PESERTA YANG DIHARAPKAN HADIR
[spoiler]
1. Pemangku Kepentingkan Perkeretaapian Nasional:
1. Menteri Perhubungan
2. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
3. Menteri Keuangan
4. Badan Perencanaan Nasional
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
2. Asosiasi Masyarakat Transportasi Indonesia (Perkeretaapian)
3. Lembaga Swadaya Masyarakat terkait
4. Industri terkait: PT. INKA
5. Perwakilan Akademisi
6. PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
7. Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)
[/spoiler]
TUJUAN SEMINAR NASIONAL KESELAMATAN PERKERETAAPIAN
[spoiler]
1. Sebagai perwujudan komitmen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan Keselamatan Perkeretaapian Nasional baik secara konsep maupun operasional yang pelaksanaannya membutuhkan dukungan dari regulator, masyarakat serta semua pihak yang terkait.
2. Meningkatkan pemahaman pentingnya sistem keselamatan perkeretaapian dalam mengembangkan jaringan transportasi perkeretaapian yang berkesinambungan untuk mendukung perkembangan sosial dan ekonomi.
3. Mensosialisasikan Rencana Keselamatan Operasional PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengimplementasikan Program Sistem Manajemen Keselamatan.
4. Mensosialisasikan Program Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
5. Memberikan gambaran bagaimana industri perkeretaapian di Indonesia dapat mengambil manfaat dari badan industri perkeretaapian internasional dan juga Australasian Railway Association yang telah berkontribusi terhadap pengembangan standar nasional perkeretaapian di Australia dan melakukan pendekatan terhadap pembuatan undang-undang melalui kerjasama dan harmonisasi – “Co-Regulatory Approachâ€Â.
6. Meningkatkan pemahaman atas pentingnya struktur kelembagaan serta peran dan tanggungjawabnya dalam manajemen keselamatan perkeretaapian.
7. Gagasan, konsep dan manfaat dari Integrated Safety Management System (ISMS) berikut strukur dan elemen pembentuknya, berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang diperoleh oleh Australia, termasuk peran Australasian Railway Association (ARA), dan Australasian Railway Safety Standards Board (RISSB) – “Industry Leading Development of Operational Standardsâ€Â.
[/spoiler]
SUSUNAN ACARA
[spoiler]
SUSUNAN ACARA
08:15 – 09:00
Registrasi
09:00 – 09:30
Kata Sambutan
Bpk. Mustafa Abubakar, Menteri Negara BUMN
Pembukaan acara seminar
Bpk. Freddy Numberi, Menteri Perhubungan
(Acara pemukulan gong sebagai simbolis pembukaan acara seminar)
09:30 – 09:45
Pembicara Utama
Bpk. Ignasius Jonan, Direktur Utama, PT Kereta Api Indonesia (Persero)
09:45 – 10:15
Rehat Pagi dan Konferensi Pers
SESI I – GAMBARAN TENTANG KESELAMATAN PERKERETAAPIAN DI INDONESIA
10:15 – 10:30
Kondisi keselamatan Perkeretaapian di PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Bpk. Ahmad Najib, VP Safety PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
10:30 – 10:50
Pandangan masyarakat tentang keselamatan perkeretaapian
Bpk. Moch. Sardjoko Hendrowijono, Ikatan Insan Perkeretaapian Indonesia
10:50 – 11:10
Gambaran Keselamatan Perkeretaapian Indonesia
Bpk. Tatang Kurniadi, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
11:10 – 11:50
Paparan dari Industri Perkeretaapian Internasional:
Penjelasan Singkat Mengenai Asosiasi Perkeretaapian Australia
Pandangan dari Industri Perkeretaapian Internasional:
Kerja sama dan harmonisasi dalam peningkatan kebijakan keselamatan perkeretaapian, program nasional keselamatan perkeretaapian, dan pengembangan standar dan regulasi keselamatan perkeretaapian.
Mr. Bryan Nye, Chief Executive Officer, Australasian Railway Association
11:50 – 12:20
Diskusi Panel Sesi I
Moderator: Bpk. Julison Arifin
(dilanjutkan dengan penyerahan Souvenir kepada Pembicara)
12:20 – 13:20
Istirahat dan makan siang
SESI II - PROGRAM KESELAMATAN PERKERETAAPIAN NASIONAL
13:20 - 13:40
Inisiatif Program Keselamatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Bpk. Rono Pradipto, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
13:40– 14:20
Pandangan dari Industri Perkeretaapian Internasional - Pembelajaran:
Bagian A. Pandangan mengenai Integrated Safety Management System (ISMS)
Bagian B. Mengapa ISMS penting bagi Strategi Keselamatan Perkeretaapian Nasional - Pengalaman dari Australia
Mr. Alex Borodin, Australasian Railway Association
14:20 – 14:50
Gambaran tentang Keselamatan & Keamanan Perkeretaapian dari Referensi Internasional
Mr. Brian Bock, Arghajata Consulting
14:50 – 15:20
Diskusi Panel Sesi II
Moderator: Bpk. Edi Hariyadi
(dilanjutkan dengan penyerahan Souvenir kepada Pembicara)
15:20 – 15:40
Rehat Sore
SESI III - PANDANGAN REGULATOR TENTANG KESELAMATAN PERKERETAAPIAN
15:40 – 16:00
Program Strategis Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian
Bpk. Hermanto Dwiatmoko, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, DIrektorat Jenderal Perkeretaapian - Kementerian Perhubungan
16:00 – 16:20
Governance Implementasi Keselamatan Perkeretaapian:
Berbagi peran untuk mewujudkan keselamatan perkeretaapian
Bpk. Joko Setiowarno, UNIKA Soegiyopranoto - Semarang
16:20 – 16:50
Pengembangan Kewenangan Perundang-undangan: Peran dan tanggung jawab regulator Perkeretaapian - kerangka kerja dan strukturnya.
Ms. Julie Bullas, Director, Australian National Railway Regulators
16:50 – 17:10
Diskusi Panel Sesi III
Moderator: TBA
(dilanjutkan dengan penyerahan Souvenir kepada Pembicara)
17:10
Penyampaian Ringkasan Seminar dan Pidato Penutupan
Bpk. Ignasius Jonan, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
[/spoiler]
Sumber