13-03-2010, 10:55 AM
Ada perkembangan Baru di bidang Perkeretaapian di Sumatera Utara. Ini beritanya:
Quote:KERETAAPI SUMATERA UTARA MASUK ERA BARUSumber: Waspada online
WASPADA Online
SETELAH sekian lama di tunggu-tunggu, Sumatera Utara masuk era baru dibidang transportasi angkutan kereta api (KA), khususnya di kota Medan. Awalnya keberadaan kereta api di Sumatera Utara untuk kelancaran angkutan logistik semasa kedudukan Belanda, saat ini lebih diutamakan untuk mengangkut barang-barang komoditi hasil perkebunan seperti Crude Palm Oil (CPO), bahkan untuk kelancaran angkutan penumpang ke segala jurusan.
Menyikapi hal itu karena kawasan Sumatera Utara dinilai merupakan borometer kemajuan disegala sektor, pemerintah pusat melalui Departemen Perhubungan menaruh perhatian menyumbangkan 7 unit rangkaian kereta api senilai Rp20,3 miliar lebih.
Enam unit rangkaian baru buatan PT INKA (Industri Kereta Api) Madiun untuk angkutan penumpang yaitu Kereta Kelas Ekonomi (K3) dan satu unit Kereta Makan Power (KMP) yang diresmikan Gubsu Rudolf M. Pardede.
Babak baru Kereta Api Divre I Sumut/NAD itu, pengoperasiannya di kantor besar KA Medan, Sabtu (5/1), ditandai pemecahan kendi yang berisi air dan bunga tepung tawar dilakukan Dirjen Perkeretapian Dephub Wendy Aritenang, Direktur Pengembangan Usaha KA Julison Arifin, Kadis Perhubungan Sumatera Utara Farhan Tanjung, anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Kepala Divre I Sumut/NAD Julianta Sinulingga.
Bahkan Dirjen mengakui ke depan keberadaan Kereta Api Indonesia (KAI) mempunyai peranan penting dan strategis sebagai moda transportasi murah, sehingga pemerintah menaruh perhatian besar, untut terus menerus memperbaki sarana dan prasarana tarnsportasi di maksud.
Walaupun dengan kebijakan baru sejak tahun 2003, disamping pemerintah, keikut sertaan kalangan swasta terutama untuk pengembangan kereta api, khususnya KA eksekutif sangat diharapkan.
Melihat kesungguhan pemerintah menurut Wendy ditandai dengan mengucurkan dana mencapai Rp15 triliun, untuk memperbaiki saranan jalan, jembatan dan kereta api baru di Indonesia sejak 2008 hingga 2010. Khusus untuk perbaikan lintasan jalan mencapai 14.000 Km..
Bahkan sepanjang 2008, untuk KA di Sumatera Utara juga mengucurkan dana Rp200 miliar, termasuk perbaikan bantalan-batalan kayu menjadi bantalan beton pada lintasan KA terutama Kisaran-Tanjung Balai.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Divre I Kereta Api Sumut/NAD Mulianta Sinulingga yang mengawali kata sambutan pada pengoperasian tujuh rangkaian baru KA Putri Deli Medan-Tanjung Balai dan penerimaan sertifikat pelayanan publik untuk jajaran KA Divre I Sumut/NAD.
Dana sebesar itu akan memperbaiki sarana dan bantalan kayu menjadi bantalan beton dan ketebalan rel dari R 25 menjadi R 42, sehingga kecepatan kereta api dapat melaju dari 40 km menjadi 80 km per jam.
Menurut Sinulingga, dari enam unit rangkaian KA baru untuk Sumatera Utara dapat menampung lebih kurang 636 penumpang. Namun sejak awal diharapkan dapat terisi lebih kurang 80 persen dari daya angkut, merupakan angka menggembirakan.
Misi sosial
Bahkan Gubsu memohon dengan sangat agar perkeretaapian di Sumatera Utara harus menjadi kereta kebanggaan masyarakat, seperti keberadaan kereta api di Jepang. "Kalau kereta lebih baik, masyarakat lebih senang menggunakan transportasi kereta api dari pada bus, dengan demikian tidak menjadi kemacetan arus lalu lintas," ujar Gubsu.
Bahkan yang lebih penting lagi keberadaan kereta api nantinya untuk menghubungkan Bandara Kwalanamu dengan Medan sebagai city check in tiket. Kalau memang tidak sama dengan keberadaan KA di Bandara Sepang Kuala Lumpur, diharapkan kalau bisa harus menyamai.
Yang jelas, menurutnya, Bandara Kwalanamu akan dibangun dalam beberapa tahun ke depan, sehingga sejak awal harus dipikirkan kelancaran arus jalan ke sana. "Keberadaan KA di Sumut merupakan provit bagi kalangan usaha, namun dibalik itu mengemban misi sosial," ujar Rudolf M. Pardede.
* Abdullah Dadeh

eace ah:

