![]() |
|
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka? (/showthread.php?tid=5785) |
RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - eri4nto - 19-08-2010 PT KA (Persero) sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah ini, sebab ada atau tidak adanya calo gak ngaruh ke penjualan, semua tiket tetep aja ludes terjual, monopolist sih. CMIIW RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - bonbon - 19-08-2010 (18-08-2010, 09:30 PM)ouilevio Wrote: mestinya nama yg tertera di tiket sesuai dg nama org yg akan mudik. Yg di RCTI itu pesen tiket via calo oknum PKD sudah termasuk nyantumin sesuai nama pemesan loch
RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - mrawan - 19-08-2010 Udah jelas lah pemain nya “orang dalam†Setiap saya pesen tiket kereta di Gambir pasti ditawarin , biasa nya PKD yg jaga di deket loket pemesanan, alih alih pinjemin pulpen / deketin konsumen untuk bantu cara isi form pemesanan lalu bisik bisik tetangga nawarin tiket, berapa kali saya ditawarin dengan modus operandi seperti itu. Nah kemarin senen saya beli tiket argolawu untuk pemberangkatan jumat 20 Agt ini, bener aja pas lagi isi form ditawarin ama PKD , dia bilang “ Mau tiket arus balik tanggal berapa mas? , kita ada semua “ , Saya langsung bilang “ bisa bayar pake kartu kredit gak ? “ , langsung PKD nya diem . Selain PKD ada juga orang berseragam PT KA , waktu itu saya ke toilet yg deket pemesanan karcis bis Damri , transaksi nya dilakukan didalam toilet , jadi pegawai yg berseragam itu telpon ke seseorang via hape nya , “ bang , tiket udah saya print , saya tunggu di toilet sekarang “ , nah apa itu bukan calo ? Apalagi musim lebaran ginih banyak banget bisa ditemui calo calo berkeliaran , coba deh mondar mandir di sisi barat stasiun gambir deket pool taxi blue bird / Putra, pasti ditawarin. Nah masalah nya memberantas calo gak gampang seperti membalikan telapak tangan, perlu keseriusan dan niat dari PT KA sendiri, saya garis bawahin “ NIAT “ , kalo niat nya cuman setengah setengah ya susah. RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - sancakaexa - 20-08-2010 (18-08-2010, 08:52 PM)big bro Wrote: ini sih udah masalah mental. mau gaji setinggi apapun, kalo mentalnya udah begini ya susah. Solusinya? tindakan tegas dari direksi, harus ada shock terapy buat oknum - oknum seperti ini. betul om big bro..........seharusnya para pegawai dalam yang nyeper jadi calo harus di tindak tegas.....kasihan para konsumen terutama saat mudik.........beuhhhhhhhhhh susahnya cari tiket kereta......... ![]() (19-08-2010, 05:11 AM)gerbongpupuk Wrote:(17-08-2010, 02:18 PM)bagus70 Wrote: Saya pikir lumrah kalau ada orang dalam terlibat calo. Biasanya karena faktor gaji yang (dirasa) kurang. Umumnya tindak calo mayoritas ditemui di kota besar dengan biaya hidup yang sangat tinggi seperti Jakarta. semua orang pasti merasa kurang om, walaupu dia konglongmerat sekalipun, apalagi cuma pegawai tiket KA, tapai walaupun kekurangan seharusnya tidak melakukan hal seperti itu, selain tidak halal, kasihan para konsumen....rasa percaya terhadap PT.KA semakin berkurang dengan adanya calo2 orang dalam, dan sudah menjadi rahasia umum sekarang, dan nggak di tindak lagi............ ![]() ![]() (19-08-2010, 08:11 AM)eri4nto Wrote: PT KA (Persero) sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah ini, sebab ada atau tidak adanya calo gak ngaruh ke penjualan, semua tiket tetep aja ludes terjual, monopolist sih. CMIIW memang betul sih gan, tapi kasihan para konsumen kalo harus bayar 2 - 3 kali lipat, tar sangu buat lebaran abis dunk.........hehehhehehehehe sory OOT..........
RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - bagus70 - 20-08-2010 (19-08-2010, 05:11 AM)gerbongpupuk Wrote: Mas bagus,kurang atau tidaknya pasti kembali pada masing" orang,,ibaratnya sudah dipukul rata sekalipun,gaji besar tetep gak ngaruh,, Mas, saya rasa itulah penyebab terjadinya praktek percaloan. Bukan karena nominal gaji, tapi karena gaji "dirasa" kurang oleh yang bersangkutan. Terkadang ada saja orang-orang seperti itu.... RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - alin_masuk sepur 5 - 20-08-2010 wah hebat sekali petugas loketnya ya??.... jgnkan d KA... d armada lain jg bgt... semuanya ada celah2nya sj... ataw mungkin pemesanan hanya 1 tiket KA sj? RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - eri4nto - 20-08-2010 apa tidak ada pemberlakuan rotasi berkala bagi pegawai yang menangani ticketing? RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - ariefbudi125434 - 30-08-2010 kalu yg ini dari http://www.beritajakarta.com/v_ind/berita_print.asp?nNewsId=35136 Awas, Ada Sindikat Calo Tiket di Stasiun Aksi para calo tiket ternyata tidak sendirian. Mereka ternyata memiliki jaringan yang kuat menurut area masing-masing. Hal ini terungkap dari pengakuan seorang calo tiket di Stasiun Gambir yang tertangkap pada hari Senin (7/9) sekitar pukul 21.30. Dari tangan calo yang diketahui bernama Awin (29) tersebut, petugas berhasil mengamankan 2 lembar tiket KA Bisnis Gumarang (Jakarta-Pasar Turi) dan uang hasil transaksi sebesar Rp 900 ribu. Warga Jl Batu, Pejambon, Jakarta Pusat itu ditangkap oleh Drajat (40), security Stasiun Gambir. Humas PT KA Daop I, Sugeng Prijono, memaparkan, sejak sore Drajat memang sudah mencurigai gerak-gerik Awin. Ia sering menghampiri orang-orang yang datang ke loket pembelian tiket. Modusnya, Awin menawarkan tiket yang dimilikinya tersebut dengan bisik-bisik pada calon pemudik. Gerak-gerik Awin yang sudah tercium petugas itu akhirnya berujung pada penangkapan. Sebab, Awin tertangkap tangan sedang menawarkan tiket kepada seorang wanita. Hal itu terbukti dengan ditemukannya 2 lembar tiket, untuk 3 kursi. Menurut pengakuan pelaku, tiket tersebut dibeli pada tanggal 17 Agustus untuk keberangkatan pada tanggal 16 September mendatang. Pelaku menjual tiket tersebut Rp 300 ribu per lembar. Padahal, harga aslinya hanya Rp 180 ribu per tiket. "Tiket yang akan dijual pelaku adalah tiket KA Gumarang kelas bisnis (Jakarta Pasar Turi)," terang Sugeng, Selasa (8/9). Yang paling mengejutkan, Awin mengaku telah menekuni profesi ini sudah sekitar 10 tahun silam. Dan sejak awal ia beroperasi di Stasiun Gambir. Bahkan, lelaki asal Lamongan, Jawa Timur, ini mengaku mendapat modal dari seseorang untuk melancarkan aksi percaloannya tersebut. Sayangnya ia bungkam siapa pemodal yang dimaksudnya itu. Meski demikian Daop I PT KA berjanji akan menggali lebih jauh siapa pemodal tersebut. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan dan penangkapan. Dengan begitu, sindikat calo tiket KA ini bisa terungkap dan diberantas. "Kami masih memburu siapa pemodalnya," lanjut Sugeng. Dalam catatan Sugeng, sepanjang bulan Ramadhan ini, pihaknya sudah dua kali menangkap calo tiket. Penangkapan pertama dilakukan terhadap salah seorang calo di Hotel Formula 1, Cikini. Dari tangan calo yang identitasnya belum diketahui itu, petugas berhasil mengamankan 4 lembar tiket KA Eksekutif Gajayana (Jakarta-Malang). Oleh pelaku, tiket yang seharusnya dijual RP 450 ribu itu dijual dengan harga Rp 750 ribu per lembar. Dengan begitu, pelaku mendapatkan keuntungan dua kali lipat. "Calo yang pertama ditangkap di hotel Formula 1, saya lupa namanya, tapi yang jelas itu ditangkap oleh petugas gabungan," tukasnya. Karena itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan calon penumpang, PT KA Daop I akan terus meningkatkan pengawasan dengan mempersempit ruang gerak para calo tiket KA. Bahkan, PT KA telah mengeluarkan sayembara "Barang siapa berhasil menangkap calo maka dapat hadiah Rp 500 ribu". "Kami juga akan terus melakukan sweeping, sehingga ruang gerak calo ini semakin sempit. Ini untuk keamanan dan kenyamanan penumpang yang akan mudik menggunakan KA," ungkap Sugeng. Para calo tiket KA tersebut akan dijerat Pasal 208 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal tersebut disebutkan, "Barang siapa yang telah menjual tiket KA di luar tempat yang telah disediakan akan dipidanakan maksimal 6 bulan penjara". Penulis: nurito Sumber: RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - ariefbudi125434 - 06-09-2010 dr http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4909792 Tiket KA Online masih bisa dimainkan oleh calo? Hari ini tanggal 5 Agustus 2010, sesuai dengan kebijakan KA, pemesanan tiket 1 bulan sebelum keberangkatan yaitu tgl 4 September 2010, maka untuk lebaran gw pesan tiket JAKARTA-MALANG dengan Gajayana eksekutif. Ternyata pagi-pagi ini tiketnya udah habis? tiketnya baru saja dibuka kok sudah habis??, apakah KAI itu murni ONLINE atau bukan seeh??? apakah tiket itu diborong oleh CALO yang ada di KAI sendiri??? Kalau tiket nya habis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) siapkan gerbong tambahan dong??? Jadi kami warga malang dari Jakarta bisa pesan tiket lagi... padahal ke malang itu ada 4 gerbong 1 gerbong isinya 52 kursi x 4 = 208 kursi, apakah semuanya udah terisi dengan waktu 1 jam??? neeh ada berita dari http://perkeretaapian.dephub.go.id/i...ask=view&id=47 LEBARAN berganti Lebaran, model pelayanan tiket kereta yang merupakan salah satu dari instrumen besar dari pelayanan yang ditawarkan PT (Persero) Kereta Api (PT KA) tidak pernah berubah. Informasi yang keluar pasti menyatakan tiket sudah habis. Sebagian besar tiket KA, mulai dari kelas bisnis hingga eksekutif, delapan sampai sembilan hari bahkan ada juga yang hingga sepuluh hari sebelum Lebaran hingga sehari setelah Lebaran pun sudah habis terjual. Pertanyaan kenapa setiap kali ada calon penumpang lainnya yang akan membeli tiket pada hari yang katanya sudah habis terjual ternyata tiket terkait masih tersedia. Siapa yang menyediakan tiket itu? Merekalah calo-calo yang setiap saat berkeliaran di Stasiun Gambir. Kadang hingga ke tempat pemesanan tiket KA di Jalan Pos, Jakarta Pusat. Dikarenakan sudah berada di tangan calo, jadi wajar kalau harga tiketnya pun membubung. Sebab, seperti tiket Jakarta-Surabaya dengan kereta Gumarang yang harga resmi dari PT KA hanya Rp 110.000, kalau sudah di tangan calo bisa sampai Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Menurut salah seorang calo tiket asal Surabaya, Haryo, melambungnya harga tiket hingga Rp 200.000 itu karena dari setiap tiket yang terjual mereka harus menyisihkan Rp 40.000-Rp 50.000 untuk "orang dalam". Hanya Haryo dan rekan- rekannya seperti memiliki kode etik calo. Mereka enggan memberitahukan siapa orang dalam tersebut. MENTERI Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa seperti kurang percaya dengan laporan media dari tahun ke tahun. Ia menyempatkan diri menyamar. Dengan memakai rambut palsu, kacamata hitam, ia meluncur ke Stasiun Gambir. Ternyata belum lagi sempat mendekat loket pemesanan tiket, sejumlah calo sudah menyerbunya untuk menawarkan tiket sambil ikut menginformasikan bahwa tiket ke beberapa jurusan sudah habis hingga sehari setelah Lebaran. Apa buah penyamarannya. Belum ada yang eksklusif. Jalan keluar yang ditawarkan Menhub hanya berupa terobosan pemesanan tiket melalui jaringan internet, e-ticket. "Sekarang ini kan sudah maju, harusnya PT KA juga membuka loket pemesanan di mal sampai ke Bekasi atau Tangerang sehingga mereka yang akan menggunakan jasa kereta tidak perlu ke stasiun lagi, tetapi bisa memesan tiket dari mal tertentu," usul Hatta. Selebihnya klise. "Kalau memang benar ada orang dalam yang terkait dengan beroperasinya para calo, jelas akan ditindak bahkan bisa dipecat," katanya. Guna mengungkap jaringan percaloan yang melibatkan orang dalam itu, PT KA telah menawarkan hadiah sebesar Rp 200.000 untuk siapa pun yang dapat menunjukkan sang calo serta Rp 500.000 untuk mereka yang bisa menunjuk orang dalam yang bermain mata dengan para calo setiap menjelang angkutan mudik hingga berakhir. SEBENARNYA bila PT KA ingin tuntas membenahi kisah habisnya tiket seputar Lebaran, itu sangat mudah. Setiap hari petugas di loket pemesanan Stasiun Gambir jelas sudah kenal dengan para calo yang memang mencari makan dengan cara tersebut. Begitu juga dengan petugas satuan pengaman (satpam) di stasiun. Calon penumpang pun sudah mereka kenal wajahnya ketika harus pulang setiap hari Jumat. Inilah kesempatan untuk memperbaiki manajemen pemesanan tiket kereta yang bersih. Syaratnya hanya satu, yaitu menindak tegas petugas PT KA yang sudah tahu ada calo, tetapi meniadakannya. Mulai dari keroco pun tidak mengapa kalau memang tidak ingin tahun depan sang Menteri Perhubungan ditawari tiket lagi oleh para calo. (NIC) RE: Calo tiket orang dalam PT.KA ??? - raditiya - 06-09-2010 ^^^ Kok Menhub.nya masih Hatta Rajasa? Berita lama ya?
|