![]() |
|
Transportasi Massal Versus Kemacetan - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Transportasi Massal Versus Kemacetan (/showthread.php?tid=4130) |
Transportasi Massal Versus Kemacetan - ady_mcady - 25-05-2010 ada artikel menarik dari http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/16/03111352/Transportasi.Massal.Versus..Kemacetan Quote:Transportasi Massal Versus Kemacetan RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - m_ilhami - 25-05-2010 jaringan rel kita nggak nambah-nambah..Monorail, MRT masih impian... RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - rifqipahlevie - 25-05-2010 jalan tol tidak mengatasi Masalah RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - tjcdes2009 - 25-05-2010 Pembuatan jalan tol berarti hanya memindahkan kemacetan ke tempat yg laen yg ga da sisi ramah lingkungan karena pencemaran. Saya ingin mengajak para Railfans utk bs membuka mata para pejabat di Dishub, PU dll agar mereka tdk mnguntungkan bwt diri sndiri ato yg lain tp menguntungkan para pengguna jalan khususnya yg biasa memakai kreta baik MRT monorel dll. bahwa dgn kereta lingkungantidak tercemar. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - g10d - 25-05-2010 Ternyata jalan tol tidak menyelesaikan masalah untuk kemacetan, malah nambah masalah. Kenapa di Indonesia sangat menggebu-gebu bikin jalan tol? Sudah jelas di Negara tetangga ajah mulai pindah pada angkutan masal. disitu disebutkan jalan tol adalah konsep usang yang hanya bisa mengatasi kemacetan sesaat. Selanjutnya ya macet lagi. Kan di Jakarta sudah terjadi, waktu tol dalam kota pertama jadi jakarta kelihatan lancar, tapi apa yang terjadi sekarang? Macet lagi. Dulu tol Jakarta Tangerang waktu pertama jadi juga lancar golencar... tapi bagaimana sekarang? sudah tau jawabannya .... macet lagi. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - bagus70 - 26-05-2010 Waduh...ini topik pembahasan yang sudah saya ketahui 10 tahun terakhir...dan nggak ada habisnya. Kalau KA komuter seperti KRL pingin dimodel seperti Malaysia, ya hapus aja KRL ekonominya. Jadi semua KRL ber-AC, dan harus ada zero tolerance buat ketidak tertiban di stasiun-stasiunnya. Kedengaran kontroversial, tapi dengan KRL ber-AC semua, saya yakin banyak pengguna jalan raya beralih ke KRL. Alasannya banyak pengguna jalan ingin kenyamanan tempat ber-AC, tapi pingin bebas macet. Di Malaysia, KRL berhenti di semua stasiun, tapi ber-AC semua (termasuk LRT dan bus). RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - ady_mcady - 26-05-2010 yang membuat saya tertarik adalah hipotesis seoul dan boston, yang menyarankan pembongkaran jalan tol dan menggantinya dengan transportasi massal berbasis rel sepertinya bertentangan 180 derajat dengan hipotesis dahlan iskan yang justru ingin mencabuti seluruh rel ka untuk di ganti dengan jalan tol. RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - Dana Komuter - 27-05-2010 Kalau boleh tau di Malaysia orang2 bergengsi itu ada seberapa banyak sih??? Dengan beralih ke moda transportasi massal seperti LRT di antaranya, apakah mampu menghapus orang bergengsi yang notabene identik dg mobil pribadi disertai sopir pribadi mrk? Maksud aku di Malahsia yah... Backpacker, orang kantoran berkemeja dan orang kantoran berjas dg setelan dasinya lebih banyak mana dalam kurun waktu 5 hari seminggu di Kuala Lumpur emangnya? Pengecualian hari libur kerja pasti dipenuhi mrk yg menyertakan ayah ibu dan anak mrk yah... Padahal khususnya di Jakarta tiada kekurangannya... Turun di Cikini deket Planetariun. Turun di Tn. Abang deket pabrik (≖᷆︵︣≖) atau pun pasar bergengsi kelas Asia. Turun di Beos deket Museum Fatahillah. Seenggaknya biar kata enggak menikmati seisi museum2 yg ada, tapi khan mrk punya taman yang luas di pekarangan luar museum. Bisa sgb obyek wisata... Tapi notabene... mrk datang dg busway, mobil pribadi yg diparkir di area silang Monas. Mobil diparkir di area Senayan. Jarang sekali yg datang dg transportasi massal kyk KRL yah... RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - ady_mcady - 29-05-2010 (27-05-2010, 09:07 AM)Dana Komuter Wrote: Kalau boleh tau di Malaysia orang2 bergengsi itu ada seberapa banyak sih??? Dengan beralih ke moda transportasi massal seperti LRT di antaranya, apakah mampu menghapus orang bergengsi yang notabene identik dg mobil pribadi disertai sopir pribadi mrk? Maksud aku di Malahsia yah... Backpacker, orang kantoran berkemeja dan orang kantoran berjas dg setelan dasinya lebih banyak mana dalam kurun waktu 5 hari seminggu di Kuala Lumpur emangnya? Pengecualian hari libur kerja pasti dipenuhi mrk yg menyertakan ayah ibu dan anak mrk yah... @dana, busway memberikan akses poin yang lebih banyak dan bervariasi ketimbang krl. kalo dilihat peta jakarta, kawasan2 penting jakarta hanya dilalui oleh beberapa stasiun krl. yang paling mencolok ya kawasan sudirman thamrin itu yang hanya punya stasiun sudirman saja. busway? perhatikan semua koridor busway, 90 % melewati kawasan penting mulai dari cbd, perniagaan, rekreasi, pemukiman, terminal bus, dll. sebenarnya kalau jalurnya bisa steril 100%, saya jamin jakarta gak butuh mrt. cukup busway saja. nyatanya tidak demikian. idealnya, seluruh koridor busway diganti oleh mrt. cuma kumpulkan dulu 50 tril buat merealisasikannya. hehehe... RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - denzuko - 29-05-2010 klo jalan tol kan masukannya bnyk tuh, dr Pajak kendaraan, pabrik ban, olie, mobil, spare part, dll tp klo berbasis rel cuma beberapa departemen aja yg dapet. sy kepikirian gmn klo jalur bus way diganti pake tram, trus si jalan betonnya dibongkar ganti rumput, sy yakin jalurnya g akan diserobot oleh pemakai jalan lain dan waktu tempuh bisa cepat. sy jd inget ada seorang pedagang asongan di KA Serayu dia bilang " Maju atau ngga nya suatu negara mesti lihat dari transportasi masalnya, dan Kereta Api salah satunya yang mencerminkan kemajuan suatu bangsa tsb" |