu.

oh,brati yg formasi kacanya mirip SBGW ya Oom?