Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Daop/divre yang ter-..../paling ....
#41
(24-10-2010, 09:24 PM)raditiya Wrote:
(24-10-2010, 09:16 PM)Narendro Anindito Wrote:
(24-10-2010, 09:07 PM)dymaz_dimsy Wrote: Daop 3 paling sedikit trayek KA nya..... (Argo Jati,Cirebon Ekspres,dan Tegal Arum)

cmiiw

loh, bukannya Tegal Arum itu milik Daop I ?
CN cuma punya Cirek sama ArTi Gembira

wah berarti masih mending Daop IX ya? Hehehe :p

mungkin daop IX cuma kalah dalam okupansi dan jumlah trip Ngikik

CMIIW
Reply
#42
(24-10-2010, 09:16 PM)Narendro Anindito Wrote:
(24-10-2010, 09:07 PM)dymaz_dimsy Wrote: Daop 3 paling sedikit trayek KA nya..... (Argo Jati,Cirebon Ekspres,dan Tegal Arum)

cmiiw

loh, bukannya Tegal Arum itu milik Daop I ?
CN cuma punya Cirek sama ArTi Gembira

Tegal Arum mah punyanya daop IV kali...,Ngakak lah wong rangkaiannya tukeran ma Tawang Jaya?

Back on Topic

Daop yg paling banyak merealisasikan wacana (menurut saya): daop VIII SB. Contohnya pengaktifan rel mati SDA-TRK, relokasi rel TLN-GNG-BG, pengaktifan KDA-IDO, dsb.
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#43
(22-10-2010, 12:45 PM)BAMBANG EKO Wrote: [spoiler]
Joe_cn Wrote:22-Oct-2010, 12:11 PMUntuk DAOP IX mungkin lebih cocok kita katakan kalo DAOP ini paling banyak k3nya, maksudnya adalah dari 6 kereta penumpang yang ada di DAOP IX 5 adalah k-3 jadi bisa dibilang 5/6 atau 83%nya adalah k-3.
[/spoiler]

Chek dulu
K3 : Sritanjung , Logawa . Probowangi , Pandanwangi , Tawangalun ....
K1/2 : Mutim Siang , Mutim Malam , Ardo Raung eh bukan ding,
Resume K3 : 5/7 = 71,42 %
K3 Logawa bukannya punya DAOP IV ? Mikir Dulu
CMIIW Xie Xie

Reply
#44
(25-10-2010, 09:34 AM)46rossi Wrote:
(22-10-2010, 12:45 PM)BAMBANG EKO Wrote: [spoiler]
Joe_cn Wrote:22-Oct-2010, 12:11 PMUntuk DAOP IX mungkin lebih cocok kita katakan kalo DAOP ini paling banyak k3nya, maksudnya adalah dari 6 kereta penumpang yang ada di DAOP IX 5 adalah k-3 jadi bisa dibilang 5/6 atau 83%nya adalah k-3.
[/spoiler]

Chek dulu
K3 : Sritanjung , Logawa . Probowangi , Pandanwangi , Tawangalun ....
K1/2 : Mutim Siang , Mutim Malam , Ardo Raung eh bukan ding,
Resume K3 : 5/7 = 71,42 %
K3 Logawa bukannya punya DAOP IV ? Mikir Dulu
CMIIW Xie Xie

Daop V mas Xie Xie
tapi yg dimaksud itu yg lewat Daop IX, bukan yg milik Daop IX
Reply
#45
@ JaY = Kayaknya gak Daops II aja deh yg tertinggi, tapi Daops VIII khan punya trek Malang - Blitar tuh... Trus Daops V nampaknya gak macet kayak dulu deh begitu Petarukan - Purwokerto jadi rel ganda... Maksudnya bukan "macet" tapi "banyak bersilang" kali yah?

Sekalian nambahin :
Daops I Jakarta -> Terbanyak jadwal K3nya. Coba aja tengok banyak K3 yang silang atau pun juag nunggu disusul K1 khan? Dalam hal ini gak hanya K1 tapi juga K2 yang pasti utk jarak jauh.
Daops IV Semarang -> Teristimewa pariwisatanya. Ambarawa nampaknya paling diminatin turis mulai lokal, nasional hingga mancanegara ketimbang di tempat lain. Bener gak?
Daops IX Jember -> Tersisakan lok DH saja. Kalau pun aja macem Sri Tanjung, Mutiara Timur dan Logawa lok2 DEnya bukan milik Daops IX khan?

Reply
#46
Daop 6 YK juga banyak turis kok. Lihat aja KA Lodaya tiap bulan-bulan tertentu penuh turis.
Reply
#47
Daop 1 : Terumit
Mungkin sudah tahu mengapa rumit, karena keretanya banyak dan sekarang sudah nambah yang baru lagi, belum lagi bila ada masalah seperti banjir, KRL mogok, Pantograp nyantol (seperti Senin kemrin di Dpok Baru yang bikin kereta Pakuan Ekspress jadi kereta Ekonomi AC dengan 3 jam perjalanan).

Daop 2 : Tertinggi
Memang paling tinggi kan di Jawa meskipun ada jalur seperti Malang maupun Purwokerto, tapi di daerah Parahyangan kereta kan g bisa diajak ngebut, sebagaimana Malang dan Purwokerto.

Daop 3 : Teraneh
Ini saya sebut teraneh karena sudah jalur ganda tapi beberapa kereta juga masih ada yang ditahan2 g jelaz spanjang Cirebon - Cikampek, lagian kereta juga susah untuk diajak ngebut sebagaimana daop IV, lagian relnya juga sudah mulai berisik. Memang sih semua tergantung keberuntungan kita. Lagian juga mengapa semua kereta jarak jauh berhenti disini. Pdahal dulu enggak lhoh.

daop 4 : terjadul
Saya merasakan seperti kembali ke masa lalu ketika melewati jalur sepanjang Bojonegoro-Cepu-Semarang. Karena nuansanya seakan2 seperti tempoe doeloe. Apalagi jalur Semarang ke arah Solo, benar2 menyeramkan.

daop 5 : termacet
Kalau untuk jalur Purwokerto sampai Cirebon saya akui g macet-macet amat. Pusatnya itu antara Kutoarjo-Purwokerto yang bikin macet. Intinya kalau kereta sudah saling silangan disini, sudah g bakal tepat waktu sampe tujuan. Masak jalur 76 km (Kroya-Kutoarjo) ditempuh hampir 2,5 jam.

daop 6 : terngebut
Memang sih, relnya bagus. Dulu pernah naek Gajayana seolah2 seperti naik maglev. Cuma yang disayangkan meskipun sudah menjadi daop percontohan jalan rel, tetapi kondisi rel di daop lain masih kaco balo.

daop 7 : terlezat
Mengapa jika tiba di stasiun Madiun, kita selalu ingat pecel n friend. Beli dech akhirnya. Sudah murah, enak pula.

daop 8 : terguncang
Untuk jalur Bangil - Surabaya, enggak kalah sama daop IV, penataran aja bisa 100km/jam. Tapi untuk Bangil - Blitar, alamak, 60 km/jam udah serasa seperti gempa bumi 8,9 SR.

daop 9 : terhening
Kereta dikit, tapi perkiraan saya banyak. Ada 2 Muttim, Sritanjung, Logawa, TawangAlun, dll. Tapi tidak seramai daop lainnya. Mungkin juga terhening dari suatu masalah.

Sekian. Kalau ada yang protez silakan aja. Kalau ada kurang tambahin aja yang penting happy.

Reply
#48
(28-10-2010, 09:35 AM)JaY Wrote: Daop 3 : Teraneh
Ini saya sebut teraneh karena sudah jalur ganda tapi beberapa kereta juga masih ada yang ditahan2 g jelaz spanjang Cirebon - Cikampek, lagian kereta juga susah untuk diajak ngebut sebagaimana daop IV, lagian relnya juga sudah mulai berisik. Memang sih semua tergantung keberuntungan kita. Lagian juga mengapa semua kereta jarak jauh berhenti disini. Pdahal dulu enggak lhoh.

NgakakNgakak
Mesti banyak2 belajar, Om....Di track itu kan penuh dgn "spot2" menarik utk BLB, malah ada 1 sta. yg bs disebut The BLB Centre. Tujuannya kenapa koq mesti BLB...? Mending saia diam ajah.... Wek

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#49
Nambahin lagi :
Daops I = Daops terunik se-Jawa. Kenapa?
1. Cuma Gambir yang gak melayani K3. Yg lain seperti Bandung, Surabaya Gubeng, Turi, Semarang Poncol, Tawang, dll melayani K3 juga.
2. Saking padetnya Gapeka, cuma Daops ini yang mengalihkan perjalanan K2 ke stasiun khusus K3, sebut saja itu Ps. Senen. Bahkan, K1 macem Bangunkarta yg telah naik kasta dulua K3 jadi K3 campur K2, berlanjut K2 campur K1, kini jadi K1 semuanya., Tetap di PSE.
3. Cuma Gambir yang gak diselipin kata "Jakarta"-nya. Masyarakat gak mengenal "Jakarta Gambir" atau pun "Jakarta Ps. Senen".

Semua Daops di Jawa terunik. Alasannya?
Tidak melayani semua KA yang mengakhiri dan mengawali perjalanan di stasiun dg akhiran "Kota". Sebut saja itu Surabaya Kota, Jakarta Kota dan Solo Kota. Cuma bbrp aja. Khususnya KA - KA jarak menengah dan jauh.

Catatan :
Ingat yg aku garis bawahi yah...


Apalagi yah?? Bingung

Reply
#50
Nambahin ni yee dari Divre 2 Sumbar:
-Terpendek rutenya( klo gak salah jarak terjauh aja panjangnya kurang dari 200 km)
-Terindah pemandangan jalurnya(melintasi tepian air terjun Lembah Anai, jalurnya melewati punggung bukit barisan, melintasi tepian D. Singkarak)
-Terunik jalurnya(memiliki jalur bergerigi terpanjang di Indonesia dan menurut jenisnya hanya ada di Swiss dan Indonesia)
-Paling sedikit sarananya(lokomotif(sekitar 18 unit), gerbong(sekitar 140an unit) dan kereta(22 unit). Kondisi yg disebutkan jumlahnya merupakan sudah SO(siap operasional).
-Terendah tekanan gandarnya(jalurnya hanya bisa dilalui lokomotif bertekanan gandar 11 ton atau kurang)
Sekian dari saya, hehehe...Top Banget
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)