Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Round House / Los Bunder
#21
Di Roundhouse THB turntablenya kayak ada 2 biji?

[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#22
(13-02-2010, 03:44 AM)Penjelajah Wrote:
(12-02-2010, 10:23 AM)bagus70 Wrote: Berikut ini daftar roundhouse milik PT KA yang pernah ada di Indonesia:
1. Kertosono.
2. Lempuyangan (Yogyakarta).
3. Tanah Abang (Jakarta).
4. Tebing Tinggi.

Mohon koreksi kalau ada yang kurang. Setahu saya sekarang ini yang masih ada hanya Lempuyangan dan Tanah Abang.

Saya senang dengan berbagi info disini. Roundhouse Tanah Abang? Sayangnya saya tak bisa "mencium" lokasinya dari Wikimapia. Selain itu infonya turntable Tanah Abang sudah mati (baca di SINI). Yang di Tebing Tinggi kalau tidak salah masih aktif, mengingat itu adalah rumah dari kereta² mekanik DAOP disana. Sedangkan Kertosono, turntablenya memang masih aktif, hanya roundhousenya sepertinya sudah lenyap jika dilihat dari Wikimapia.

@mrawan : PG Rejoagung ada di MN. Satu lagi, PG Jatibarang
[align=center]


turntable Kertosono


Sedangkan roundhouse Tebing Tinggi sulit dilacak dari udara...


Wah Trims info nya pak.. sangat detail..
bisa menambah pengetahuan kita semua.
saiang yg di Tanah abang kalah oleh project lain nya maka nya digusur,
pantes saya cari2 bekas nya aja gak ada kalo dari atas.
Reply
#23
Ke roundhouse YK sekarang menjadi gudang spare parts loc dan gerbong padahal kondisinya masih bagus dan megah bagaimana kalau di jadikan MUSIUM loc DIESEL INDONESIA karena loc diesel generasi pertama sudah banyak wafat dan di scrab maka harus diselamatkan dan di ifentariskan, tempat ini cukup strategis dekat dengan BY.Pengok, sat.Lempuyangan dan sta.Tugu pasti akan menjadi daya tarik wisata yang cukup bagus serta bisa diakses dari mana aja dengan kendaraan. Karena kelihatannya sampai sekarang belum ada upaya dalam hal ini baik Pemda, pihak KAI maupun Pusat, karena setelah ditelusuri baik lewat reka2 RF,IRPS dan cerita rekan yang bekerja disitu lihat di foto, weleh2 sudah mulai brodoli ...sebelum oh kenapa dulu tidak...jangan sampai "HABIS MANIS SEPUH DIBUANG".
Dahulu masih gagah dipuja disanjung di poto ceprat cepret click.click dan sekarang sebaliknya juga masih di foto ceprat ceprot gluk.gluk..tidak ada pujaan sanjungan lagi dan yang ada maesan di pusara pejuang tanpa nama, pekuburan masal " BY PENGOK"
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#24
Nambahin Aja,
Untuk Round House Tebing Tinggi kalau nggak salah masih Aktif dan biasanya digunakan untuk menginap Lok ( Biasanya sis kalo nggak BB 303 , BB 306 ya BB 302 ) yang bertugas mengantar KA Sireks ( Siantar Ekspres ) ke Siantar . dan setelah mengantar 1-s/d 2 gerbong Fider KA Sirek tsb Loko kembali ke Tebing Tinggi untuk menginap dan paginya berangkat lagi ke Siantar untuk menjemput rangkaian KA Sireks .
Dan Tebing Tinggi ini adalah pertigaan ke arah barat ke Medan , selatan ke Pematang Siantar dan ke timur ke Kisaran sampai Tanjung Balai dan Rantau Prapat. Ada beberapa KA yang melintas di Tebing Tinggi , KA Sri Bilah ( 4 x PP rangkaian campuran eksbis . 4 K2 KMP2 , 2 K1 ), KA Putri Deli ( 4 x PP , rangkaian Ekonomi 6 K3 KMP 3 ) dan KA Sireks ( 2x PP 1 K2 ). CMIIW.
Reply
#25
(14-02-2010, 10:44 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Nambahin Aja,
Untuk Round House Tebing Tinggi kalau nggak salah masih Aktif dan biasanya digunakan untuk menginap Lok ( Biasanya sis kalo nggak BB 303 , BB 306 ya BB 302 ) yang bertugas mengantar KA Sireks ( Siantar Ekspres ) ke Siantar . dan setelah mengantar 1-s/d 2 gerbong Fider KA Sirek tsb Loko kembali ke Tebing Tinggi untuk menginap dan paginya berangkat lagi ke Siantar untuk menjemput rangkaian KA Sireks .
Dan Tebing Tinggi ini adalah pertigaan ke arah barat ke Medan , selatan ke Pematang Siantar dan ke timur ke Kisaran sampai Tanjung Balai dan Rantau Prapat. Ada beberapa KA yang melintas di Tebing Tinggi , KA Sri Bilah ( 4 x PP rangkaian campuran eksbis . 4 K2 KMP2 , 2 K1 ), KA Putri Deli ( 4 x PP , rangkaian Ekonomi 6 K3 KMP 3 ) dan KA Sireks ( 2x PP 1 K2 ). CMIIW.

Kalo gak salah Round House TBI cuma dipake buat muter lok deh.. Los Roundhousenya cuma buat nyimpen gerbong NR (?)..

CMIIW

[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#26
(15-02-2010, 06:13 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote:
(14-02-2010, 10:44 PM)BAMBANG EKO Wrote:
Nambahin Aja,
Untuk Round House Tebing Tinggi kalau nggak salah masih Aktif dan biasanya digunakan untuk menginap Lok ( Biasanya sis kalo nggak BB 303 , BB 306 ya BB 302 ) yang bertugas mengantar KA Sireks ( Siantar Ekspres ) ke Siantar . dan setelah mengantar 1-s/d 2 gerbong Fider KA Sirek tsb Loko kembali ke Tebing Tinggi untuk menginap dan paginya berangkat lagi ke Siantar untuk menjemput rangkaian KA Sireks .
Dan Tebing Tinggi ini adalah pertigaan ke arah barat ke Medan , selatan ke Pematang Siantar dan ke timur ke Kisaran sampai Tanjung Balai dan Rantau Prapat. Ada beberapa KA yang melintas di Tebing Tinggi , KA Sri Bilah ( 4 x PP rangkaian campuran eksbis . 4 K2 KMP2 , 2 K1 ), KA Putri Deli ( 4 x PP , rangkaian Ekonomi 6 K3 KMP 3 ) dan KA Sireks ( 2x PP 1 K2 ). CMIIW.

Kalo gak salah Round House TBI cuma dipake buat muter lok deh.. Los Roundhousenya cuma buat nyimpen gerbong NR (?)..

CMIIW


[Image: 18744_1182161833634_1215853313_30417038_1008510_n.jpg]
Photo by Riky R. Soeripno on Facebook.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#27
Berarti banyak juga los bunder di indonesia dan los bunder yang paling besar kelihatannya yang di YK ..menurut rekan2 lain gimana dan ngapa londo dulu bikin los bunder kalau hanya untuk nyimpan loc ya?..BingungBingung
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#28
menurut saya, pembuatan roundhouse adalah cara efisien untuk tempat penyimpanan lok. Hemat tempat, hemat biaya langsir, dan Hemat wesel. satu lorong roundhouse memang idealnya untuk satu lok saja. Lok yang hendak dioperasikan bisa langsung keluar dari roundhouse melalui turntable, tanpa harus menunggu lok yang ada di depannya dikeluarkan terlebih dahulu. bandingkan dengan dipo lok yang biasanya. bila ingin mengeluarkan lok yang ada di barisan belakang, maka lok yang barisan depan harus dipindah terlebih dahulu. (CMIIW)
cintaku berat di kereta...
Reply
#29
(19-02-2010, 06:41 AM)beny_holic Wrote: menurut saya, pembuatan roundhouse adalah cara efisien untuk tempat penyimpanan lok. Hemat tempat, hemat biaya langsir, dan Hemat wesel. satu lorong roundhouse memang idealnya untuk satu lok saja. Lok yang hendak dioperasikan bisa langsung keluar dari roundhouse melalui turntable, tanpa harus menunggu lok yang ada di depannya dikeluarkan terlebih dahulu. bandingkan dengan dipo lok yang biasanya. bila ingin mengeluarkan lok yang ada di barisan belakang, maka lok yang barisan depan harus dipindah terlebih dahulu. (CMIIW)


Masuk akal juga memang harus diakaui londo dahulu genius dalam mekanisme siistim operasional areal kecil muat banyak piye carane, setuju pendapat mas beny.Xie Xie
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#30
yangt bekas tanah abang sudah jadi bangunan kantor dipo
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)