RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Bimantara - 13-05-2012
(12-05-2012, 04:41 PM)bramoy Wrote: Sebenar e sistem pembelian tiket dengan mencantumkan nama jelas dan no identitas belum terlalu efektif, buktinya calo masih saja beredar meskipun sudah cukup untuk mengurangi ( atao tmbah banyak ).
Kalau memang calo sudah merajalela dari sejak puluhan tahun yang lalu dan sampai sekarang masih ada berarti ada keanehan padahal sudah beragam cara dipakai untuk memberantasnya.
Tapi coba pikirkan, inovasi seperti apalagi yang akan datang, gw ga tahu, tapi kelak gw mikir kalao E-KTP bakal diterapkan untuk pembelian tiket, bukankah E-KTP ada chipnya bukan, nah teknologi itu nanti akan diterapkan dalam pembelian tiket, entah seperti apa sistemnya. Gw yakin duit PT KA banyak kok (nanti).
Kalau mau lebih mahal, memakai sistem biometrik, entah itu sidik jari, mata, telapak tangan. Gw yakin inovasi itu bisa jalan asal SDM-nya benar. Ini sebenar e yang jadi masalah.
Memang , tambah banyak . Masa saya ngantri 5 menit buat beli MATAR di KPN udah ludes , dan anehnya jam juga baru 07.03 . Dan yang parah , masa petugas tiket bilang kalo matar yg dijual cuma 6 K3 . Padahal jelas matar biasa bawa 8 K3 ? Geleng2 kepala saya
(12-05-2012, 04:41 PM)bramoy Wrote: Sebenar e sistem pembelian tiket dengan mencantumkan nama jelas dan no identitas belum terlalu efektif, buktinya calo masih saja beredar meskipun sudah cukup untuk mengurangi ( atao tmbah banyak ).
Kalau memang calo sudah merajalela dari sejak puluhan tahun yang lalu dan sampai sekarang masih ada berarti ada keanehan padahal sudah beragam cara dipakai untuk memberantasnya.
Tapi coba pikirkan, inovasi seperti apalagi yang akan datang, gw ga tahu, tapi kelak gw mikir kalao E-KTP bakal diterapkan untuk pembelian tiket, bukankah E-KTP ada chipnya bukan, nah teknologi itu nanti akan diterapkan dalam pembelian tiket, entah seperti apa sistemnya. Gw yakin duit PT KA banyak kok (nanti).
Kalau mau lebih mahal, memakai sistem biometrik, entah itu sidik jari, mata, telapak tangan. Gw yakin inovasi itu bisa jalan asal SDM-nya benar. Ini sebenar e yang jadi masalah.
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Hungry Soul - 13-05-2012
(13-05-2012, 09:31 PM)Bimantara Wrote: Memang , tambah banyak . Masa saya ngantri 5 menit buat beli MATAR di KPN udah ludes , dan anehnya jam juga baru 07.03 . Dan yang parah , masa petugas tiket bilang kalo matar yg dijual cuma 6 K3 . Padahal jelas matar biasa bawa 8 K3 ? Geleng2 kepala saya
Agan belum tahu kabar terbaru ya?? KA-KA Ekonomi Jarak jauh mulai dipangkas nih, gak bisa panjang-panjang. Katanya PSO nya dikurangi atau gimanaaa gitu. Untuk keberangkatan hari ini saja, KA Brantas 117 (dari pantauan kenalan di kampung) dan 118 (pantauan saya sendiri tadi sore) masing-masing cuma bawa 6 K3. 
Pemesanan K3 hendak diperpanjang, Tapi rangkaian diperpendek. Makin berjayalah calo-calo Indonesia. Hidup calo Indonesia!!!!
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Bimantara - 14-05-2012
Tambah menyusahkan rakyat kecil aja om , calo memang kupret
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - bonbon - 14-05-2012
(13-05-2012, 09:12 PM)hedwigus Wrote: Mungkin bisa dicoba dengan penundaan pembayaran pembatalan ticket KA.
Misalnya.. Jika ada pengembalian ticket KA, maka uang si penumpang baru dapat dicairkan dalam waktu 7 hari kerja ke lokasi-lokasi yang ditunjuk bukan di loket.
Setiap hari, system komputer ticketing akan melakukan konsolidasi data atas tiket yang keluar dan uang yang diperoleh.. jika tidak match.. petugas loket akan wajib nombok sesuai harga tiket plus dendanya... lebih ringan dibandingkan dilaporkan ke Polisi karena penggelapan uang tikceting.
Memang akan ada penumpang "asli" yang dirugikan dengan kebijakan ini. Karena uangnya akan kembali setelah 7 hari kerja setelah waktu pembatalan.
Masalah nilai pengembalian, masih dapat mengacu ke peraturan yang berlaku saat ini.
Jadi jika calo ingin bermain di air keruh (gaya banget istilahnya hihihi) .. dia harus punya cash-flow untuk tujuh hari kedepan.
sangat setujuh dengan ide nya mas hedwig!!!  mohon di tindak lanjuti ke petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - warta_kereta - 15-05-2012
Quote:Tiket KA Harus Sesuai Dengan Identitas Penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan serius menegakkan aturan yang mengharuskan nama dalam tiket sesuai dengan kartu identitas penumpang sebagai upaya mempersempit ruang gerak calo.
"Tiket yang namanya tidak sama dengan kartu identitas seperti KTP (kartu tanda penduduk), SIM (surat izin mengemudi), paspor, kartu pelajar, atau KTA (kartu tanda anggota), dinyatakan tidak berlaku dan hangus," kata Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Senin.
Menurut dia, aturan ini berlaku untuk semua KA jarak jauh, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi AC, maupun ekonomi sejak diterapkannya sistem pemesanan tiket baru yang berbasis internet atau "Rail Ticketing System (RTS)" pada 1 Januari 2012.
Ia mengatakan, pemeriksaan kecocokan nama dalam tiket dan kartu identitas penumpang akan dilaksanakan secara ketat oleh petugas pada waktu boarding dan di dalam KA.
"Penumpang diminta menunjukkan ID yang berlaku ketika boarding memasuki peron untuk dicocokkan dengan tiketnya. Baik berupa KTP, SIM, paspor, atau KTA bagi anggota TNI/ Polri, kecuali untuk anak-anak yang belum memiliki kartu identitas," katanya.
Dengan demikian jika nama pada tiket tersebut tidak sama dengan kartu identitas, kata dia, dinyatakan tidak berlaku dan penumpang tidak diperkenankan untuk masuk peron atau naik kereta api.
Selain menegakkan peraturan tentang nama di tiket harus sama dengan kartu identitas penumpang, lanjutnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga tetap konsisten menerapkan kebijakan satu tiket untuk satu nama penumpang.
"Saat melakukan pemesanan tiket di loket stasiun, calon penumpang juga diwajibkan mengisi formulir pemesanan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan praktik percaloan yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat, serta memudahkan pengusutan ketika terjadi kekusutan," katanya.
Terkait hal itu, dia mengimbau calon penumpang membiasakan diri melakukan perencanaan perjalanannya jauh-jauh hari dan tidak membeli tiket di luar tempat yang telah ditentukan dengan nama dalam tiket yang tidak sama dengan kartu identitasnya.
"Bila hal ini terjadi dipastikan tiket dinyatakan tidak berlaku dan akan merugikan mereka sendiri," katanya.
Sumber : antaranews.com
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Hungry Soul - 15-05-2012
(15-05-2012, 07:50 AM)warta_kereta Wrote: Quote:Tiket KA Harus Sesuai Dengan Identitas Penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan serius menegakkan aturan yang mengharuskan nama dalam tiket sesuai dengan kartu identitas penumpang sebagai upaya mempersempit ruang gerak calo.
"Tiket yang namanya tidak sama dengan kartu identitas seperti KTP (kartu tanda penduduk), SIM (surat izin mengemudi), paspor, kartu pelajar, atau KTA (kartu tanda anggota), dinyatakan tidak berlaku dan hangus," kata Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Senin.
Menurut dia, aturan ini berlaku untuk semua KA jarak jauh, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi AC, maupun ekonomi sejak diterapkannya sistem pemesanan tiket baru yang berbasis internet atau "Rail Ticketing System (RTS)" pada 1 Januari 2012.
Ia mengatakan, pemeriksaan kecocokan nama dalam tiket dan kartu identitas penumpang akan dilaksanakan secara ketat oleh petugas pada waktu boarding dan di dalam KA.
"Penumpang diminta menunjukkan ID yang berlaku ketika boarding memasuki peron untuk dicocokkan dengan tiketnya. Baik berupa KTP, SIM, paspor, atau KTA bagi anggota TNI/ Polri, kecuali untuk anak-anak yang belum memiliki kartu identitas," katanya.
Dengan demikian jika nama pada tiket tersebut tidak sama dengan kartu identitas, kata dia, dinyatakan tidak berlaku dan penumpang tidak diperkenankan untuk masuk peron atau naik kereta api.
Selain menegakkan peraturan tentang nama di tiket harus sama dengan kartu identitas penumpang, lanjutnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga tetap konsisten menerapkan kebijakan satu tiket untuk satu nama penumpang.
"Saat melakukan pemesanan tiket di loket stasiun, calon penumpang juga diwajibkan mengisi formulir pemesanan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan praktik percaloan yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat, serta memudahkan pengusutan ketika terjadi kekusutan," katanya.
Terkait hal itu, dia mengimbau calon penumpang membiasakan diri melakukan perencanaan perjalanannya jauh-jauh hari dan tidak membeli tiket di luar tempat yang telah ditentukan dengan nama dalam tiket yang tidak sama dengan kartu identitasnya.
"Bila hal ini terjadi dipastikan tiket dinyatakan tidak berlaku dan akan merugikan mereka sendiri," katanya.
Sumber : antaranews.com
Operator ...... kapan kalian sadar? Atau kalian ini jangan-jangan berkura-kura dalam perahu ya? Calo nya kan bekerjasama dengan orang dalam. Atau calonya itu malah orang dalamnya sendiri ..... ckckckck. Saya sering membaca pengalaman penumpang saat beli dari calo, tiketnya dicetak setelah terjadi deal harga ..... jadi ya tetep sesuai nama lah 
Lagipula, katanya sejak tanggal 1 Januari 2012 sudah dibuat kebijakan cek ID ya? Setidaknya sampai sekitar sebulan yang lalu saat saya bepergian Kediri-Jakarta PP, kebijakan ini cuma teori tuh ....
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - nino - 19-05-2012
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - warta_kereta - 22-05-2012
Quote:Dalam razia di kereta bisnis, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops V Purwokerto menemukan 27 tiket tanpa identitas penumpang. Agen yang mengeluarkan tiket tersebut terancam ditutup, karena dianggap menyalahi prosedur.
Razia dilakukan pada Minggu (20/5/2012). Pada 27 tiket, hanya tercantum coretan 'KTA' yang berarti 'Kutoarjo'. Setelah diusut, tiket tersebut didapatkan dari CV Pembina yang beralamat di Pakisrejo, Banyu Urip, Purworejo, Jawa Tengah.
Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops V Purwokerto, Surono, menyatakan mengirimkan surat peringatan ke agen tiket tersebut hari ini. Jika masih menjual tiket tanpa mencantumkan identitas penumpang, maka agen tersebut ditutup. Sebab sesuai aturan, sejak 9 Januari 2012, tiket harus berisi identitas penumpang.
Untuk menertibkan kebijakan pencatuman identitas di tiket, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menambah jumlah petugas keamanan dari 90 orang menjadi 130 orang. "Penambahan tenaga security ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga penyedia jasa layanan keamanan yang selama ini menjadi vendor PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," jelasnya dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (21/5/2012).
Pemeriksaan dilakukan pada pada saat penumpang boarding memasuki peron dan di dalam kereta api. Petugas akan beroperasi memeriksa semua KA, baik secara stasioner maupun mobile (mengikuti KA). Tiket yang namanya tidak sama dengan kartu identitas penumpang dinyatakan tidak berlaku alias hangus.
"Seluruh agen tiket diwajibkan mentaati ketentuan yang telah digariskan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seperti pencantuman nama dalam tiket yang sesuai dengan ID penumpang. Kebijakan ini diambil untuk menutup ruang gerak calo tiket yang selama ini selalu dikeluhkan masyarakat," paparnya.
Saat ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops V bekerja sama dengan 19 agen tiket. Masing-masing di Purwokerto (4 agen), Purworejo (6 agen), Kutoarjo (3 agen), Kebumen (3 agen), dan Cilacap (3 agen).
Sumber : detik.com
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Joe_cn - 22-05-2012
(15-05-2012, 08:53 AM)Hungry Soul Wrote: (15-05-2012, 07:50 AM)warta_kereta Wrote: [spoiler]
Quote:Tiket KA Harus Sesuai Dengan Identitas Penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan serius menegakkan aturan yang mengharuskan nama dalam tiket sesuai dengan kartu identitas penumpang sebagai upaya mempersempit ruang gerak calo.
"Tiket yang namanya tidak sama dengan kartu identitas seperti KTP (kartu tanda penduduk), SIM (surat izin mengemudi), paspor, kartu pelajar, atau KTA (kartu tanda anggota), dinyatakan tidak berlaku dan hangus," kata Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono, di Purwokerto, Senin.
Menurut dia, aturan ini berlaku untuk semua KA jarak jauh, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi AC, maupun ekonomi sejak diterapkannya sistem pemesanan tiket baru yang berbasis internet atau "Rail Ticketing System (RTS)" pada 1 Januari 2012.
Ia mengatakan, pemeriksaan kecocokan nama dalam tiket dan kartu identitas penumpang akan dilaksanakan secara ketat oleh petugas pada waktu boarding dan di dalam KA.
"Penumpang diminta menunjukkan ID yang berlaku ketika boarding memasuki peron untuk dicocokkan dengan tiketnya. Baik berupa KTP, SIM, paspor, atau KTA bagi anggota TNI/ Polri, kecuali untuk anak-anak yang belum memiliki kartu identitas," katanya.
Dengan demikian jika nama pada tiket tersebut tidak sama dengan kartu identitas, kata dia, dinyatakan tidak berlaku dan penumpang tidak diperkenankan untuk masuk peron atau naik kereta api.
Selain menegakkan peraturan tentang nama di tiket harus sama dengan kartu identitas penumpang, lanjutnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga tetap konsisten menerapkan kebijakan satu tiket untuk satu nama penumpang.
"Saat melakukan pemesanan tiket di loket stasiun, calon penumpang juga diwajibkan mengisi formulir pemesanan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan praktik percaloan yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat, serta memudahkan pengusutan ketika terjadi kekusutan," katanya.
Terkait hal itu, dia mengimbau calon penumpang membiasakan diri melakukan perencanaan perjalanannya jauh-jauh hari dan tidak membeli tiket di luar tempat yang telah ditentukan dengan nama dalam tiket yang tidak sama dengan kartu identitasnya.
"Bila hal ini terjadi dipastikan tiket dinyatakan tidak berlaku dan akan merugikan mereka sendiri," katanya.
[/spoiler]
Sumber : antaranews.com
Operator ...... kapan kalian sadar? Atau kalian ini jangan-jangan berkura-kura dalam perahu ya? Calo nya kan bekerjasama dengan orang dalam. Atau calonya itu malah orang dalamnya sendiri ..... ckckckck. Saya sering membaca pengalaman penumpang saat beli dari calo, tiketnya dicetak setelah terjadi deal harga ..... jadi ya tetep sesuai nama lah 
Lagipula, katanya sejak tanggal 1 Januari 2012 sudah dibuat kebijakan cek ID ya? Setidaknya sampai sekitar sebulan yang lalu saat saya bepergian Kediri-Jakarta PP, kebijakan ini cuma teori tuh .... 
Wah saya baru tau om ada juga modus calo seperti itu, kalo tiket baru dicetak kalo uda terjadi deal harga, tak pikir tiket uda di tangan dengan berbagai jurusan....
Wah bener2 luar biasa deh....
RE: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - rapih_dhoho - 22-05-2012
cara yg paling ampuh memerangi calo KA Ekonomi:
- kembalikan sistem pembelian tiket seperti dulu, tiket hanya bisa dibeli pada hari keberangkatan.
- plus harus sesuai nama penumpang, sebetulnya ini se ga terlalu ngaruh sepanjang pemeriksaan tiket d atas kereta ga konsisten
dg cara di atas maka:
- mempersempit gerak calo untuk mendapatkan tiket, karena calo harus bersaing dg penumpang lain untuk mendapat tiket dalam waktu yg singkat.
- mempersulit calo untuk menjual kembali tiketnya, karena cuma punya waktu 1 hari ato bahkan beberapa jam saja untuk menjual tiketnya. kalo ga trjual otomatis calo bakal rugi.
sudah terbukti jaman dulu waktu tiket K3 hanya bisa dibeli pada hari keberangkatan, calo ga sebanyak sekarang.
plus 1 lg cara memberantas calo:
- ganti aja direksinya PT. KAI dg orang yg memang mencintai Kereta Api dan tau seluk beluk KA dari yg sekelas KA Lokal sampai KA Argo. Dg cara ini kebijakan2 aneh dan alay yg berdampak negatif baik untuk penumpang dan PT. KAI tidak akan muncul lagi.
|