![]() |
|
Transportasi Massal Versus Kemacetan - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Transportasi Massal Versus Kemacetan (/showthread.php?tid=4130) |
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - ArvendoGTASA - 18-12-2011 Intinya cuman satu gan. Selama masyarakat masih mementingkan individualitas dan gengsi, transportasi massal manapun pasti akan kurang peminatnya. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - Adolph - 18-12-2011 (18-12-2011, 06:25 AM)ArvendoGTASA Wrote: Intinya cuman satu gan. Selama masyarakat masih mementingkan individualitas dan gengsi, transportasi massal manapun pasti akan kurang peminatnya. maaf mas, jujur, saya kurang senang dngan komentar yg semacam ini ..tolong jngan hanya melihat permasalahan semacam ini dari satu sisi saja, mngkin memang ada behaviour masyarakat yg seperti anda sebutkan, tapi cobalah lihat dari sisi yg lainnya, gunakanlah kata tanya "why" dlm menganalisis fenomena behaviour masyarakat ini, jangan hanya menggunakan kata tanya "what",,mengapa sampai masyarakat bersikap seperti itu,, karena itu, lihat juga dari sisi lyg lain, seperti ketersediaan transportasi masal yg memadai...di luar negeri, masyarakat banyak menggunakan transportasi publik bukan semata karena rendahnya gengsi atau individualisme atau karena harga bbm mahal, tetapi lebih karena memang telah tersedia sarana transportasi publik yg memadai. beberapa orang yg saya temui(di kota saya surabaya), termasuk teman dn saudara saya sendiri bahkan mengatakan, bahwa mereka sbenarnya mau dn senang menggunakan transportasi publik jika memang ada transporatsi publik yg baik dn menjangkau berbagai tempat di penjuru kota jadi, tolong jangan langsung dngan mudahnya menghakimi dn menyalahkan masyarakat kita, apalagi sampai menyatakan bahwa faktor behaviour masyarakat yg seperti ini adalah satu2nya inti dari permasalahan ini, ...no offensemohon maaf sebelumnya RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - mas_bagus_ajah - 18-12-2011 (18-12-2011, 06:25 AM)ArvendoGTASA Wrote: Intinya cuman satu gan. Selama masyarakat masih mementingkan individualitas dan gengsi, transportasi massal manapun pasti akan kurang peminatnya. Maaf mas, Indonesia bukan hanya Jakarta saja. Tidak semua warga Indonesia punya watak seperti yang mas sebutkan. Buktinya saat ini Yogya adalah tempat dengan moda transportasi massal paling sukses se-Indonesia. Tapi tetap saja, sayangnya mayoritas bukan rail-based disana. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - ady_mcady - 03-07-2012 menjelang pilkada dki sebentar lagi, dari 6 kandidat cagub yang bersaing, untuk masalah mengatasi kemacetan dan khususnya yang berhubungan dengan moda rel, hanya ada 2 calon saja yang saya anggap punya ide yang unik dan berbeda dengan calon lain yang terkesan normatif seperti optimalisasi krl dan busway, pembangunan mrt dan monorel, peremajaan angkot dan bus kota, dll. 2 calon tersebut adalah: -joko widodo: mengganti beberapa koridor busway dengan trem. -faisal basri: membangun rel lingkar 2 (jorr2 = jakarta outer ring railway 2) diluar dki. keduanya juga punya kesamaan: sama-sama menolak 100% pembangunan 6 ruas tol tengah kota di jakarta. nah, kalau diluar konteks pilkada dki, ketua umum golkar yang kemarin baru mengumumkan menjadi bakal calon presiden 2014, aburizal bakrie, kembali mengeluarkan ide yang dulu pernah digagas sebelum krisis 1998, yaitu konsep triple decker untuk mengatasi kemacetan. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - peseg5 - 03-07-2012 Kalau program rel KA lingkar luar 2 bukannya itu diluar domainnya DKI? Bagaimana mungkin program itu bisa terwujud tanpa adanya persetujuan dengan daerah2 penyangga dan pemerintah pusat karena sifatnya lintas daerah? RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - senofigo - 09-07-2012 (03-07-2012, 02:12 PM)ady_mcady Wrote: menjelang pilkada dki sebentar lagi, dari 6 kandidat cagub yang bersaing, untuk masalah mengatasi kemacetan dan khususnya yang berhubungan dengan moda rel, hanya ada 2 calon saja yang saya anggap punya ide yang unik dan berbeda dengan calon lain yang terkesan normatif seperti optimalisasi krl dan busway, pembangunan mrt dan monorel, peremajaan angkot dan bus kota, dll. Paling janji manis belaka,.......emang gampang ngebebasin tanah warga + duitnya paling di korupsi,..... ![]()
|