Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Grand Central Station NYC serta New York City Metro Train
#11
Keren bgt stasiun'a, liputan'a juga Top Banget

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
#12
(25-11-2009, 10:50 PM)Agung Wrote: Acela kan jalurnya Philadelphia-Baltimore-Washington tok........... jadi gak mungkin lewat sini dah

Hoahaha...Ngakak

Keliatan autisnya nih....Ngakak

Waktunya stop main MSTS.

Acela memang melayani rute ke New York. Tapi dia tidak ke stasiun ini. Dia mampirnya ke stasiun Pennsylvania Street.

Dulu bangunannya stasiun Pennsylvania jauh lebih megah dari Grand Central. Sayangnya, tahun 1964 dia dibongkar...Patah Hati

Back to topic...
Reply
#13
nah, berarti bener kan sampai NY. soalnya saya pernah lihat video ka bahkan sampai boston.

btw, stasiun pennsy itu apa yang dibawah tanah itu ya? kalo di youtube seperti berada dibawah selokan yang besar, dekat ground zero?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#14
Tadinya ada bangunan diatas tanahnya, seperti NYC. Tapi di tahun 1964 dirobohkan untuk dibangun Maddison Square (lapangan basket itu kalau nggak salah).

Untuk detilnya pencet bisul ini... Ngakak
Reply
#15
(26-11-2009, 04:33 PM)ady_mcady Wrote: nah, berarti bener kan sampai NY. soalnya saya pernah lihat video ka bahkan sampai boston.

btw, stasiun pennsy itu apa yang dibawah tanah itu ya? kalo di youtube seperti berada dibawah selokan yang besar, dekat ground zero?

(27-11-2009, 08:26 PM)bagus70 Wrote: Tadinya ada bangunan diatas tanahnya, seperti NYC. Tapi di tahun 1964 dirobohkan untuk dibangun Maddison Square (lapangan basket itu kalau nggak salah).

Untuk detilnya pencet bisul ini... Ngakak

Saat ini, Grand Central melayani trayek komuter Metro-North Railroad.

Sejarah stasiun KA di NYC:

Grand Central Terminal merupakan stasiun yang pertama dibangun, tahun 1871. 29 tahun kemudian (1910) Pennsylvania Station (lebih akrab dengan sebutan Penn Station) dibangun. Tetapi, setelah Great Depression (1929), perkeretaapian AS mulai mengalami kerugian. Dampaknya terasa juga sampai ke New York. Orang-orang mulai memilih menggunakan Interstate (tolnya AS) untuk bepergian dibanding dengan kereta (layaknya Bandung-Jakarta PP), sehingga pemasukan untuk KA menurun. NY Central Railroad (pengelola Grand Central) bergabung dengan Pennsylvania Railroad (pengelola Penn Station) menjadi Penn Central Railroad pada tahun 1968, untuk mengatasi kebangkrutan yang sudah di depan mata bagi kedua "PT KA" di saat itu. Bahkan, 4 tahun sebelumnya, Pennsylvania Railroad harus mengorbankan kemegahan Penn Station demi mengatasi kebangkrutan. Alhasil, Madison Square Garden dibangun dan Penn Station "dikubur" dibawahnya.

Grand Central hampir mengalami musibah serupa. Banyak orang, terutama mantan First Lady Jacqueline Onassis Kennedy, memprotes perihal perobohan Grand Central. Akhirnya, 8 Desember 1976, Grand Central "diselamatkan" dengan dijadikan salah satu "landmark" nasional (NHL - keterangan klik disini).

Sampai sekarang, kemegahan dan keunikan Grand Central masih bisa dinikmati seluruh dunia diantara belantara pencakar langit Manhattan, New York.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#16
Lobi dan bangunan utamanya bagus dan megah.
Peronnya jelek. Sama aja kayak disini.
Itu sepenglihatan saya dari foto ini
Reply
#17
Ni mau kasih tau info dikit... kereta bermesin diesel dilarang masuk ke Grand Central loh... yang bisa masuk cuma KRL ama kereta dengan lok diesel yang memiliki mode operasi ganda. Lok diesel macem gini cuma 2 tipe yang dipake Metro-North, yaitu EMD FL9 dan GE P32ACDM.

EMD FL9: http://en.wikipedia.org/wiki/EMD_FL9

GE P32ACDM: http://en.wikipedia.org/wiki/GE_Genesis#P32AC-DM

Tapi, infonya mantep2 kok.
BB202, si pesek yang apakah EMD 645 (mesinnya) sama berisiknya dengan EMD 645 di Amerika? Lempar Loko jangan lempar sepur ah...

Mana yang lebih baik? MSTS, RailWorks ato TRS?
Reply
#18
(03-09-2010, 04:04 PM)ajathooo Wrote: Lobi dan bangunan utamanya bagus dan megah.
Peronnya jelek. Sama aja kayak disini.
Itu sepenglihatan saya dari foto ini

Justru itu yang menjadi daya tarik Grand Central. Makanya kalau search di Internet susah buat ngedapetin foto di peronnya.

Kalo ga salah semua bagian lobi Grand Central masih dalam keadaan aslinya kan? Cuma bendera AS yang ada di Main Concourse (kalo ga salah itu sebutan untuk lobi utamanya GCT) yang bukan berasal dari awal mulanya GCT (dipasang pasca peristiwa 9/11) dan timetable Metro-North, diluar "aksesoris sekunder" yang lain.

Sayang "keaslian" Penn Station tidak dapat dipertahankan.
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#19
Hmmm, jadi inget dulu sering naik Metro-North Hudson Line yg rutenya menyusuri pinggiran Hudson River itu, pas mulai masuk atau keluar undergroundnya Manhattan pasti beberapa detik lampu dan AC mati dan kemudian nyala lagi, kayaknya itu terjadi karena proses switching dari diesel ke listrik third-rail atau sebaliknya. Kalo ga salah listrik third-railnya 650V DC.

Metro-North ini memang loknya dulu (th '96-'97) sering pakai lok tua FL9 yg suaranya khas mesin diesel 2-tak dgn konfigurasi push-pull, di ujung yg satu lagi gak pakai lok tapi pakai semacam control cabin utk masinisnya. Dan lok dieselnya kayaknya pasti selalu menghadap ke arah keluar dari NYC menuju utara, nggak pernah sebaliknya. Jadi kalo masuk dari peron St. Grand Central gak akan pernah ketemu dgn loknya, karena ada di paling ujung peron. Ga tau deh sekarang apa simbah FL9 itu masih dipake. Dulu sempat banyak ambil foto2nya tapi blm ketemu nih, karena dulu blm jamannya kamera digital.
Kalo lg iseng bengong2 di Grand Cental kadang suka mikir, koq ya awal abad 20 bisa bikin stasiun sebesar ini dgn jaringan rel dibawah tanah yg langsung connecting dgn subwaynya. Jakarta aja mau buat subway nggak jadi2, padahal saat ini teknologi jauh lebih maju.

Kalo utk NYC subwaynya dulu masih banyak kereta2 merah yg didalam ada plat buildernya Bombardier, didalemnya berisik hampir kayak naik KRL ekonomi disini dan kalo ngerem atau maju sering terasa kasar, gak halus dan senyap seperti MRTnya Singapore. Bahkan masih lebih halus KRL AC ex Jepang. Tapi akselerasinya mantep, kadang ngeri juga kalo udah lari kenceng, apalagi kalo pas lewat sambungan gerbong. Gile berani juga tuh masinis, padahal sering juga masinisnya cewek, kalo yg cewek rata2 berkulit hitam. Beberapa tahun lalu pernah lihat di TV kereta2 merah itu udah pada pensiun dan diceburin ke laut di sekitar Manhattan, mungkin utk rumpon.







(05-09-2010, 04:57 PM)BB202 02 Wrote: Ni mau kasih tau info dikit... kereta bermesin diesel dilarang masuk ke Grand Central loh... yang bisa masuk cuma KRL ama kereta dengan lok diesel yang memiliki mode operasi ganda. Lok diesel macem gini cuma 2 tipe yang dipake Metro-North, yaitu EMD FL9 dan GE P32ACDM.

EMD FL9: http://en.wikipedia.org/wiki/EMD_FL9

GE P32ACDM: http://en.wikipedia.org/wiki/GE_Genesis#P32AC-DM

Tapi, infonya mantep2 kok.

Reply
#20
(17-09-2010, 11:45 PM)cahyohh Wrote: Hmmm, jadi inget dulu sering naik Metro-North Hudson Line yg rutenya menyusuri pinggiran Hudson River itu, pas mulai masuk atau keluar undergroundnya Manhattan pasti beberapa detik lampu dan AC mati dan kemudian nyala lagi, kayaknya itu terjadi karena proses switching dari diesel ke listrik third-rail atau sebaliknya. Kalo ga salah listrik third-railnya 650V DC.

Metro-North ini memang loknya dulu (th '96-'97) sering pakai lok tua FL9 yg suaranya khas mesin diesel 2-tak dgn konfigurasi push-pull, di ujung yg satu lagi gak pakai lok tapi pakai semacam control cabin utk masinisnya. Dan lok dieselnya kayaknya pasti selalu menghadap ke arah keluar dari NYC menuju utara, nggak pernah sebaliknya. Jadi kalo masuk dari peron St. Grand Central gak akan pernah ketemu dgn loknya, karena ada di paling ujung peron. Ga tau deh sekarang apa simbah FL9 itu masih dipake. Dulu sempat banyak ambil foto2nya tapi blm ketemu nih, karena dulu blm jamannya kamera digital.

yang dibolded: kalo soal ganti power mode (dari listrik ke diesel atau sebaliknya), ini memang biasa, soalnya lok yang dipakai adalah dual mode (bisa listrik, bisa diesel juga).

Sekarang mbah FL9 ini cuma dipakai buat KA MOW (Maintenance Of Way), dan simbah yang satu ini tidak bisa lagi dinasan push-pull karena sudah terlalu tua untuk berdinas push-pull, bahkan 3rd rail shoe (sepatu pengambil listrik rel ketiga) yang dulu selalu dipasang di bogeynya kini telah dibuang demi keamanan petugas
BB202, si pesek yang apakah EMD 645 (mesinnya) sama berisiknya dengan EMD 645 di Amerika? Lempar Loko jangan lempar sepur ah...

Mana yang lebih baik? MSTS, RailWorks ato TRS?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)