Semboyan35 Indonesian Railfans
KA Penataran - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Armada Timur (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=17)
+--- Thread: KA Penataran (/showthread.php?tid=4056)



RE: KA Penataran - erudith - 04-02-2013

ane sebulan sekali naik kereta penataran GEDANGAN - KESAMBEN dan sebaliknya Bye Bye

tiketnya bookkkk,,,, sulit dapetnya,,, Bethe


RE: KA Penataran - dixtra - 04-02-2013

(04-02-2013, 01:31 PM)erudith Wrote: ane sebulan sekali naik kereta penataran GEDANGAN - KESAMBEN dan sebaliknya Bye Bye

tiketnya bookkkk,,,, sulit dapetnya,,, Bethe

Sekarang kan udah bisa pesan mas H-7, kemarin H-1 saja saya masih dapat...
BTW Seperti ini tiketnya:
[spoiler]
[Image: 8442999511_02c42df70d_z.jpg][/spoiler]

Tadi pagi naik ini dengan CC201 LH (lupa seri berapa), dengan susunan standar (KMP3-3K3-1Aling-aling) berangkat tepat dari MLK 6.22, nunggu silang sesama penataran dari SB begitu lama. Sengon-Sukorejo-Wonokerto langsung, terus masuk bangil ditahan sinyal masuk cukup lama juga, lalu masuk jalur 2 gak seperti biasanya di jalur 3, terus berhenti Bangil lama lagi, asongan benar2 memenuhi kereta. Setelah berhenti lama, akhirnya berangkat lagi sesuai jadwal dan bersilang dengan Penataran dari SB lagi di Porong dan Muttim di Gedangan. Ketika mau memasuki SGU, lagi2 ditahan sinyal masuk Bethe dan akhirnya masuk jalur 3 SGU jam 09.55, udah banyak berhenti begitu lama ternyata cuma telat 8 menitan Heran

Ketika meliuk di sinyal muka Singosari:
[spoiler]

[Image: 8443000469_d70109d4b0_z.jpg]
[/spoiler]


RE: KA Penataran - erudith - 04-02-2013

(04-02-2013, 01:31 PM)dixtra Wrote:
(04-02-2013, 01:31 PM)erudith Wrote: ane sebulan sekali naik kereta penataran GEDANGAN - KESAMBEN dan sebaliknya Bye Bye

tiketnya bookkkk,,,, sulit dapetnya,,, Bethe

Sekarang kan udah bisa pesan mas H-7, kemarin H-1 saja saya masih dapat...
BTW Seperti ini tiketnya:
[spoiler]
[Image: 8442999511_02c42df70d_z.jpg][/spoiler]

Tadi pagi naik ini dengan CC201 LH (lupa seri berapa), dengan susunan standar (KMP3-3K3-1Aling-aling) berangkat tepat dari MLK 6.22, nunggu silang sesama penataran dari SB begitu lama. Sengon-Sukorejo-Wonokerto langsung, terus masuk bangil ditahan sinyal masuk cukup lama juga, lalu masuk jalur 2 gak seperti biasanya di jalur 3, terus berhenti Bangil lama lagi, asongan benar2 memenuhi kereta. Setelah berhenti lama, akhirnya berangkat lagi sesuai jadwal dan bersilang dengan Penataran dari SB lagi di Porong dan Muttim di Gedangan. Ketika mau memasuki SGU, lagi2 ditahan sinyal masuk Bethe dan akhirnya masuk jalur 3 SGU jam 09.55, udah banyak berhenti begitu lama ternyata cuma telat 8 menitan Heran

ane tadi juga beli tiket untuk balik ke blitar tanggal 09-02-2013 ntr...
tapi sayang tiket buat balik ke surabaya hari minggu habis Sedih


RE: KA Penataran - oke_sr - 06-02-2013

Kemarin di Radar Malang muncul reportase satu halaman FULL tentang kebijakan baru yang diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)(pemesanan KA lokal dapat dilakukan seminggu sebelum keberangkatan).

Dari beberapa berita dapat diambil kesimpulan, saran dan kritik dari masyarakat menyangkut kebijakan baru tersebut :
- Masih banyak yang belum tahu kebijakan ini sudah dijalankan sejak Bulan Februari ini. Kalo menurut saya sih bisa diatasi dengan promo yang konsisten(atau bertambah) atau menunggu respon masyarakat hingga terbiasa dengan kebijakan ini. Ada pepatah 'Alah Bisa karena Biasa'
- Masukan dari masyarakat mengenai kursi/ruang tunggu di peron stasiun yang terbatas. Sebelum ada kebijakan penghapusan karcis peron, tempat duduk yang di Peron 1 Stasiun Malang Kotabaru sering penuh, terutama menjelang keberangkatan KA Gajayana. Namun setelah perubahan jam keberangkatan KA 31, dan munculnya KA Malabar, Majapahit(sebelumnya Senja Singosari) ruang tunggu KA eksekutif sering penuh untuk jangka waktu siang diatas jam 12.30-15.30wib, demikian pula dengan Peron 1
- Peningkatan kebersihan

Ehh komen post saya ini masih relevan gak dengan sub bahasan KA Penataran? Big Grin coz di berita Radar Malang itu memang pembahasannya berupa kebijakan pemesanan tiket utk KA lokal baik Penataran maupun Rapih Dhoho.


RE: KA Penataran - CC-201-23 - 06-02-2013

(04-02-2013, 01:31 PM)erudith Wrote: ane sebulan sekali naik kereta penataran GEDANGAN - KESAMBEN dan sebaliknya Bye Bye

tiketnya bookkkk,,,, sulit dapetnya,,, Bethe
GDG-KSB? dulu pernah ada perempuan yg ngomong2 sama gw, akhirnya dia ngasih gw berlembar-lembar tiket (karena gw minta 1 sama dia) trayeknya GDG-KSB dan sebaliknya. Ada yg pake logo lama & baru. Dia naik Penataran siang jam 11 (365) dengan tiket kereta sore (369). Apa kamu tahu kejadian itu?
(06-02-2013, 12:56 PM)oke_sr Wrote: Kemarin di Radar Malang muncul reportase satu halaman FULL tentang kebijakan baru yang diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)(pemesanan KA lokal dapat dilakukan seminggu sebelum keberangkatan).

Dari beberapa berita dapat diambil kesimpulan, saran dan kritik dari masyarakat menyangkut kebijakan baru tersebut :
- Masih banyak yang belum tahu kebijakan ini sudah dijalankan sejak Bulan Februari ini. Kalo menurut saya sih bisa diatasi dengan promo yang konsisten(atau bertambah) atau menunggu respon masyarakat hingga terbiasa dengan kebijakan ini. Ada pepatah 'Alah Bisa karena Biasa'
- Masukan dari masyarakat mengenai kursi/ruang tunggu di peron stasiun yang terbatas. Sebelum ada kebijakan penghapusan karcis peron, tempat duduk yang di Peron 1 Stasiun Malang Kotabaru sering penuh, terutama menjelang keberangkatan KA Gajayana. Namun setelah perubahan jam keberangkatan KA 31, dan munculnya KA Malabar, Majapahit(sebelumnya Senja Singosari) ruang tunggu KA eksekutif sering penuh untuk jangka waktu siang diatas jam 12.30-15.30wib, demikian pula dengan Peron 1
- Peningkatan kebersihan

Ehh komen post saya ini masih relevan gak dengan sub bahasan KA Penataran? Big Grin coz di berita Radar Malang itu memang pembahasannya berupa kebijakan pemesanan tiket utk KA lokal baik Penataran maupun Rapih Dhoho.

ya paling tidak ada usaha dari PT.KA untuk menyosialisasikan kebijakan ini Big Grin


RE: KA Penataran - oke_sr - 09-02-2013

(06-02-2013, 05:00 PM)CC-201-23 Wrote: GDG-KSB? dulu pernah ada perempuan yg ngomong2 sama gw, akhirnya dia ngasih gw berlembar-lembar tiket (karena gw minta 1 sama dia) trayeknya GDG-KSB dan sebaliknya. Ada yg pake logo lama & baru. Dia naik Penataran siang jam 11 (365) dengan tiket kereta sore (369). Apa kamu tahu kejadian itu?


ya paling tidak ada usaha dari PT.KA untuk menyosialisasikan kebijakan ini Big Grin

Kalau di Jabodetabek untuk KA lokal tidak ada beda antara tiket untuk keberangkatan pagi, siang, sore. Sebulanan lalu sih masih memakai tiket model karcis kertas seperti KRL dengan dimensi lebih besaran dikit. Entah sekarang, belum nyoba lagi joyride memakai KA lokal(Patas Purwakarta, dll).

Btw, setelah kebijakan baru ini, dan desain tiket yang berbeda. Masih ada kasus gak yah berupa penumpang bertiket tidak mendapat tempat duduk, karena tempat duduknya diambil orang(entah sesuai dengan nomor bangku, atau ngambing)...


RE: KA Penataran - CC-201-23 - 09-02-2013

(09-02-2013, 10:54 AM)oke_sr Wrote:
(06-02-2013, 05:00 PM)CC-201-23 Wrote: GDG-KSB? dulu pernah ada perempuan yg ngomong2 sama gw, akhirnya dia ngasih gw berlembar-lembar tiket (karena gw minta 1 sama dia) trayeknya GDG-KSB dan sebaliknya. Ada yg pake logo lama & baru. Dia naik Penataran siang jam 11 (365) dengan tiket kereta sore (369). Apa kamu tahu kejadian itu?


ya paling tidak ada usaha dari PT.KA untuk menyosialisasikan kebijakan ini Big Grin

Kalau di Jabodetabek untuk KA lokal tidak ada beda antara tiket untuk keberangkatan pagi, siang, sore. Sebulanan lalu sih masih memakai tiket model karcis kertas seperti KRL dengan dimensi lebih besaran dikit. Entah sekarang, belum nyoba lagi joyride memakai KA lokal(Patas Purwakarta, dll).

Btw, setelah kebijakan baru ini, dan desain tiket yang berbeda. Masih ada kasus gak yah berupa penumpang bertiket tidak mendapat tempat duduk, karena tempat duduknya diambil orang(entah sesuai dengan nomor bangku, atau ngambing)...

Kayaknya yg buat kebijakan terkesan sudha nti dengan tiket manual. Cu ma ga ada jaminan kalo 100% penumpang tetap mendapatkan TD


RE: KA Penataran - oke_sr - 09-02-2013

(09-02-2013, 12:13 PM)CC-201-23 Wrote: Kayaknya yg buat kebijakan terkesan sudha nti dengan tiket manual. Cu ma ga ada jaminan kalo 100% penumpang tetap mendapatkan TD

Ouw, kalau kayak gini mau gak mau harus bersiap diri naik KA sebelum 'stasiun besar' kalau ingin memiliki kans dapat tempat duduk. Misal jika ingin ke Surabaya gak usah naik Penataran dari Stasiun Malang Kotabaru, cukup dari Malang Kotalama Big Grin Dulu cara ini sebagian besar sukses digunakan jika khawatir gak kebagian TD, gak tahu kalau sekarang


RE: KA Penataran - tommy_rachmawan - 12-02-2013

(09-02-2013, 01:02 PM)oke_sr Wrote:
(09-02-2013, 12:13 PM)CC-201-23 Wrote: Kayaknya yg buat kebijakan terkesan sudha nti dengan tiket manual. Cu ma ga ada jaminan kalo 100% penumpang tetap mendapatkan TD

Ouw, kalau kayak gini mau gak mau harus bersiap diri naik KA sebelum 'stasiun besar' kalau ingin memiliki kans dapat tempat duduk. Misal jika ingin ke Surabaya gak usah naik Penataran dari Stasiun Malang Kotabaru, cukup dari Malang Kotalama Big Grin Dulu cara ini sebagian besar sukses digunakan jika khawatir gak kebagian TD, gak tahu kalau sekarang

itukan dulu masssss
kelebihan dari sistem sekarang kan meskipun dapet tiket tanpa tempat duduk pada akhirnya dapet tempat duduk (minimal d kereta makan)dan gak usah pergi ke stasiun kota lama kalo emang rumahnya lebih deket ke kota baru


RE: KA Penataran - CC-201-23 - 12-02-2013

(12-02-2013, 11:17 AM)tommy_rachmawan Wrote:
(09-02-2013, 01:02 PM)oke_sr Wrote:
(09-02-2013, 12:13 PM)CC-201-23 Wrote: Kayaknya yg buat kebijakan terkesan sudha nti dengan tiket manual. Cu ma ga ada jaminan kalo 100% penumpang tetap mendapatkan TD

Ouw, kalau kayak gini mau gak mau harus bersiap diri naik KA sebelum 'stasiun besar' kalau ingin memiliki kans dapat tempat duduk. Misal jika ingin ke Surabaya gak usah naik Penataran dari Stasiun Malang Kotabaru, cukup dari Malang Kotalama Big Grin Dulu cara ini sebagian besar sukses digunakan jika khawatir gak kebagian TD, gak tahu kalau sekarang

itukan dulu masssss
kelebihan dari sistem sekarang kan meskipun dapet tiket tanpa tempat duduk pada akhirnya dapet tempat duduk (minimal d kereta makan)dan gak usah pergi ke stasiun kota lama kalo emang rumahnya lebih deket ke kota baru

kan sekarang cuma bawa 3 K3+KP3/KMP3+aling2. Jadi kursi yg tdk dijual cukup besar, apalagi dengan ketiadaan karcis manual seperti saat ini.

Oh ya, ternyata tiket Penataran (dan juga Doho) biarpun udah pake RTS, tapi ngga dibuka di saluran eksternal (swalayan, situs internet, dsb)