Posts: 179
Threads: 0
Joined: Feb 2011
Reputation:
6
(02-12-2011, 08:28 PM)tomrys Wrote: alasan dulu SAGW dan SBGW nya Bima jadi K1 biasa karena alasan sosial..
entah sosial apa yang dimaksud coba liat postingan saya di atas...
(02-12-2011, 08:59 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: daripada sleeper mendingan kursi yang bisa jadi tempat tidur kaya di pesawat... ada koq kursi yg bisa dijadiin tempat tidur, dan gak harus kayak di pesawat...
contohnya di Thailand...
(03-12-2011, 08:27 AM)morkies Wrote: Kalo mau jadi sleeper car, terbuka aja, ga usah dibikin sekat kamar, biar ga curiga macem². Cuma kesannya kayak sal rumah sakit berjalan  di Thailand juga sistemnya bukan kamar koq...
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits
Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
(02-12-2011, 07:23 PM)love_alisa Wrote: kan udah pernah dibahas di sini, salah satu alasan konyol dihapusnya sleeper car-nya Bima dulu adalah sering dipakai untuk ajang "esek-esek"...
ada juga yg bilang dihapus supaya bisa menampung penumpang lebih banyak...
di India sendiri K3 juga ada yg sleeper loh...
saya dari dulu kepengen banget KA kita pake sleeper...
Kalau info dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sih bilangnya karena alasan sosial, bukan teknis atau finansial.
Yang jadi pertanyaan saya, masalah sosial seperti apa yg terjadi ? Mungkinkah seperti yang dikatakan mba love_alisa.

oh iya, Sewaktu SAGW dan SBGW di Bima dihilangkan (walau sebenarnya masih suka bawa 1/2 SBGW) masih ada 3 Kereta yang membawa sisa kereta tidur, yaitu Ka Mutiara Utara, Mutiara Selatan, dan Sendja. K1 67XXX (mantan S*GW) jadi K1 Sembrani New Image sedangkan K1 675XX kabarnya jadi K1 Lodaya dan Kaligung Mas/Harina/Rajawali.
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
03-12-2011, 09:38 PM
(This post was last modified: 03-12-2011, 09:40 PM by tomrys.)
(02-12-2011, 08:59 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: daripada sleeper mendingan kursi yang bisa jadi tempat tidur kaya di pesawat...
lho..
SAGW sm SBGW itu asli nya bukan tempat tidur paten kayak Couchette ny Senja Utama Solo..
SAGW sm SBGW itu pake kursi yang anda sebut : bisa 'dibongkar' jd tempat tidur. Skema nya waktu itu penumpang dipanggil per kereta untuk makan di Restorasi (FW). Nah kru kereta kemudian masuk untuk 'membongkar' kursi ny jd tempat tidur
(03-12-2011, 04:17 PM)CC203 35 Wrote: (02-12-2011, 07:23 PM)love_alisa Wrote: kan udah pernah dibahas di sini, salah satu alasan konyol dihapusnya sleeper car-nya Bima dulu adalah sering dipakai untuk ajang "esek-esek"...
ada juga yg bilang dihapus supaya bisa menampung penumpang lebih banyak...
di India sendiri K3 juga ada yg sleeper loh...
saya dari dulu kepengen banget KA kita pake sleeper...
Kalau info dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sih bilangnya karena alasan sosial, bukan teknis atau finansial.
Yang jadi pertanyaan saya, masalah sosial seperti apa yg terjadi ? Mungkinkah seperti yang dikatakan mba love_alisa.

oh iya, Sewaktu SAGW dan SBGW di Bima dihilangkan (walau sebenarnya masih suka bawa 1/2 SBGW) masih ada 3 Kereta yang membawa sisa kereta tidur, yaitu Ka Mutiara Utara, Mutiara Selatan, dan Sendja. K1 84XXX (mantan S*GW) jadi K1 Sembrani New Image sedangkan K1 675XX kabarnya jadi K1 Lodaya dan Kaligung Mas/Harina/Rajawali.
maaf..setau saya K1-84xxx itu udah murni K1. SAGW sm SBGW itu angkatan K1-67/68
cmiiw
693-5073-893-673
Posts: 453
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
6
(03-12-2011, 09:38 PM)tomrys Wrote: (02-12-2011, 08:59 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: daripada sleeper mendingan kursi yang bisa jadi tempat tidur kaya di pesawat...
lho..
SAGW sm SBGW itu asli nya bukan tempat tidur paten kayak Couchette ny Senja Utama Solo..
SAGW sm SBGW itu pake kursi yang anda sebut : bisa 'dibongkar' jd tempat tidur. Skema nya waktu itu penumpang dipanggil per kereta untuk makan di Restorasi (FW). Nah kru kereta kemudian masuk untuk 'membongkar' kursi ny jd tempat tidur
maksudnya yg automatis tinggal teken tombol....
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Posts: 179
Threads: 0
Joined: Feb 2011
Reputation:
6
(03-12-2011, 04:17 PM)CC203 35 Wrote: Kalau info dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sih bilangnya karena alasan sosial, bukan teknis atau finansial.
Yang jadi pertanyaan saya, masalah sosial seperti apa yg terjadi ? Mungkinkah seperti yang dikatakan mba love_alisa.
 aku cowok mas, hehehehe...
ya pastinya itulah alasan sosial yg dimaksud, emangnya alasan sosial apalagi???
alternatifnya ya emang jangan dibikin sistem kamar, tapi sekat-sekat aja...
(03-12-2011, 11:03 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: maksudnya yg automatis tinggal teken tombol.... waduh terlalu canggih kalo itu, tambah mahal biayanya...
yg simpel ajalah, yg penting bisa dipake tidur... semua kelas ntar bakal dibikin sistem kayak begitu, persis kayak di India...
malah di beberapa negara juga langsung aja pake tempat tidur, gak ada tempat duduk lagi, kalo mau duduk ya di tempat tidur...
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits
Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Posts: 1,231
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
4
Kalo melihat jumlah rata-rata pnp KA, malah cenderung pnp sng gelar koran dibawah bt tidur...daripada "springbed".
liat aja di K3 dan K2...wkwwkwkkwkk...cmiiw
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
(04-12-2011, 10:22 PM)Iksan derailment Wrote: Kalo melihat jumlah rata-rata pnp KA, malah cenderung pnp sng gelar koran dibawah bt tidur...daripada "springbed".
liat aja di K3 dan K2...wkwwkwkkwkk...cmiiw
betul mas, saya termasuk di dalamnya, hehehe.
KA Sumber Kentjono
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
sudah dibahas juga disini
semboyan35.com/showthread.php?tid=7033&highlight=diskusi+KA+tidur
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
|