Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA MERUPAKAN PASAR BERJALAN YANG TERBESAR DAN TERLENGKAP
#81
Quote:Ratusan Pedagang Duduki Tiga Stasiun Di Ngawi.

Liputan6.com, Ngawi : Ratusan pedagang asongan secara serentak menduduki tiga stasiun yang ada di Kota Ngawi, Jawa Timur, Ahad (1/1). Ketiga stasiun tersebut adalah Stasiun Walikukun, Geneng, serta Paron.

Aksi tersebut dilakukan sebagai protes terhadap larangan berjualan di gerbong kereta api oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VII, Madiun. Larangan tersebut mulai berlaku 1 Januari 2012.

Selain itu, mereka juga mengecam arogasi petugas keamanan kereta api yang telah menganiaya rekan mereka hingga depresi yang terjadi beberapa hari silam. Bahkan, sejumlah pedagang asongan menangis saat melihat poster rekannya yang hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Dokter Soeroto Ngawi.

Akibat aksi ini, kereta api Kahuripan jurusan Bandung-Kediri di Stasiun Walikukum sempat terhambat perjalanannya hingga 30 menit lebih. Sebab, para pedagang tidak mau diturunkan oleh petugas kereta api.

Sementara di Stasiun Paron, puluhan pedagang menggelar orasi di atas rel kereta api. Mereka bertekad akan tetap berjualan di dalam kereta karena inilah satu-satunya mata pencaharian. Apalagi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak memberi alternatif pekerjaan lain.
Reply
#82
Quote:Pedagang Asongan Stasiun Gelar Aksi Simpatik.

CILACAP, suaramerdeka.com - Puluhan pedagangan asongan yang berjualan di atas kereta api (KA) melakukan aksi simpatik, berupa membersihkan Stasiun Sidareja, Kabupaten Cilacap, Minggu (1/1).

Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Kereta Sidareja, Tono Saryono mengatakan aksi tersebut merupakan wujud penolakan terhadap larangan berjualan di dalam kereta bagi pedagang asongan yang dikeluarkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) per 1 Januari itu.

"Selain itu kami juga peduli dengan kebersihan lingkungan stasiun," katanya.

Aksi dimulai sekitar pukul 08.00. Mereka memunguti sampah yang ada di sekitar stasiun dan dimasukkannya ke dalam tas plastik. Selain itu mereka juga membersihkan fasilitas umum di stasiun itu seperti toilet. Dikatakan, paguyuban telah menerima surat larangan itu Jumat (29/12). Pihak stasiun juga telah memberitahukan melalui pengeras suara untuk mempertegas larangan itu.

Meskipun demikian, larangan itu tidak menyurutkan niat pedagang untuk kembali berdagang. Namun, surat tersebut nampaknya tidak mengendorkan keinginan pedagang untuk bisa berjualan kembali.

Dikatakan, ketika pertemuan antara paguyuban dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung November lalu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berjanji akan melakukan rapat internal terlebih dulu. Hasil rapat itu akan diberitahukan dengan mengundang paguyuban pedagang asongan dari seluruh Indonesia. Namun hingga kemarin undangan itu belum juga diterima paguyuban.

"Jika larangan itu tetap diberlakukan, kami berencana mengadakan audiensi ulang dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada 5 Januari mendatang," lanjutnya.
Reply
#83
[spoiler=Pedagangan Asongan
Mereka Ingin Tetap di KA]

Eko Hendrawan Sofyan | Kamis, 5 Januari 2012 | 06:35 WIB


JEMBER, KOMPAS.com -- Sekitar 200 pedagang asongan di dalam kereta api se-wilayah Daerah Operasi 9 menggelar unjuk rasa di Kantor PT Kereta Api Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, Rabu (4/1). Mereka datang dari sejumlah kota, seperti Pasuruan dan Banyuwangi, guna menolak kebijakan direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang melarang pedagang asongan berjualan di dalam kereta api.

Protes senada diungkapkan para pedagang asongan yang selama ini berjualan di Stasiun Besar Tegal, Jawa Tengah. Mereka mendatangi Kantor Pemerintah Kota Tegal, dan meminta bantuan agar bisa kembali berjualan di kereta.

Hal itu karena sejak 1 Januari mereka sudah tidak diizinkan lagi berjualan di atas kereta api (KA) ekonomi. Kebijakan direksi soal itu dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

”Kereta api sebagai sarana transportasi yang paling mengena untuk masyarakat ekonomi ke bawah dalam mengais rezeki,” kata Samanhadi, Ketua Asosiasi Pedagang Asongan (Aspeda) Jatim.

Samanhadi mendesak pemimpin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember agar mengizinkan kembali pedagang asongan berjualan di dalam kereta. Pasalnya, jasa pedagang asongan terhadap citra KA cukup besar. Contohnya, pernah terjadi uang penumpang yang tertinggal di kereta diselamatkan oleh pedagang asongan. Penangkapan terhadap copet kerap melibatkan pengasong.

Jika aspirasi mereka belum juga ditanggapi, Aspeda akan membawa persoalan larangan ini ke DPRD Jawa Timur.
Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember Gatut Sutiatmoko mengatakan, hasil pertemuan dengan pemimpin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember masih sebatas menampung aspirasi para pedagang itu.

http://regional.kompas.com/read/2012/01/...etap.di.KA
[/spoiler]

[Image: CopyofIMG_0286.jpg]
Reply
#84
Naik K3 tanpa asongan, serasa sepi dan hampa, karena tidak ada lagi pedagang Sate Kerang yang masuk ke Tawang Alun saat berhenti di Bangil, Kripik pisang di Klakah, dsb. Meskipun mereka tetap boleh berualan di stasiun, namun itu tetap akan membuat pendapatan mereka berkurang dan lama kelamaan gulung tikar. Dan pada akhirnya pengangguran dan kemiskinan bertambah. Seharusnya PTKAI juga mempertimbangkan hal itu sebagai satu-satunya perusahaan KA di Indonesia. Saya rasa, kehadiran asongan sangat-sangat tidak mengganggu saya dan penumpang KA yang lain. Mereka justru membantu jika ada kejadian misalnya copet atau jambret. Kami sebagai penumpang justru tertolong jika ada Asongan sebab jika membeli di Reska harganya terlalu mahal. Jadi moho kepada PTKAI untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut..
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)