Semboyan35 Indonesian Railfans
Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Kegiatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=10)
+---- Forum: Laporan Perjalanan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=42)
+---- Thread: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 (/showthread.php?tid=7672)

Pages: 1 2 3 4


Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 23-08-2012

Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape I

Pagi itu, 17 Agustus 2012 pukul 07.30 saya telah tiba di kantor Pusat di kawasan Slipi untuk mengikuti Upacara Bendera HUT RI ke-67. Andaikan hari itu tidak mengikuti upacara bendera, barangkali saya sudah cabut ke Jogja. Setelah selesai upacara, saya bergegas pulang ke kontrakan di daerah Kalibata. Pukul 11 siang, setelah selesai berbenah kontrakan, saya langsung berangkat mudik. Dari kontrakan, saya jalan kaki menuju seberang Mal Kalibata. Tidak beberapa lama kemudian saya sudah duduk di Kopaja 57 yang membawa ke Terminal Kampung Rambutan. Di depan PGC hingga Pasar Rebo, perjalanan tersendat karena kepadatan lalu-lintas. Pukul 12.00 tibalah saya di Terminal Kampung Rambutan.

Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape II (Jakarta-Bandung)

Begitu tiba di Terminal Kampung Rambutan, tampaklah ribuan manusia telah berkumpul di sana menantikan bis yang akan membawa mereka ke kampung halaman. Sayapun menunggu bis tujuan Bandung. Di terminal itu, tidak tampak sama sekali bis Jurusan Bandung sehingga yang menunggu cukup banyak. Kira-kira pukul 12.30 datanglah sebuah minibus yang bertuliskan Pariwisata, namanya lupa, dan berhenti di bagian pemberangkatan Jurusan Bandung. Tampaklah beberapa orang berteriak-teriak menawarkan bis tersebut dengan kata-kata "Bandung...., Bandung...., Bandung....!" Bergegaslah saya bersama puluhan calon penumpang lain berebut naik bis kecil itu. Beruntunglah saya karena dapat tempat duduk paling depan, samping sopir. Setelah penuh, tak berapa lama kemudian berangkatlah bis kecil itu.
Keluar dari terminal Kp. Rambutan, bis kecil itu menuju Pasar Rebo untuk berputar arah ke timur. Akhirnya bis kecil itu masuk Tol Jagorawi arah Selatan. Setelah berjalan di tol, tak beberapa lama kemudian ternyata bis kecil itu keluar pintu tol Cibubur. Dari pintu tol Cibubur, bis melewati Bumi Perkemahan Cibubur - Taman Buah Mekar Sari - Lingkar Luar Cianjur - Cimahi - Masuk Pintu Tol Padalarang - Keluar Pintu Tol Leuwi Panjang - berakhir di Terminal Leuwi Panjang.
Ternyata tarif untuk semua penumpang bus kecil itu dipukul rata Rp 55.000 bagi yang turun dimanapun. Perjalanan dari Kp. Rambutan hingga Cianjur relatif lancar. Kondisi jalan yang berkelok-kelok naik-turun namun tidak begitu ramai di Lingkar Luar Cianjur cukup meredakan kelelahan penumpang karena dusuguhi hijaunya pemandangan disekitar. Kiranya jalur ini dapat dijadikan pertimbangan sebagai jalur alternatif Jakarta - Bandung jika terjadi kemacetan di Ciawi - Puncak atau di Tol Sadang. Keluar Cianjur, ketemu jalur utama Sukabumi - Bandung, lalu-lintas ramai lancar. Begitu sampai di daerah Cimahi hingga Pintu Tol Padalarang, bis kecil kami berjalan merayap karena kepadatan lalu-lintas. Begitu masuk Pintu Tol Padalarang hingga terminal Leuwi Panjang, Bandung, perjalanan cukup lancar. Ada insiden kecil ketika bis kecil ini akan masuk terminal, bis ini dihentikan Pak Polisi ditanyai surat ijin trayeknya. setelah STNK dan SIM ditahan Polisi, bis kecil ini diperbolehkan masuk terminal.

Bersambung.....


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 23-08-2012

Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape III (Terminal Leuwi Panjang - Stasiun Hall,Bandung)

Perjalanan Jakarta - Bandung ditempuh kurang-lebih 4,5 jam. Sampai terminal Leuwi Panjang jam 17.00.

Begitu turun dari bis mungil itu saya langsung bergegas menuju bis Damri jurusan Leuwipanjang - Dago. Setelah menunggu kira-kira 1/2 jam, akhirnya Damri itupun bergerak meninggalkan Leuwipanjang menuju Dago yang melalui rute Stasiun Hall, Bandung. Tetapi belum sampai Sta. Hall, saya minta turun di suatu daerah yang terdapat penjual Batagor terkenal, rencananya mau mengoleh-olehi keluarga di Jogja dan Solo dengan batagor. Setelah turun dari Damri, saya berjalan masuk ke suatu jalan kecil menuju warung batagor itu, namun begitu sampai disana ternyata warungnya tutup selama libur lebaran. Mengetahui batagornya tutup, saya berencana menuju warung batagor terkenal lain di kota Bandung, tetapi mengingat waktu yang sempit akhirnya saya putuskan naik angkot menuju Sta. Hall. Begitu naik angkot, saya minta sopir angkot berhenti di toko penjual kue pisang bolen terkenal di Bandung yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Sta. Hall. Setelah membeli beberapa kotak kue pisang bolen sebagai obat kecewa nggak dapat batagor, saya berjalan kaki menuju pintu depan Sta. Hall. Sesampainya di gerbang masuk Stasiun, saya mengisi perut dulu dengan gulai kambing di warung sate yang ada di gerbang Stasiun.
Ternyata oh ternyata yaa....masyarakat Bandung tu yang saya temui sebagian besar berbahasa Jawa. Mulai dari sopir bis Damri, sopir angkot, mbak-mbak pegawai toko kue bolen, dan ibu penjual gulai kambing semuanya berbahasa Jawa Tengahan.

Setelah selesai makan, saya bergegas masuk stasiun. Dan lagi-lagi bapak penjaga pintu masuk bisa berbahasa Jawa juga.....

Didalam Stasiun, saya lihat jam tangan menunjukkan pukul 19.00. masih ada waktu 1 jam sebelum KA Lodaya Malam Reguler diberangkatkan. Di situ masih stabling KA Turangga yang akan diberangkatkan ke Gubeng Surabaya dan KRD entah apa namanya (maklum saya tidak menguasai seluk-beluk DAOP II). Mengingat waktu yang cukup luang, saya segera mencari tempat mandi karena badan saya waktu itu sudah kucel dan untuk mengembalikan kesegaran setelah perjalanan dari Jakarta. Akhirnya setelah cari kesana-kesini, saya menemukan tempat mandi.....yaitu kamar mandi ruang tunggu eksekutif. Selesai mandi, ternyata KA Lodaya Malam Reguler yang akan saya naiki sudah stabling, sedangkan Turangga sudah berangkat. Saya tidak segera naik ke dalam kereta, tetapi masih duduk-duduk sambil minum hot chocolate dan merokok di dekat peron masuk. Selang beberapa lama kemudian terdengar pengumuman bahwa KA Lodaya dari Bandung tujuan Solo Balapan akan segera diberangkatkan, saya bergegas naik ke Bisnis 3. Ketika akan naik kereta, saya bertemu dengan rekan Semboyan 35 juga dari Bandung yang menjadi sukarelawan yang bertugas memandu penumpang yang akan naik kereta. Salam Hangat buat rekan Semboyan 35 yang mohon maaf sekali saya lupa namanya, maklum udah lemot pikirannya. Dalam Bisnis 3, saya dapat tempat duduk dekat pintu depan sehingga dekat ke kamar mandi. Kebetulan saya bersebelahan dengan seorang perwira muda dari sebuah kesatuan di Pulau Kalimantan yang hendak mudik ke Magelang. Tampak raut kebahagiaan terpancar di wajahnya karena akan bertemu dengan keluarganya di hari Lebaran dan berangkat dari Sta. Bandung dengan dilepas oleh kekasihnya dan orang tua kekasihnya.

Bersambung.......


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - hilmi.irawan - 23-08-2012

Akan lebih baik jika disertai foto, sehingga akan menambah kesan "dramatis" jadi sensasi naik kereta akan lebih terasa...


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - CC-201-23 - 25-08-2012

Dibeli kapan tiketnya, jadi harus mudik lewat Bandung naik Lodaya?


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 27-08-2012

(23-08-2012, 06:03 PM)hilmi.irawan Wrote: Akan lebih baik jika disertai foto, sehingga akan menambah kesan "dramatis" jadi sensasi naik kereta akan lebih terasa...

Iya, memang seharusnya begitu ya. Tapi maaf, karena keterbatasan teknologi yang saya miliki (cuman pake foto HP, gambarnya sangat nggak jelas) jadi saya ragu kalo mau mengupload. Padahal dalam perjalanan ini, saya banyak mengalami moment luar biasa lhooo....

(25-08-2012, 05:34 AM)CC-201-23 Wrote: Dibeli kapan tiketnya, jadi harus mudik lewat Bandung naik Lodaya?

Ini tadinya saya ragu apakan 17 Agustus, kantor saya akan ada upacara bendera atau enggak. Kalo enggak, saya pulang tgl 16 Agustus sore, kalo iya saya pulang tgl 17 Agustus, jadinya saya beli tiketnya nggak bisa jauh-jauh hari. Akibatnya dapetnya ya Lodaya Malam.


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - CC-201-23 - 27-08-2012

Oh ya, apakah nama lengkapnya TS ini adalah Rinaldi Hanafi? kayaknya di forum sebelah ada deh nama itu...


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 27-08-2012

(27-08-2012, 11:16 AM)CC-201-23 Wrote: Oh ya, apakah nama lengkapnya TS ini adalah Rinaldi Hanafi? kayaknya di forum sebelah ada deh nama itu...

Bukan Bos, aku cuman anggota forum ini.


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 29-08-2012

Maaf lama banget nunggunya yaa....maklum kerjaan bertubi-tubi datangnya.

Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape IV (Stasiun Hall,Bandung - Stasiun Tugu, Yogyakarta)

Tepat pukul 20.00 WIB KA Lodaya bergerak meninggalkan Sta. Hall menuju timur. Selang beberapa menit kemudian kereta berhenti di Sta. Kiara Condong. Setelah menaikkan penumpang, kereta berjalan lagi. Beberapa menit kemudian, kereta berhenti di Sta. Rancaekek. Di stasiun ini kereta menaikkan beberapa orang dan selang beberapa lama kemudian silangan dengan KRD yang entah apa namanya. Setelah silangan, keretapun berjalan lagi.
Saya pun mencoba beakrab-akrab ria dengan perwira muda yang usianya jauh di bawah saya dan baru saja mengawali tugasnya. Saya liat sekeliling, kursi kereta tampaknya penuh. Karena saya dapat kursi samping toilet dekat pintu maka suara berisik dan aroma khas toiletpun turut mewarnai perjalanan saya. Di bordes saya liat ada seseorang yang berdiri sambil memandang keluar. Ah....paling-paling penumpang yang jenuh duduk di kursi. Perwira muda di samping saya rupanya selesai mengikuti kursus di Jakarta dan ternyata juga mengawali perjalanan dari Jakarta, sama seperti saya.
Beberapa lama kemudian saya lihat di kereta depan, seorang kondektur muda menghampiri penumpang satu-persatu untuk memeriksa tiket. Kondektur itu diiringi oleh seorang Manager of Duty, dua orang Polsuska, dan dua orang Polisi bersenjata laras panjang.
Sesampai di bordes kereta saya, kondektur muda itu memeriksa tiket seorang penumpang yang berdiri di situ. Sayapun tidak memperhatikannya dan tetap asyik ngobrol dengan perwira muda di samping saya ini. Namun akhirnya saya mulai bertanya-tanya mengapa orang tersebut lamaaa...sekali diperiksa tiketnya sama kondektur itu. Tiba-tiba saya mendengar perdebatan yang seru antara kondektur dengan penumpang itu, tepat di hadapan saya. Saya mendengar kondektur itu berbicara dengan nada agak tinggi dengan penumpang itu. Cukup lama juga kejadiannya.
Setelah beberapa lama kemudian, selesailah drama itu dan kondektur melanjutkan pemeriksaannya. Pas memeriksa tiket saya, bertanyalah saya,"Ada apa, Pak?". "Itu Mas, tiket bapak itu harusnya untuk besok", jawab kondektur itu.
Ooh...
Setelah berjalan cukup lama, keretapun akhirnya berhenti di stasiun Cipandeuy. Stasiun kecil ini terlatak di jalur jalan raya antar kota Bandung - Tasikmalaya dengan pemandangan sangat indah. Meskipun stasiun ini kecil, tetapi banyak kereta yang berhenti normal di stasiun ini untuk pemeriksaan fisik setelah melalui medan yang cukup berat, naik-turun dan berkelok-kelok tajam.
Sembari menunggu pemeriksaan, saya melongok ke pintu dan saya lihat ada gerobag bakso pikulan di samping kereta. Iseng-iseng saya hampiri gerobak itu untuk membeli karena sedang butuh kehangatan badan. Namun setelah saya cari-cari dengan dibantu beberapa orang, batang hidung penjualnya nggak nongol-nongol akhirnya saya anulir keinginan untuk membeli bakso itu dan kembali ke kereta.
Begitu naik di kereta, tiba-tiba naik juga seorang ibu dengan membawa dagangan. Saya tanya jualan apa, Bu. Lalu dibukanya dagangan itu....ternyata sate. Sayapun tertarik dengan Sate ala Cipandeuy yang dijualnya itu. Sate itu berupa sate ayam pada umumnya, tetapi uniknya ada tambahan bimbu oncom pedas di dalamnya. Sayapun mencoba mencicipi sate itu, dan rasanyaaaa........SENSASIONAL. Sebenarnya saya punya foto kuliner ini di HP saya, tetapi karena gaptek sehingga tidak tau cara menguploadnya di sini.
Di Stasiun ini kereta berhenti cukup lama. Tiba-tiba saya melihat kondektur dan beberapa orang petugas keamanan tampak sibuk di sekeliling kereta dengan raut wajah tegang. Saya bertanya kepada salah seorang petugas. Ternyata mereka sedang mencari penumpang yang tadi berdiri di bordes dan berdebat cukup lama dengan kondektur. Penumpang tersebut MENGHILANG. Setelah dicari cukup lama, penumpang tersebut tetap TIDAK KETEMU dan akhirnya keretapun melanjutkan perjalanan kembali.
Keretapun melaju dengan cukup kencang karena tadi berhenti di Cipandeuy terlalu lama, barangkali untuk mengejar jadwal. Didalam, saya lihat beberapa petugas keamanan tampak sibuk mondar-mandir sepanjang kereta mencari penumpang tadi, barangkali dengan hati bertanya-tanya berubah wujud jadi apakah penumpang tadi. Dan keretapun tetap melaju dengan cepatnya menembus gulita malam menyusuri bentangan rel di tanah priangan timur. Selang beberapa lama kemudian tibalah Kerata Api Lodaya ini di Stasiun Tasikmalaya.

Bersambung........


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - CC-201-23 - 29-08-2012

Quote: Penumpang tersebut MENGHILANG
mungkin orangnya langsung turun di CPDBig Grin
oh ya, di Kiaracondong & Rancaekek seberapa banyak penumpang yang naik?


RE: Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012 - RINALDI - 29-08-2012

(29-08-2012, 02:18 PM)CC-201-23 Wrote:
Quote: Penumpang tersebut MENGHILANG
mungkin orangnya langsung turun di CPDBig Grin
oh ya, di Kiaracondong & Rancaekek seberapa banyak penumpang yang naik?

Di Kiara Condong lumayan banyak, di gerbong saya ada bapak, ibu, dan seorang anak kecil. Di Rancaekek beberapa orang, salah satunya orang yang MENGHILANG tadi.