Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRL Hibah Jepang VS KRL Made In INKA
KRL ciliwung itu AC..bukannya INKA juga?
Reply
(04-06-2010, 08:30 AM)m_ilhami Wrote: KRL ciliwung itu AC..bukannya INKA juga?

ho'oh idem KRL-I, kalo masalah dingin apa memang disesuaikan aja sama jumlah penumpangnya
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(04-06-2010, 08:47 AM)bonbon Wrote:
(04-06-2010, 08:30 AM)m_ilhami Wrote: KRL ciliwung itu AC..bukannya INKA juga?

ho'oh idem KRL-I, kalo masalah dingin apa memang disesuaikan aja sama jumlah penumpangnya

Iya kalo AC terlalu dingin juga tidak semua orang seneng temasuk saya, kalo pake ac enaknya disesuaikan dengan keadaan dan kenyamanan. Pisss ahhh...

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
haah?? HOLEC dan HITACHI pernah pake AC?? bukannya ga pake AC tuh??
kalo iya, kok ane ga pernah tau ya...Bingung

kalo masalah AC, AC tuh bisa diatur pake settingan suhu. Setelah settingan suhu disetel maka AC akan bekerja secara otomatis untuk menjaga agar suhu diruangan itu mendekati settingan. kalo misal ngga dingin ada beberapa sebab :
1. Terlalu banyak orang sehingga pendinginan yang dibutuhkan menjadi lebih besar dari kapasitas pendinginan yang disediakan AC...
2. Ada jendela atau bagian KA yang terbuka/kontak dengan udara luar, sehingga pendinginan dari AC akan mengalir keluar.
3. Paparan sinar matahari yang berlebih. sinar matahari yang masuk melalui jendela akan menambah beban pendinginan, dan bisa lebih besar dari kapasitas pendinginan
4. Setting suhu kurang rendah
5. Freon atau bahan pendingin sudah sedikit.

dalam pembuatan kereta ber-AC, dilakukan perhitungan lebih dulu tentang beban pendinginan berdasarkan volume ruang dan jumlah orang. setelah itu baru ditentukan AC yang akan dipakai , yaitu yang mempunyai kapasitas pendinginan yang mendekati ( biasanya lebih besar ) beban pendinginan tadi. hehehe

[Image: banner.jpg]
Reply
(04-06-2010, 10:25 AM)Logawa_exp Wrote: haah?? HOLEC dan HITACHI pernah pake AC?? bukannya ga pake AC tuh??
kalo iya, kok ane ga pernah tau ya...Bingung

kalo masalah AC, AC tuh bisa diatur pake settingan suhu. Setelah settingan suhu disetel maka AC akan bekerja secara otomatis untuk menjaga agar suhu diruangan itu mendekati settingan. kalo misal ngga dingin ada beberapa sebab :
1. Terlalu banyak orang sehingga pendinginan yang dibutuhkan menjadi lebih besar dari kapasitas pendinginan yang disediakan AC...
2. Ada jendela atau bagian KA yang terbuka/kontak dengan udara luar, sehingga pendinginan dari AC akan mengalir keluar.
3. Paparan sinar matahari yang berlebih. sinar matahari yang masuk melalui jendela akan menambah beban pendinginan, dan bisa lebih besar dari kapasitas pendinginan
4. Setting suhu kurang rendah
5. Freon atau bahan pendingin sudah sedikit.

dalam pembuatan kereta ber-AC, dilakukan perhitungan lebih dulu tentang beban pendinginan berdasarkan volume ruang dan jumlah orang. setelah itu baru ditentukan AC yang akan dipakai , yaitu yang mempunyai kapasitas pendinginan yang mendekati ( biasanya lebih besar ) beban pendinginan tadi. hehehe

Xie XieBukan AC..Lebih tepatnya Exhaust Fan. Jaman tahun 1999 akhir waktu Holec baru keluar itu jadi rangkaian Bogor Express dengan tarif 4000.

Fasilitas :
1. Exhaust Fan yg keunceng banget anginnya.
2. Pintu Otomatis ( masih bisa di buka tutup )
3. Alarm peringatan jika KRL akan jalan.
Reply
bukannya alarm penutup buka pintu ?
kalo exhaust fan bener, kenceng banged gan, ga tau tuh RPM nya berapa, kyknya belom ada KRL lain yg ngalahin
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Holec tahun 1994 sudah ada Mas... saat itu sy sdh sering naik dari Pd. Cina - Cikini



(05-06-2010, 08:14 PM)jadrians Wrote: Xie XieBukan AC..Lebih tepatnya Exhaust Fan. Jaman tahun 1999 akhir waktu Holec baru keluar itu jadi rangkaian Bogor Express dengan tarif 4000.

Fasilitas :
1. Exhaust Fan yg keunceng banget anginnya.
2. Pintu Otomatis ( masih bisa di buka tutup )
3. Alarm peringatan jika KRL akan jalan.
Reply
instan memang kalo impor gan.....

tapi saat ini ane rasa jabotabek emang perlu KRL AC dgn cepat
dari segi kualitas maupun kuantitas..

INKA made in Indonesia bagus memang

Pemerintah jg mikirin industri dalam negeri lah...
nanti juga distop tuh impor
Reply
(24-06-2010, 11:00 PM)spoorwagen Wrote: instan memang kalo impor gan.....

tapi saat ini ane rasa jabotabek emang perlu KRL AC dgn cepat
dari segi kualitas maupun kuantitas..

INKA made in Indonesia bagus memang

Pemerintah jg mikirin industri dalam negeri lah...
nanti juga distop tuh impor

Saat ini INKA kabarnya sudah menyiapkan workshop khusus untuk perakitan KRL hasil kerjasama dengan Bombardier AG, namun impor dari Jepang masih tetap berjalan sampai ada kepastian dari pihak INKA bahwa INKA dapat memenuhi pesanan armada KRL dari PT. KCJ.

Holec rakitan INKA itu ternyata tidak hanya kerjasama dengan BN/Holec, melainkan juga dengan pihak Bombardier (di beberapa armada kereta Holec yang tersisa masih dapat ditemui plakat bertuliskan Bombardier).

Soal impor, Dephub mencanangkan akan menghentikan impor KRL eks Jepang mulai 2012 atau awal 2013 setelah ada konfirmasi dari INKA.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Kenapa ya KRL INKA cuma 4 gerbong?
trus kenapa nggak ada yang "serius" dipakai untuk lintas serpong,bogor,bekasi, tapi cuma dipakai untuk jalan-jalan jadi ciliwung...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)