Posts: 141
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
1
Sebelumnya salam kenal buat semua Senior RF...
Dari sejak lama saya pengguna KA. khususnya KA. Sawunggalih Ut, Kuto Jaya, Ut dan Bangunkarta, tuk yang terakhir ini dari harga tiket Rp.10.000 sampai sekarang harga tiket Rp.220.000,-
sering saya terpikir berapayah operasional sebuah KA dalam setiap perjalanannya, bea BBM dan lain2. juga mengapa sekarang tarif KA. Bisnis yang nota bene Non-AC sama dengan Bus Eksekutif atau VIP terutama di koridor Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Yogya. secara pribadi saya berpikir kalau dari segi jumlah penumpang, KA jauh lebih besar membawa penumpang dalam 1 kali perjalanannya di banding dengan bis malam.
Sebagai perbandingan jika boleh membandingkan dengan angkutan umum darat lainnya yaitu Bus Malam.. sebagai contoh Bus Malam Kelas Eksekutif Jakarta - Semarang Po. Nusan****, Po. Shant*** dkk, membebankan tiket kepada penumpang Rp.110.000-Rp.120.000,- dengan fasilitas AC, pillow,blanket, DVD movie, Food Buffet (snack n makan malam).
Sedangkan KA. dengan harga tket yang sama hanya mendapatkan fasilitas kipas angin, non-AC, tanpa bantal seperti yang di berikan oleh KA. Senja/Fajar UT. Semarang.
Yang saya tanyakan mengapa Fasilitas yang di berikan KA jauh sangat rendah dengan fasilitas yang di berikan operator bus dengan harga tiket yang sama, apakah biaya oprasional KA itu sangat tinggi di luar BBM,
FYI ::
untuk bus malam (eksekutif) selain biaya BBM mereka juga dibebankan biaya Tol, Komisi Agen, Makan penumpang, TPR (bea masuk ke kota tertentu) serta pungli di beberapa tempat, yang juga tidak sedikit.
Terima Kasih
Maaf jika sudah ada tread yang sama sebelumnya/salah kamar
Posts: 347
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
0
maff kalo salah..setau sya sejak berobah dr PJKA ke perumka, kapitalisasi dalam jawatan ka udah mulai masuk.nah sejak jd PT, makin menjadi2.. sehingga harga k1 & k2 membumbung tinggi ( dipaksa naik sampai ceruk pasarnya mentok).
sya sendiri dr dulu heran banged ama mahalnya ka komersil seperti bang joe , nah taunya sejak mulai bisnis & tanya2 dengan pengusaha2 yg uda mapan soal penetapan harga jual produk. kalo sy jelasin detilnya nanti RF mlah + puyeng,hehe.. intinya mah dlam benak PT.KA selama masih ada yg mau naek senjut/fajrut 100rb, ngapain jual 60rb.
yg pasti taun 2009 PT.KA untung bersih 112M (kurang lebih) & lebih menyebalkan selalu bilang RUGI + masih punya piutang k RI PSO k3 450M (kurang lebih juga,hehehe) nah klo piutang itu cair (meski telat mulu, tp klo utang k negara pasti dbayar) brarti profit bersih PT.KA skitar 560M..
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
2
wah mas, harusnya mas nanya ini waktu taun 2000 yang lalu waktu saya magang di bagian urusan anggaran dan akuntansi. waktu saya diberi tau berapa biaya yang dikenakan untuk sebuah kereta api melalui sebuah setasiun.
contohnya begini: KA Argo Sindoro jurusan Jakarta Semarang PP, otomatis uang yang masuk hanya ke kantong Daop I Jak dan Daop IV SM, nah selama dalam perjalanan dari dan ke Jakarta atau Semarang, nantinya KA itu akan dikenakan charge per stasiunnya.
Kenapa dikenakan charge? karena stasiun yg dilewati cuma kebagian gak enaknya aja, sedangkan uangnya gak dapet. Pada contoh KA Argo Sindoro tadi, St. Terisi cuma kebagian debu sama tetesan wc nya aja, sedangkan uangnya gak kecipratan walau 1 sen acan. Oleh karena stasiun yang dilewati oleh KA tadi akan mengalami penyusutan karena nya ada charge nya....
seingat saya setiap 1 signal yang dilewati oleh KA sekelas argo itu waktu taun 2000 dikenakan charge Rp. 18. nah kalo tinggal diitung aja brapa signal yang dilewati dari GMR - SMT dikali Rp. 18, belum lagi charge untuk peron, wesel jembatan dll.
tapi yang jelas, setiap 1 km lokomotif berjalan dalam beban penuh menghabiskan 2.6 liter HSD. kalau JAKK-SBI = 770 KM dalam beban penuh (Max 1000 ton) berarti dibutuhkan 2002 liter HSD (1 tangki full tank = 3750 liter). harga HSD per liter sekarang berapa ya? nah ditambah biaya charge tadi mungkin bisa ketemu brapa Harga Pokok Penjualannya........
PS: untuk lebih jelas bisa ditanyakan ke bagian KAUR ANGGARAN dan AKUNTANSI dimasing-masing DAOP (Kalo masih boleh yaa)
Posts: 119
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(12-04-2010, 10:02 PM)cekmodulasi Wrote: wah mas, harusnya mas nanya ini waktu taun 2000 yang lalu waktu saya magang di bagian urusan anggaran dan akuntansi. waktu saya diberi tau berapa biaya yang dikenakan untuk sebuah kereta api melalui sebuah setasiun.
contohnya begini: KA Argo Sindoro jurusan Jakarta Semarang PP, otomatis uang yang masuk hanya ke kantong Daop I Jak dan Daop IV SM, nah selama dalam perjalanan dari dan ke Jakarta atau Semarang, nantinya KA itu akan dikenakan charge per stasiunnya.
Kenapa dikenakan charge? karena stasiun yg dilewati cuma kebagian gak enaknya aja, sedangkan uangnya gak dapet. Pada contoh KA Argo Sindoro tadi, St. Terisi cuma kebagian debu sama tetesan wc nya aja, sedangkan uangnya gak kecipratan walau 1 sen acan. Oleh karena stasiun yang dilewati oleh KA tadi akan mengalami penyusutan karena nya ada charge nya....
seingat saya setiap 1 signal yang dilewati oleh KA sekelas argo itu waktu taun 2000 dikenakan charge Rp. 18. nah kalo tinggal diitung aja brapa signal yang dilewati dari GMR - SMT dikali Rp. 18, belum lagi charge untuk peron, wesel jembatan dll.
tapi yang jelas, setiap 1 km lokomotif berjalan dalam beban penuh menghabiskan 2.6 liter HSD. kalau JAKK-SBI = 770 KM dalam beban penuh (Max 1000 ton) berarti dibutuhkan 2002 liter HSD (1 tangki full tank = 3750 liter). harga HSD per liter sekarang berapa ya? nah ditambah biaya charge tadi mungkin bisa ketemu brapa Harga Pokok Penjualannya........
PS: untuk lebih jelas bisa ditanyakan ke bagian KAUR ANGGARAN dan AKUNTANSI dimasing-masing DAOP (Kalo masih boleh yaa)
1. Harga per liter HSD yang di beli PT KA kalau tidak salah adalah HSD non subsidi (HSD Industri) ya mas Cekmodulasi?
2. Lalu biaya variabel lain, seperti biaya solar untuk gerbong BP pasti juga dimasukkan dalam biaya HPP-nya kan mas Cekmodulasi?
3. Dengan kata lain, komponen perhitungan biaya-nya hampir sama dengan pesawat ya mas, diamana dalam biaya ops. pesawat terdapat, landing fee, ground handling fee, cost fuel, cost catering service (additional), dan bila peswat tersebut menginap di bandara (RON-Run Over Night) juga dikenakan biaya/ fee dari airport setempat.
 [/u]
Posts: 140
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
2
^^^ betul sekali agan yang diatas....
Posts: 23
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
0
sebelumnya salam kenal buat para senior RF .
maap nih mas sebelumnya ,
klo boleh tau harga tiket dihitung sesuai dengan apa sih mas ?
maaf Join new,
 [/font]
|