20-02-2009, 09:47 AM
21-02-2009, 10:58 AM
Mungkin okupansi KA disana rendah sehingga PT.KAI enggan untuk merevitalisasi armadanya. 

03-03-2009, 03:09 PM
Memang di Sumut okupansi rendah karena jalurnya kan terbatas spt Medan-Siantar....Lha mayoritas orang sana kan gak cuma sampai Siantar tapi sampai Balige, Tarutung dsb...
Untuk Medan-Kisaran-Tanjung Balai atau Medan-Kisaran Rantau Prapat keretanya terbatas, akhirnya orang pilih naik moda angkutan darat lainnya...
Untuk Medan-Kisaran-Tanjung Balai atau Medan-Kisaran Rantau Prapat keretanya terbatas, akhirnya orang pilih naik moda angkutan darat lainnya...
03-03-2009, 04:33 PM
Bah... bukannya lebih baik dibuat jalur KA sampai pinggir danau Toba... hehehehehe 

04-03-2009, 08:37 AM
fuad Wrote:Memang di Sumut okupansi rendah karena jalurnya kan terbatas spt Medan-Siantar....Lha mayoritas orang sana kan gak cuma sampai Siantar tapi sampai Balige, Tarutung dsb...Makanya untuk meningkatkan okupansinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus meningkatkan prekwensi perjalanan KA. agar orang yang akan naik KA tidak lari ke moda angkutan darat lain. Kalo armadanya kurang ya di tambahin dari Jawa.
Untuk Medan-Kisaran-Tanjung Balai atau Medan-Kisaran Rantau Prapat keretanya terbatas, akhirnya orang pilih naik moda angkutan darat lainnya...
04-03-2009, 09:08 AM
rel-nya jg jelek..
makanya kretanya jln-nya odong2..
sapa yg mo naik?
cc201 pindah sana bakal anjlok melulu...
jd klo mo diperbaiki ya ganti dolo rel-nya smua.
makanya kretanya jln-nya odong2..
sapa yg mo naik?
cc201 pindah sana bakal anjlok melulu...
jd klo mo diperbaiki ya ganti dolo rel-nya smua.
04-03-2009, 09:19 AM
Ya itulah kalo pemerintah ga suka kerata api... seharusnya infra strukturnya di bagusin jangan bikin jalan tol mulu.
29-04-2009, 11:37 AM
Gimana mau naik KA pelayanannya aja kurang bagus,kalo kita naik KA di Sumut guncangannya terlalu kuat padahal Bantalannya udah beton dan Relnya R42 jd orang males naik KA
29-04-2009, 02:49 PM
Ini pengalaman saya naik kereta api di Sumut tahun 2006 lalu, dari Medan - Rantau Prapat pp, Medan - Binjai pp, dan Medan - Belawan. Fasilitas kereta api di Sumut sangat baik sekali (jangan dibandingkan dengan Jawa yang berfasilitas lengkap). Dengan segala keterbatasannya Divre 1 dapat menyelenggarakan angkutan KA dengan optimal.
Kondisi Rel.
Kondisi rel secara keseluruhan baik terutama di jalur utama Medan - Rantau prapat. Rel campuran R42 atau lebih kecil sambungan panjang dengan bantalan besi, beton, dan sedikit kayu. Kereta Kinantan (setingkat kelas satwa) dapat dipacu sampai 80 Km/jam dengan lok BB303 nyaris tanpa goncangan berarti. Kondisi rel terburuk adalah ke Binjai mirip lintasan cabang dari kasugihan - cilacap, sementara ke Belawan karena sering dilewati KA ketel kondisi lintas cukup baik.
Lokomotif
Lok2 DH di Divre 1 umumnya sehat dan mumpuni. Dapat dipacu sampai 80 Km/jam dengan panjang rangkaian sampai 10 kereta (Sribilah) tanpa kesulitan, maklum medannya datar. Untuk angkutan CPO dan pertamina memang butuh TG karena bebannya memang berat, kecuali lok BB301 yang bisa menarik 12 gerbong ketel sendirian. Sehatnya lok2 DH ini tak lepas dari fasilitas BY Pulu Brayan yang memang dikhususkan merawat lok2 DH terutama transmisi Voith turbo converter-nya dan motor diesel.
Kereta & Gerbong
Kondisi kereta di Medan relatif lebih terawat dibanding di Jawa. Ini dapat dimaklumi karena frekuensi perjalanan di sana lebih sedikit. Kondisi KA eksekutif - bisnis relatif sama, sementara KA ekonominya campuran antara K3 murni dan modifikasi dari KRD. Yang perlu diacungi jempol adalah kondisi wc-nya yang bersih dengan air berlimpah, maklum jarak terjauh hanya medan - rantauprapat (jakarta - cirebon) sehingga pemakaian air relatif awet. Sementara kondisi gerbong mirip dengan kondisi ketel2 di Jawa.
Demikian sekilas kondisi perkeretaapian di Divre 1 Sumut dan NAD.
Soni
Kondisi Rel.
Kondisi rel secara keseluruhan baik terutama di jalur utama Medan - Rantau prapat. Rel campuran R42 atau lebih kecil sambungan panjang dengan bantalan besi, beton, dan sedikit kayu. Kereta Kinantan (setingkat kelas satwa) dapat dipacu sampai 80 Km/jam dengan lok BB303 nyaris tanpa goncangan berarti. Kondisi rel terburuk adalah ke Binjai mirip lintasan cabang dari kasugihan - cilacap, sementara ke Belawan karena sering dilewati KA ketel kondisi lintas cukup baik.
Lokomotif
Lok2 DH di Divre 1 umumnya sehat dan mumpuni. Dapat dipacu sampai 80 Km/jam dengan panjang rangkaian sampai 10 kereta (Sribilah) tanpa kesulitan, maklum medannya datar. Untuk angkutan CPO dan pertamina memang butuh TG karena bebannya memang berat, kecuali lok BB301 yang bisa menarik 12 gerbong ketel sendirian. Sehatnya lok2 DH ini tak lepas dari fasilitas BY Pulu Brayan yang memang dikhususkan merawat lok2 DH terutama transmisi Voith turbo converter-nya dan motor diesel.
Kereta & Gerbong
Kondisi kereta di Medan relatif lebih terawat dibanding di Jawa. Ini dapat dimaklumi karena frekuensi perjalanan di sana lebih sedikit. Kondisi KA eksekutif - bisnis relatif sama, sementara KA ekonominya campuran antara K3 murni dan modifikasi dari KRD. Yang perlu diacungi jempol adalah kondisi wc-nya yang bersih dengan air berlimpah, maklum jarak terjauh hanya medan - rantauprapat (jakarta - cirebon) sehingga pemakaian air relatif awet. Sementara kondisi gerbong mirip dengan kondisi ketel2 di Jawa.
Demikian sekilas kondisi perkeretaapian di Divre 1 Sumut dan NAD.
Soni
29-04-2009, 03:12 PM
Berarti Drive I lebih bagus perawatannya di banding di Jawa. Dikasih kereta usang ajah masih bisa ok! apalagi kalo dikasih yang gress baru keluar dari INKA. Saya salut buat Drive I Medan.
