(07-04-2013, 09:12 AM)raihanaulia Wrote: [spoiler]
nyomot dari merto tv
Metrotvnews.com, Garut: Lalu
lintas kereta api Badung-
Tasikmalaya, Jawa Barat, dan
sebaliknya yang sempat terganggu
akibat rel tertimbun longsor, Minggu
(7/4), normal kembali setelah
material longsor disingkirkan.
Menurut Kepala Kepolisian Resor
(Kapolres) Garut Ajun Komisaris
Bwesar Umar Surya Fana, tumpukan
material longsor berupa tanah yang
menutup rel sudah dibersihkan oleh
anggotanya bersama masyarakat
setempat, sehingga rel dapat
kembali dilalui keeta api (KA) dari
dua arah.
"Saat ini rel kereta api sudah
berhasil dibuka kembali oleh Polri
bersama masyarakat," katanya saat
dihubungi melalui telepon seluler.
Longsor menimbun jalur rel KA di
Kampung Bojongsalam, Desa
karangtengah, Kecamatan
Kadungora, Kabupaten Garut, pada
Sabtu (6/4) sekitar pukul 23.00 WIB
sehingga menghambat arus KA dari
arah Bandung menuju Stasiun
Cibatu, Tasikmalaya, dan sebaliknya.
"Longsor menutup rel hingga
sempat menghambat arus lalu lintas
kereta api Bandung-Cibatu,"
katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam
peristiwa itu, hanya tumpukan
material longsor menghambat
perjalanan KA dari arah Cibatu
menuju Bandung dan sebaliknya.
(Ant)[/spoiler]
nice info gan! big thanks
Maaf nyumbang info.. agar info semakin lengkap
"Bandung (ANTARA News) - Sejumlah Kereta Api (KA) di jalur selatan tertahan selama tiga jam akibat longsor yang terjadi di KM 198+9/0 di antara Stasiun Lebakjero - Leles Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Longsor yang menimbun lintasan jalan rel di kawasan perbatasan Garut dan Kabupaten Bandung itu terjadi Kamis (22/4) sekitar pukul 19.55 WIB.
Longsor tersebut segera dilaporkan oleh masyarakat kepada petugas stasiun Lebakjero.
KA Lodaya Malam jurusan Bandung - Solo Balapan yang tengah melaju dari arah Bandung akhirnya dihentikan di Stasiun Lebakjero untuk menunggu perbaikan jalur.
Satker Sarana jalan rel langsung dikerahkan mengangkat material longsoran yang terdiri atas tanah dan batuan itu. Longsor di kawasan itu akibat hujan deras sejak beberapa hari lalu.
Jalur baru bisa selesai dibebaskan dari longsoran tanah sekitar pukul 22.50 WIB. KA Lodaya Malam yang sempat tertahan di Stasiun Leles menjadi KA pertama yang melintas.
"Untuk sementara di lokasi kejadian dilakukan pembatasan kecepatan lima kilometer per jam, KA Lodaya menjadi KA pertama yang melintas ke arah Timur," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Pramono.
Bambang menyebutkan, kawasan Lebak Jero hingga Leles merupakan salah satu kawasan rawan logsor. Sehingga PTKA melakukan pengawasan dan pemeriksaan khusus dengan meningkatkan frekwensi patroli juru periksa jalan khususnya pada musim penghujan.
Akibat longsor di jalur selatan itu, selain KA Lodaya malam, sejumlah KA lainnya juga tertahan di stasiun terdekat dengan lokasi kejadian.
KA Pasundan yang dalam perjalanan dari Surabaya ke Bandung tertahan di Stasiun Leles. KA Serayu dari Jakarta - Kroya di Stasiun Nagreg, KA Kahuripan Padalarang - Surabaya tertahan di Stasiun Cicalengka.
Sedangkan KA Serayu dari Kroya tujuan Jakarta tertahan di Stasiun Cibatu.
"Tidak ada pemindahan penumpang ke KA lain, semua KA menunggu sampai jalur kembali bersih dan bisa dilintasi. Tak ada kerusakan rel di lokasi," kata Bambang.
Sementara itu, Kamis pagi juga terjadi longsor di antara Stasiun Banjar dan Wangon sehingga mengganggu perjalanan KA di jalur itu hingga beberapa jam.
"Pengawasan dan pemeriksaan jalur tetap dilakukan maksimal, meski saat ini curah hujan cenderung menurun. Terutama di kawasan yang termasuk rawan longsor dan amblas," kata Bambang Setya Pramono menambahkan. (S033/K004)"
sumber :
http://www.antaranews.com/berita/1271959...an-longsor