RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - jadrians - 26-08-2010
(23-08-2010, 04:11 PM)SepurHolic Wrote: Ngangkutnya pake gerbong ketel? Emang gak karatan tuh? Kalopun pake ketel yang baru, pasti lama2 karatan juga laaah..
Bahannya ya besi Stainless lah seperti yg dipakai saat ini ama truk2 yg angkut Air dari Cicurug ke Wanaherang...
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - Narendro Anindito - 23-09-2010
gerbongnya pake PPCW kang.... tp molor pengoperasiannya dikarnakan PPCW pesanan PT KA belum selesai digarap oleh INKA
Quote:PTKA Berpotensi Kehilangan Rp 17 M
29 Juni 2010 | 09.09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api (Persero) atau PTKA kehilangan potensi pendapatan Rp 17 miliar karena belum terealisasinya angkutan air minum dalam kemasan merek Aqua dari Stasiun Ceper, Klaten menuju Stasiun Jakarta Gudang. Padahal kontrak dengan produsen air mineral sudah diteken diawal tahun ini.
Direktur Komersial PTKA Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, tertundanya pekerjaan mengangkut air mineral itu karena gerbong kereta pengangkut barang tanpa atap dan dinding samping (PPCW) yang dipesannya sebanyak 70 unit dari PT Industri Kereta Api (Inka) belum selesai dikerjakan.
"Tahun ini kami pesan 70 unit PPCW dari Inka. Bukan hanya untuk angkutan air mineral, tetapi untuk seluruh bisnis angkutan barang PTKA. Diharapkan Semester II ini sebagian sudah mulai dikirimkan sehingga angkutan air minum bisa jalan," kata Wimbo, Senin (28/6/2010).
Sayangnya, Wimbo enggan menyebut harga per unit PPCW yang dibelinya dari Inka. Namun, penelusuran yang dilakukan Kontan menyebutkan harga per unit gerbong jenis itu adalah Rp 545 juta sampai Rp 817 juta.
Namun, Ia memastikan tersendatnya pengiriman PPCW oleh Inka tidak akan berpengaruh terhadap kontrak angkutan air mineral di lintas tersebut. "Karena kami dibayar per kilometer keberangkatan. Kalau belum diberangkatkan ya kami tidak dapat bayaran," jelasnya.
Menurut Wimbo, jika armada sudah siap maka PTKA siap mengirimkan satu rangkaian kereta terdiri dari 15 gerbong dengan kapasitas 40 ton per gerbong. (Gentur Putro Jati/Kontan)
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - Agung - 23-09-2010
PPCW barunya baru di test run hari ini tuh........kurang tau brapa unit yg keluar.......
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - van Baso - 23-09-2010
(23-08-2010, 04:11 PM)SepurHolic Wrote: Ngangkutnya pake gerbong ketel? Emang gak karatan tuh? Kalopun pake ketel yang baru, pasti lama2 karatan juga laaah..
pH (derajat keasaman) air mineral antara 6,5-7,5 (rata2 pH 7,0) termasuk netral, dan kecil kemungkinan terkontaminasi oleh senyawa lain, karena ketel sebelum diisi dibilas terlebih dahulu.
gerbong ketelnya pasti terbuat dari Staeinless Steel (diharapkan stainless 316), saya berani bilang ga akan karatan bila proses pembuatan gerbong dilakukan sesuai SOP dan perawatan gerbongnya dilakukan secara berkala
(23-09-2010, 10:20 PM)Narendro Anindito Wrote: gerbongnya pake PPCW kang.... tp molor pengoperasiannya dikarnakan PPCW pesanan PT KA belum selesai digarap oleh INKA
[spoiler]Quote:PTKA Berpotensi Kehilangan Rp 17 M
29 Juni 2010 | 09.09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api (Persero) atau PTKA kehilangan potensi pendapatan Rp 17 miliar karena belum terealisasinya angkutan air minum dalam kemasan merek Aqua dari Stasiun Ceper, Klaten menuju Stasiun Jakarta Gudang. Padahal kontrak dengan produsen air mineral sudah diteken diawal tahun ini.
Direktur Komersial PTKA Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, tertundanya pekerjaan mengangkut air mineral itu karena gerbong kereta pengangkut barang tanpa atap dan dinding samping (PPCW) yang dipesannya sebanyak 70 unit dari PT Industri Kereta Api (Inka) belum selesai dikerjakan.
"Tahun ini kami pesan 70 unit PPCW dari Inka. Bukan hanya untuk angkutan air mineral, tetapi untuk seluruh bisnis angkutan barang PTKA. Diharapkan Semester II ini sebagian sudah mulai dikirimkan sehingga angkutan air minum bisa jalan," kata Wimbo, Senin (28/6/2010).
Sayangnya, Wimbo enggan menyebut harga per unit PPCW yang dibelinya dari Inka. Namun, penelusuran yang dilakukan Kontan menyebutkan harga per unit gerbong jenis itu adalah Rp 545 juta sampai Rp 817 juta.
Namun, Ia memastikan tersendatnya pengiriman PPCW oleh Inka tidak akan berpengaruh terhadap kontrak angkutan air mineral di lintas tersebut. "Karena kami dibayar per kilometer keberangkatan. Kalau belum diberangkatkan ya kami tidak dapat bayaran," jelasnya.
Menurut Wimbo, jika armada sudah siap maka PTKA siap mengirimkan satu rangkaian kereta terdiri dari 15 gerbong dengan kapasitas 40 ton per gerbong. (Gentur Putro Jati/Kontan)
[/spoiler]
Perasaan yang lagi HOT ketel dari Cicurug ke Jakarta , ko tiba2 ada berita ketel air mineral dari Ceper ke Jakarta Gudang? jadi mana yg bener, apa dua-duanya bener?????
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - Narendro Anindito - 23-09-2010
saya juga malah baru tau..... tapi di Ceper, Klaten jg ada sumber air.... mungkin yg dari Ceper jg mau diangkut dg KA.
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - ahmadi - 23-09-2010
(23-09-2010, 10:42 PM)van Baso Wrote: (23-08-2010, 04:11 PM)SepurHolic Wrote: Ngangkutnya pake gerbong ketel? Emang gak karatan tuh? Kalopun pake ketel yang baru, pasti lama2 karatan juga laaah..
pH (derajat keasaman) air mineral antara 6,5-7,5 (rata2 pH 7,0) termasuk netral, dan kecil kemungkinan terkontaminasi oleh senyawa lain, karena ketel sebelum diisi dibilas terlebih dahulu.
gerbong ketelnya pasti terbuat dari Staeinless Steel (diharapkan stainless 316), saya berani bilang ga akan karatan bila proses pembuatan gerbong dilakukan sesuai SOP dan perawatan gerbongnya dilakukan secara berkala
(23-09-2010, 10:20 PM)Narendro Anindito Wrote: gerbongnya pake PPCW kang.... tp molor pengoperasiannya dikarnakan PPCW pesanan PT KA belum selesai digarap oleh INKA
[spoiler]Quote:PTKA Berpotensi Kehilangan Rp 17 M
29 Juni 2010 | 09.09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api (Persero) atau PTKA kehilangan potensi pendapatan Rp 17 miliar karena belum terealisasinya angkutan air minum dalam kemasan merek Aqua dari Stasiun Ceper, Klaten menuju Stasiun Jakarta Gudang. Padahal kontrak dengan produsen air mineral sudah diteken diawal tahun ini.
Direktur Komersial PTKA Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, tertundanya pekerjaan mengangkut air mineral itu karena gerbong kereta pengangkut barang tanpa atap dan dinding samping (PPCW) yang dipesannya sebanyak 70 unit dari PT Industri Kereta Api (Inka) belum selesai dikerjakan.
"Tahun ini kami pesan 70 unit PPCW dari Inka. Bukan hanya untuk angkutan air mineral, tetapi untuk seluruh bisnis angkutan barang PTKA. Diharapkan Semester II ini sebagian sudah mulai dikirimkan sehingga angkutan air minum bisa jalan," kata Wimbo, Senin (28/6/2010).
Sayangnya, Wimbo enggan menyebut harga per unit PPCW yang dibelinya dari Inka. Namun, penelusuran yang dilakukan Kontan menyebutkan harga per unit gerbong jenis itu adalah Rp 545 juta sampai Rp 817 juta.
Namun, Ia memastikan tersendatnya pengiriman PPCW oleh Inka tidak akan berpengaruh terhadap kontrak angkutan air mineral di lintas tersebut. "Karena kami dibayar per kilometer keberangkatan. Kalau belum diberangkatkan ya kami tidak dapat bayaran," jelasnya.
Menurut Wimbo, jika armada sudah siap maka PTKA siap mengirimkan satu rangkaian kereta terdiri dari 15 gerbong dengan kapasitas 40 ton per gerbong. (Gentur Putro Jati/Kontan)
[/spoiler]
Perasaan yang lagi HOT ketel dari Cicurug ke Jakarta , ko tiba2 ada berita ketel air mineral dari Ceper ke Jakarta Gudang? jadi mana yg bener, apa dua-duanya bener????? 
Baso,,Baso,,
Air tanah di Indonesia tidak ada yang ber pH netral, mayoritas dibawah 7.
Mungkin tahap awal PPCW akan mengganti truk yang biasa bawa galon. Soalnya di Cicurug hanya produksi dalam bentuk galon dan air baku. Air baku ini biasanya dibawa pakai truk tangki, untuk dikemas menggunakan kemasan botol atau cup.
Kira-kira sehari bisa berapa trip?
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - van Baso - 23-09-2010
(23-09-2010, 11:17 PM)ahmadi Wrote: Baso,,Baso,,
Air tanah di Indonesia tidak ada yang ber pH netral, mayoritas dibawah 7.
[spoiler]Mungkin tahap awal PPCW akan mengganti truk yang biasa bawa galon. Soalnya di Cicurug hanya produksi dalam bentuk galon dan air baku. Air baku ini biasanya dibawa pakai truk tangki, untuk dikemas menggunakan kemasan botol atau cup.[/spoiler]
Kira-kira sehari bisa berapa trip?
kan gw nulis 6,5-7,5 
anggap aja produksi sehari 5000ton air mineral trus berat botol dianggap ga ada, kalo tiap truk sanggup 50ton berarti ada 100 truk ngangkut tu air mineral. kalo pake ketel, (anggap ketel sanggup angkut 50ton) ya ga beda jauh
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - ahmadi - 23-09-2010
(23-09-2010, 11:38 PM)van Baso Wrote: (23-09-2010, 11:17 PM)ahmadi Wrote: Baso,,Baso,,
Air tanah di Indonesia tidak ada yang ber pH netral, mayoritas dibawah 7.
[spoiler]Mungkin tahap awal PPCW akan mengganti truk yang biasa bawa galon. Soalnya di Cicurug hanya produksi dalam bentuk galon dan air baku. Air baku ini biasanya dibawa pakai truk tangki, untuk dikemas menggunakan kemasan botol atau cup.[/spoiler]
Kira-kira sehari bisa berapa trip?
kan gw nulis 6,5-7,5 
anggap aja produksi sehari 5000ton air mineral trus berat botol dianggap ga ada, kalo tiap truk sanggup 50ton berarti ada 100 truk ngangkut tu air mineral. kalo pake ketel, (anggap ketel sanggup angkut 50ton) ya ga beda jauh
Maksudnya KA nya? Kan nariknya 2 tahap.
Cicurug-BOO pakai lok BB yang cuma bawa entah 2 atau 4 PPCW tiap trip, berapa trip sehari?
BOO-JAKG pakai lok CC entah berapa PPCW satu trip, sehari berapa trip?
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - angga caesar - 24-09-2010
klo gini gg akan ada krisis air minum lg dong ..
 
RE: Rencana Pengoperasian KA Aqua - ahmadi - 24-09-2010
(24-09-2010, 11:31 AM)angga caesar Wrote: klo gini gg akan ada krisis air minum lg dong ..
  
yang krisis air tuh warga sekitar pabrik, karena air tanahnya habis disedot untuk dijual sebagai air mineral. Orang sana, wudhu saja susah karena sumurnya kering.
|