Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Percepat hidupkan jalur yg mati
#11
Bila jalur KA dibiarkan mati terlalu lama, maka sangatlah sulit untuk menghidupkannya kembali, semakin lama menunggu, semakin sulit mengurus pengaktifan kembali jalur KA, belum lagi ada pengguna lahan liar yang senang-senang memakai lahan yang dulunya merupakan jalur aktif yang kini mati tersebut. Jangan biarkan hal ini terlalu berakar panjang, nanti malah bisa menyebabkan masalah dengan transportasi daerah itu!
#12
(25-01-2010, 09:38 PM)Agus_Faisal Wrote: Kalo railfans sih maunya gitu, jalur mati dihidupkan lagi, bahkan kalo perlu seluruh Jawa isinya rel aja Big Grin

Tapi PT. Kereta Api (Persero) kan sebelum menghidupkan jalur mati tersebut harus melakukan beberapa kajian, termasuk melakukan scanning market attractiveness terhadap jalur tersebut, seberapa besar potensinya bagi pendapatan PT. Kereta Api (Persero)? Dan juga seberapa feasible kah jika jalur ini dihidupkan?...Kita tunggu saja bagaimana sikap PT. Kereta Api (Persero) terhadap beberapa jalur mati tersebut...

Kalau tentang attractiveness sih, selama mblusuk/ mblakrak/ menjelajah jalur mati milik Malang Stoomtram Mij saya kerap mendengarkan pandangan penduduk sekitar bahwa mereka lebih suka jalur mati dihidupkan lagi. Satu kata kunci yang saya ingat dari penduduk adalah "Rejo" (makmur). Jika jalur trem dihidupkan lagi, pasti suasana terasa lebih "rejo". Begitu kata penduduk di suatu desa yang dulu dilintasi jalur trem Malang.

Yang jelas, keberadaan jalur KA bisa menjadi suatu stimulus kegiatan ekonomi dan sosio kultural. Kita bisa melihat bagaimana perputaran uang dan tumbuhnya berbagai kreativitas tumbuh di sekitar stasiun KA.

Masalahnya sebenarnya lebih di tingkat kebijakan pemerintah pusat. Mengapa dulu tidak ada "political will" untuk mengembangkan dan melestarikan jalur KA yang sudah ada? Alih-alih banyak jalur KA dimatikan. Angkutan trem ditiadakan. Akhirnya, penuhlah jalan raya dengan berbagai merk mobil dan sepeda motor yang bikin macet tiada taraSad

Salam Spoor,
#13
Setuju om toto sebenarnya kalo pemerintah itu bijaksana seharusnya jalur yg kurang menguntungkan bagi PT KA. Gak perlu di matikan tapi perlu di rawat dan sebulan sekali jalan cuma di buat supaya gak di tumbuhi bangunan liar. Kalo sekarang PT KA giat melakukan wacana thok gak pernah bertindak. Kalo negara mau menghargai hasil karya kolonial yg prestisius mestinya jangan di matikan. Itulah bangsa kita bangsa yg cuma melihat dari sisi materi. Padahal sudah ada pepatah SEPI ING PAMRIH,RAME ING GAWE,maksudnya bekerjalah dengan tanggung jawab dan hargailah pekerjaanmu dengan semangat dan amanah tanpa banyak meminta pamrih. Hehehe malah koyo dalang edan. Ngakak
#14
Bener juga ya om, coba deh dari dulu tiap jalur yg sekiranya tidak menguntungkan lagi tidak di tu2p begitu saja, dan setiap minggu ato paling tidak setiap tanggal tertentu tetap di lewati 1 KA, pasti sekarang hanya tinggal meremajakan, namun apa bisa dikata, wis terlanjur.. Bahkan sepertinya PT KA sendiri yg gak niat, lha bukanya tetap dijaga agar tetap hidup dengan menjalankan kereta api 1 saja setiap bulan, malah relnya dicopot beserta sinyal2nya, contoh ya cabang dari bojonegoro ke arah utara itu, bahkan bekas Pintu perlintasan ora ono waktu terakhir lihat, weleh..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
#15
Betul padahal jalur bojonegoro yg ke arah jatirogo itu barusan saja di tutup yaitu tahun 1998 tapi yg terlihat sekarang pohon dari besi dan bata yg memenuhi bekas jalan rel yg ke jatirogo. Dan sekarang ini mulai tumbuh bangunan di pinggir rel aktif antara petak bojonegoro bowerno. Ini kalau di biarkan nanti malah ngelunjak. Kalo tidak ada tindakan tegas dari pemerintah dan PT KA.
#16
Mmm..maap ya om momod, mungkin agak oot dikit atau ada yang oot Xie Xie,

Bukankah semua itu tugasnya PT KA divisi Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah. Tugasnya kan seharusnya menjaga atau merevitalisasi benda dan bangunan bersejarah yang selama ini terbengkalai. Dan bukankah jalur2 mati di Ind semuanya merupakan sejarah. Kalo memang melaksanakan tugasnya dengan baik, pasti jalur2 mati tidak terbengkalai seperti sekarang. Dan kalaupun menghidupkan kembali kan tidak susah terutama karena kendala pembebasan lahan. Apa tidak bisa pt ka membuat program kerjasama dengan kita (RF) ataupun masyarakat untuk menjaga jalur2 mati tersebut?

[Image: a2vric.jpg]


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)