Sekarang tumpukan Rel 42 sudah di tata di tepi rel lama. kecuali tempat perempatan/ akses ke jalan raya tidak diberi tumpukan rel. belum terlihat pekerjaan
(15-08-2009, 02:22 PM)Purushottama Wrote: [ -> ]Sekarang tumpukan Rel 42 sudah di tata di tepi rel lama. kecuali tempat perempatan/ akses ke jalan raya tidak diberi tumpukan rel. belum terlihat pekerjaan
rel baru atau rel lama mas??
wah belum tahu... ga sempet liat2 soalnya pas itu saya keburu2 pulang sekolah..
Mudah-mudahan kereta ini cepat terealisasi.
(08-04-2009, 10:31 AM)g10d Wrote: [ -> ]Aku baca di koran Kompas, bahwa di Solo akan mengoperasikan Kereta wisata dengan menggunakan Loko Uap yang berhasil di hidupkan kembali dari Ambarawa.
Ini beritanya:
Quote:Solo Akan Operasikan Kereta Wisata
Senin, 30 Maret 2009 | 19:30 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Sri Rejeki
SOLO, KOMPAS.com - Kota Solo akan mengoperasikan kereta wisata di atas rel yang sejajar dengan jalan raya dan melintas di tengah kota. Trek rel seperti ini hanya ada s atu di Indonesia. Selama ini trek ini digunakan untuk jalur kereta feeder atau pengumpan Solo-Wonogiri.
Nantinya kereta wisata akan menempuh rute Stasiun Purwosari hingga Stasiun Sangkrah atau Solo Kota yang melewati, antara lain pusat pertokoan, mall, akses ke kampung batik dan pasar kerajinan, pusat jajan, dan pusat grosir batik.
Ini terungkap dalam rapat koordinasi antara jajaran PT Kereta Api Daerah Operasional VI, Pemerintah Kota Solo, dan akademisi di ruang pertemuan Stasiun Balapan, Solo, Senin (30/3).
Menurut Humas PT Kereta Api Daop VI Eko Budiyanto, pihaknya menyediakan dua buah lokomotif uap dari Ambarawa dan dua kereta kayu dari Magelang dan Ambarawa. Biaya investasi sarana mencapai Rp 1,6 miliar yang diperlukan untuk menghidupkan dua buah loko uap, rehabilitasi kereta kayu kuno, dan transportasi loko dan kereta kayu ke Solo.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, rute kereta wisata bisa diperpanjang hingga Wonogiri. Selain menambah nilai jual, dengan melibatkan daerah lain akan bisa dimintakan dana bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Untuk operasional kereta, bisa dicarikan investor dari pihak ketiga sekaligus untuk mengurangi beban pemerintah kota.
Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Yosca Herman Soedrajad berharap operasional kereta sudah bisa dilaksanakan tahun 2009. Pihaknya telah menganggarkan dana Rp 1,1 miliar untuk itu . Kekurangan dana akan diusulkan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Monggo dipersilahkan untuk tanggapannya.
Waktu sayapulang ke Solo 17-08-2009 kemaren, saya melihat di sekitar rel Purwosari - Solo Kota (Sangkrah) telah banyak rel bergeletakan disepanjang jalur tersebut, rupanya trak tsb akan diganti ya ?... ada yang tahu gak penggantinya pake R54-kah?
Kabar teranyar dare trak Wonogiri, kondisi Sabtu 22 Agustus 2009
bantalan Beton dan R42 di Jl. Slamet Riyadi
kapanlagi
20090824123715_Show_4a92270b42c0c.JPG
kapanlagi
20090824123715_Show1_4a92270b4a3ed.JPG
Pics oleh
Fajar Arifianto
Tumpukan rel lainnya.
[spoiler]
kapanlagi
20090824125010_DSCF0624_4a922a12963a3.JPG
kapanlagi
20090824125010_DSCF0625_4a922a129da8d.JPG
kapanlagi
20090824125010_DSCF0626_4a922a12a4ec2.JPG
kapanlagi
20090824125010_DSCF0627_4a922a12ac521.JPG
kapanlagi
20090824125010_DSCF0628_4a922a12b5fa1.JPG
[/spoiler]
Pics oleh
Ariawan Sulistya
Ada kabar di jalur ini jugak akan dioperasikan Railbus, ada yang bisa konfirmasi???
Kang Asep0907 mungkin???
yups......nanti jalur situ juga akan dioperasikan railbus trayek purwosari-wonogiri......
sekarang railbusnya sedang dibuat oleh INKA, bentuknya berbeda dengan yg ada di Sumsel
sekarang relnya direhab dolo ke R42 dan bantalan beton, relnya bekas dari jalur YK-KTA yg sekarang sudah diganti menjadi R54.
asik, solo dapet koleksi2 baru nih
puasa puasa tetep jalan pembangunannya ga??