![]() |
|
PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Peristiwa Luarbiasa dan PLH (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=40) +--- Thread: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat (/showthread.php?tid=3345) |
PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - bordes - 04-01-2010 RANGKAIAN DUA KERETA API ANJLOK, 14 TEWAS, 71 LUKA BERAT BANDUNG -- Dua rangkaian kereta api, masing-masing KA Galuh Stasiun Pasar Senen Jakarta-Banjar dan KA Kahuripan Bandung-Kediri, itu berangkat dari titik yang berbeda -- dari Jakarta dan Bandung. Karena KA Galuh mengalami kerusakan, akhirnya bak penganten keduanya harus saling bergandengan. Dua rangkaian menyatu, menciptakan iringan panjang: 2 loko dan 13 gerbong, dengan muatan total 728 penumpang. Ini belum termasuk awak kedua KA. Di sebuah trek yang menurun, rem salah satu KA tak berfungsi normal. Insiden, tak terelakkan, terjadi. Hasil pemantauan Republika mengungkapkan, empat gerbong masing-masing bernomor K 66545 R, K 3381761, K 36451 dan KMP 380501 terlempar ke bagian kanan rel. Gerbong terakhir ini berada di bawah jurang sedalam 10 meter. Sementara gerbong bernomor seri K 393505 terlempar ke arah kiri rel yang jaraknya sekitar 10 meter. Tiga gerbong lainnya masing-masing K 393559, K 361502 dan K 3667105 berada di atas rel. Lima gerbong yang selamat, berhasil diangkut ke Stasiun Cibatu Garut. Insiden berlangsung pada pukul 00:03 Selasa dinihari. Lokasi kejadian berada di Km 241, tepat di tikungan jembatan sungai Cibahayu yang panjangnya sekitar 100 meter. Selain menikung, lokasi kejadian pun menurun. Kampung Sarapat terletak sekitar 2 Km dari jalan Raya Ciawi. Dari arah Tasikmalaya sekitar 30 Km arah Barat. Hingga kemarin, diberitakan 14 penumpang tewas, 71 orang luka berat. Yang juga tewas: masinis kedua KA itu. Dari 14 korban meninggal dunia, baru enam orang yang berhasil diketahui identitasnya. Mereka diantaranya, Herman, Supardi (masinis), Tukiyem penduduk Genengan, Jatikawung, Jateng, Dedeh warga Cianjur dan Faruq asal Blitar, Jatim, Siti Hodijah (65) asal Kediri. Korban yang mengalami luka berat hingga kini masih dirawat di RSU Tasikmalaya. Korban meninggal dunia, umumnya tergencet badan gerbong. Kondisi mereka umumnya mengenaskan. Petugas yang mengevakuasi korban, ada yang menemukan bagian tubuh korban. Diantaranya sebuah tangan yang terpisah dari tubuh. "Saya tak kuasa melihatnya," ujar seorang petugas dari Polres Tasikmalaya, yang terlibat dalam pengangkatan jenazah. Seluruh jenazah, baru bisa dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban terakhir seorang remaja putri. Korban mengenakan baju warna merah. Posisinya berada di pintu gerbong nomor seri K 381761. Untuk mengangkat tubuh korban dari himpitan badan gerbong, petugas harus mengerahkan sejumlah petugas las. Emuh Muhyidin (30) warga Kampung Sarapat Palumbungan, dalam penuturannya kepada Republika menyebutkan, malam saat kejadian ia tengah tertidur lelap. Tiba-tiba ia mendengar suara benturan keras. Tak lama kemudian, menyusul suara tangis dan jeritan. "Tadinya saya ragu untuk keluar," kata Emuh yang rumahnya berjarak sekitar 25 meter dari TKP. Hampir sebagian besar warga kampung Sarapat Palumbungan yang berjumlah sekitar 14 kepala keluarga, itu mendengar suara benturan tersebut. Mereka keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Sebagian dari mereka melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat. "Sebagian besar warga tengah tertidur lelap. Namun karena suara benturan itu terlalu keras mereka terbangun," tutur Somantri, Kades Dirgahayu. Para penumpang yang selamat, kata Emuh, berhasil keluar dari gerbong tersebut. Karena paniknya, mereka memecah kaca jendela untuk keluar dari dalam gerbong. "Rasanya seperti kiamat. Kami menjerit minta tolong," aku Tikiyem (20) asal Nganjuk Jatim. Diperkirakan para korban berasal dari gerbong bernomor seri K 381761. Gerbong ini mengalami rusak berat. Dinding bagian kiri terkelupas hingga ke belakang. Kursi di dalam gerbong ini sebagian besar terlepas. Darah dan serpihan daging berceceran di tempat tersebut. Sementara darah dan serpihan daging manusia tercecer di sekitar tempat tersebut. Posisi gerbong ini miring ke kanan tertahan tebing berketinggian sekitar lima meter. Di gerbong lainnya, sejumlah barang milik para korban diantaranya tas, jaket, baju, sandal, termos, gelas hancur berantakan. Nasib serupa menimpa dua lokomotif yang menarik rangkaian gerbong tersebut. Lokomotif dengan nomor seri CC 20501 menabrak tebing sehingga bagian depannya hancur. Lokomotif bernomor seri CC 20175 terbalik. Bagian roda lokomotif itu berada di atas, sementara dindingnya terkelupas. "Kecelakaan diduga akibat tidak normalnya fungsi pengereman KA Kahuripan, nomor Lok 8076," jelas Neni St. Hasanah, Kepala Seksi Hubungan Eksternal Humas Perumka. Rangkaian KA yang ada di depan adalah KA Galuh -- sebuah KA K3+, yaitu KA kelas ekonomi yang dijalankan malam hari. Kereta ini mengalami kerusakan di Cibatu. KA Galuh, yang dimasinisi Herman, terdiri atas enam gerbong dengan 300 penumpang. Di belakangnya, KA Kahuripan (Bandung-Kediri) berangkat dari Stasiun Bandung pada 21:30 WIB. Kereta ini berangkat 30 menit setelah KA Galuh -- KA jurusan Stasiun Pasar Senen Jakarta-Banjar -- meninggalkan stasiun Bandung menuju Banjar. KA Kahuripan, dengan masinis Supardi, terdiri atas tujuh gerbong dengan 428 penumpang. Ketika sampai di Cibatu, kedua KA digandengkan. "Pertimbangan penggabungan ini untuk memperlancar perjalanan kedua kereta api, karena KA Galuh sudah sangat terlambat. Penggandengan ini sudah biasa dilakukan dan secara teknis tidak berbahaya," jelas Neni. Sampai di jembatan Trowek, dengan trek rel yang agak menurun, fungsi pengereman KA Kahuripan ternyata tidak normal, dan kereta meluncur tanpa dapat dikendalikan. Dirjen Perhubungan Darat, Soejono, juga mengutarakan penggabungan itu sebagai hal yang biasa. "Barangkali PPKA (pemimpin perjalanan kereta api) di Bandung mempunyai pertimbangan tertentu yang memang dimungkinkan untuk menggabungkan dua rangakaian kereta api," komentarnya, ketika ditanya wartawan, kemarin. Sebagaimana lazimnya, penggabungan dua KA tersebut hanya akan berlangsung hingga Kroya. Selanjutnya, KA Kahuripan akan meneruskan perjalanan menuju Jawa Tengah dan Madiun. Sedangkan KA Galuh menuju ke arah Banjarnegara. Dia menolak kemungkinan kecelakaan terjadi karena kereta terlalu cepat melaju. Menurut dirjen, baik Galuh dan Kahuripan bukanlah KA berkecepatan tinggi. Karena itu, hampir mustahil -- sesaat sebelum musibah terjadi -- KA tersebut melaju melebihi ukuran normal. Lokasi musibah dikabarkan agak terpencil. Karena itu, komunikasi dari dan menuju tempat kecelakaan amat sulit. "Saya menerima informasi kecelakaan baru pukul 04:00 dini hari. Dan petugas yang di sana mengaku sulit memberi informasi akibat keterbatasan sarana telekomunikasi," kata dirjen. Masinis Supardi dimakamkan di Tasikmalaya dan dihadiri pejabat-pejabat Perumka pada pukul 14:30 WIB, kemarin. Sedangkan jenazah Herman diberangkatkan ke Banjar pada pukul 17:30. Selain itu Neni menerangkan bahwa sampai kemarin sore terdapat 13 penumpang tewas, 45 orang luka berat, 37 orang luka ringan dan 18 orang yang luka sudah dipulangkan. Sedangkan penumpang yang lain dioper ke kereta api berikutnya ataupun pindah ke bis. "Semua biaya ditanggung Perumka," kata Neni. Pagi hari kemarin, sekitar pukul 07:30, Menhub Haryanto Dhanutirto langsung terbang dengan helikopter meninjau lokasi kecelakaan. Menyusul kemudian, sekitar pukul 11:00, Dirjen Hubdat Soejono menuju lokasi yang sama. Di tempat yang sama pada 1990, menurut Neni, pernah terjadi kecelakaan yang menimpa kereta barang yang menempuh perjalanan ke timur. "Kereta barang ini juga anjlok, dan masuk ke jurang. Satu penumpang gelap waktu itu meninggal dunia," jelas Neni. Kecelakaan kemarin tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan KA lain -- kecuali KA Cisadane nomor Lok 312 jurusan Kediri-Bandung untuk sementara keberangkatannya dibatalkan. Sedangkan KA Turangga (Bandung-Surabaya - dari Bandung 19:00 WIB) dan KA Mutiara (Bandung-Surabaya - berangkat 17:00 WIB), diputar lewat Kroya-Cirebon-Cikampek. Sementara KA Mataram (Bandung-Solo) yang berangkat 07:30 WIB pada 24 Oktober, penumpangnya dialihkan dengan bus. Kemudian, perjalanan KA Pajajaran (Surakarta-Bandung - dari Surakarta 20:30) dilewatkan Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon-Cikampek. KA Badrasurya (Bandung-Surabaya - berangkat 06:30 WIB) dilewatkan Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya. "Kepada masyarakat kami mohon maaf, jika akibat pengalihan jalur ini kereta mengalami keterlambatan tiba di tujuan selama empat jam," tutur Neni. Karcis, menurut Neni tidak dinaikkan. Dalam waktu 2 x 24 jam, ujar Neni, jalur ini diharapkan sudah pulih kembali. Perumka, menurut Neni menanggung biaya perawatan para korban dan menerima asuransi jiwa. Demikian juga korban meninggal. Jumlah kerugian material, menurut Neni belum diketahui. di kutip dari http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - ebret_cc20191 - 04-01-2010 pernah liat potonya di salah satu koran bandung emang tumpang tindih loknya jadi mass nya ke jepit didalam kabin katanya plh ini terjadi karena gagal pengereman jadi dari dua rangkaian KA Galuh ama Kahuripan ini dari 13 gerbong yang ada cuman 5 ato 8 ya aku lupa yang bisa ngerem apalagi kejadiannya setelah stasiun CPD ato treknya menurun cukup terjal,ada cerita dari pacarnya sepupuku pas baru masuk kerja di kereta api katanya dia dapet tugas buat evakuasi di lokasi trus dia nemu gitar milik salah satu penumpang gitar itu dibawa sama salah satu temennya ke rumah dan katanya pas besok malemnya si gitar ini bunyi sendiri katanya....
RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - Eko Budy Santoso - 04-01-2010 Emangnya berapa sih jumlah rangkaian (batas amannya) kalo menyusuri trek berliku sepanjang petak Cicalengka - Banjar?. Sepanjang ane tahu maksimal 12 gerbong. Buat pelajaran ... Walaupun darurat... mendingan nggak usah maksain menggabungkan rangkaian menjadi 13 gerbong + 2 loco deh... resikonya besar . RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - ebret_cc20191 - 04-01-2010 (04-01-2010, 01:45 PM)Eko Budy Santoso Wrote: Emangnya berapa sih jumlah rangkaian (batas amannya) kalo menyusuri trek berliku sepanjang petak Cicalengka - Banjar?. seperti dijelasin diatas KA Galuh ini udah sangat telat jadi bisa aja dia disusul kahuripan tapi kesananya nanti ini kereta pasti kejepit karena yang dari arah timur udah bermunculan kahuripan dari kediri belum mataram, mutiara selatan plus turangga jadi pasti lebih telat ini kereta, sebenernya 13 gerbong pun bisa asal DT saya pernah liat di stasiun CCL sekitar taun 97 pas pengiriman KRD patas ini CC203 sama CC201 serinya ga keliatan karena tengah malem, narik sampai 13 gerbong... RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - sindhu - 04-01-2010 Mohon kalo ada picnya ditampilken disini..soalnya saya hanya terbayang dalam ingatan saja peristiwa ini dan terekam jelas semua kondisinya, gerbong&lokomotif yg masuk jurang tsb.. Dulu liat di koran apa ya lupa..sampe dibaca berkali2.. RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - bordes - 04-01-2010 sekarang udah ga ada kegiatan penggandengan 2 KA di jalur jawa barat klo pun rusak pasti ambil LOK dari bandung ato LOK cadangan dr stasiun Banjar PIC sedang di cari (maklum tahun 1995 lum ada cam digital) RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - denzuko - 04-01-2010 oh kejadian trowek dulu sy selalu beli koran PR, Kompas atau apapun yg meliput berita ini sayang waktu itu masih SMP, klo skr mungkin langsung sidak ke TKP. dan sayangnya lagi dokumen tsb hilang terbawa banjir. RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - Eko Budy Santoso - 04-01-2010 (04-01-2010, 01:51 PM)ebret_cc20191 Wrote:(04-01-2010, 01:45 PM)Eko Budy Santoso Wrote: Emangnya berapa sih jumlah rangkaian (batas amannya) kalo menyusuri trek berliku sepanjang petak Cicalengka - Banjar?. oh gitu ya ... berarti kelaikan KA harus / WAJIB DIPERHATIKAN SANGAT SERIUS, maklum saat itu ( thn 1995 ... sekarang apalagi ) ... juga sudah banyak KA yang udah UDZUR... RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - sindhu - 04-01-2010 Kejadian ini waktu saya masih SMP..waktu itu semua koran yg meliput kejadian ini dikoleksi..sayang sekali waktu pindah rumah, semua arsip terbawa ke tukang kiloan koran bekas ![]() Setelah kejadian trowek ini, semua KA diwajibkan melakukan pengecekan di Cipeundeuy O iya, saya ingat lagi..beberapa hari setelah kejadian kebetulan saya nengok kakek di Bali, dari bandung saya naik KA Badra Surya/Pasundan..pas melewati jembatan trowek ini, waktu itu masih banyak pekerja yang membenahi jalur ini lagi..namun semua gerbong sudah berhasil dievakuasi..saat itu semua orang berpaling sejenak memperhatikan lokasi kejadian..keretapun berjalan sangat lambat, sekitar 5km/jam RE: PLH tahun 1995 KA 2 in 1 di jawa barat - syakur - 04-01-2010 itu dikatakan korban lokomotifnya cc20501? yang bener cc20105 kali ya,, |