Semboyan35, Indonesian Railfans

Full Version: JALUR MATI SOLO - GUNDIH - PURWODADI - WIROSARI - DEMAK - BLORA
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
bagi rekan2 RF yg punya pic tlong di share dan jalur ini mulai gk di pakai sejak kpn
Koq solo-gundih disebut jalur mati? :o
(24-Apr-2011 17:53 PM)enrico Wrote: [ -> ]Koq solo-gundih disebut jalur mati? :o

maaf mas mksudnya yg ngubungin pwd ke solo via keretaNew_xiexie
Jalur yang mati hanya dari Ngrombo-Purwodadi. Biasanya penumpang KA yang mau ke Purwodadi, turun di sta. Ngrombo trus naik angkot ke Purwodadi yang jaraknya +/- 7 km arah utara sta Ngrombo. Sta Ngrombo ini berada di pinggir Jalan Raya Solo-Purwodadi.

Sejauh yang saya tahu, jalur Solo-Purwodadi, ada tiga percabangan. Yang pertama di stasiun Gundih, jalur ke utara arah sta Gambringan (aktif), jalur ke barat menuju sta Brumbung melewati sta Kedungjati (aktif). Untuk percabangan kedua di sta. Gambringan, percabangan ini arah timur ke Surabaya (aktif), arah barat ke Semarang (aktif). Dari percabangan kedua di sta. Gambringan ini, ke arah barat sekitar 1 km tiba di percabangan ketiga yaitu di sta Ngrombo. Percabangan ini arah utara ke Purwodadi (non aktif) dan arah barat ke Semarang (aktif).

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada situs wikimapia.org DI SINI.
Garis hitam adalah peta jalur KA baik yang aktif maupun non aktif.
Saya juga membuat peta sederhana untuk menggambarkan jalur ini.

Semarang-...-Demak-...-Purwodadi - ... - Wirosari - ... - Blora
.........\............................|........................\
......................................|..........................\
............\.........................|............................\
...........Brumbung-...-Ngrombo-Gambringan-...-Kradenan-...-Cepu-Surabaya
.................\.........................../
.........................................../
.....................\.................../
........................-- ... --- Gundih
........................................|
..........................................
........................................|
.....................................(Solo)
dari peta Indonesia tahun 1925

maaf OOT, jalur cabang yang ke jepara ternyata cuma sampai pecangaan ya?
saya sering lewat sana sama sekali nggak ada bekasnya Sad
Purwodadi ke Demak, kayaknya masih ada bekas rel-nya, dipinggir jalan Purwodadi-Semarang
kira2 jalurnya mau di aktifin lg gak ya??
mungkin bisa , tpi juga susah krn jalurnya dah di timbun aspal ,
Pict wkt masih aktif... jalurnya bnyk yg di pinggir jalan






Sumber: A Month in Java, 1976 Part 5
(17-Aug-2011 22:02 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Pict wkt masih aktif... jalurnya bnyk yg di pinggir jalan






Sumber: A Month in Java, 1976 Part 5

ini jalur di daerah mna mas???andai msh beroperasi bisa nyaingin jalur rel KA yg lwt jl slamet riyadi solo( slo - wng )
Kalau dibaca dari keterangan di situsnya, ini di petak antara Purwodadi-Wirosari. Di sepanjang jalur ini jalur KA memang bersebelahan dengan jalan raya yang cukup ramai.
Lebaran kemarin, saya ke Rembang dari Wonogiri, memamg lintasannya berada di pinggir jalan, perlahan-lahan jejak kereta dari Gundih-Purwodadi-Blora mulai hilang, sepertinya tidak pernah ada sisa-sisa kejayaan kereta api ini di masa lalu.
kalo di buat shortcut gundih-sragen tanpa melalui solo kota maupun solo jebres maka ka bangun karta, senja kediri/ml akan lebih terpangkas jarak tempuhnya
Jika melihat peta memang menjadi lebih dekat, tetapi jika kecepatan operasi lebih cepat dari saat ini, misal rerata 150 km/jam, kayaknya tidak perlu.
Pages: 1 2
Reference URL's