28-11-2010, 09:13 PM
Coba aja BuGe dijalanin 4x sehari dan tarifnya Rp 4000,- , pastinya KA ini rame terus
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
|
KRD BUMI GEULIS
|
|
28-11-2010, 09:13 PM
Coba aja BuGe dijalanin 4x sehari dan tarifnya Rp 4000,- , pastinya KA ini rame terus
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
28-11-2010, 10:31 PM
(28-11-2010, 09:13 PM)alfan.kereta-pesawat Wrote: Coba aja BuGe dijalanin 4x sehari dan tarifnya Rp 4000,- , pastinya KA ini rame terus butul itu.... sangat setuju sekali....
29-11-2010, 03:42 AM
Terakhir naik kereta ini sekitar tahun 2002an (lama juga yah), suara diesel mengaung, penumpak penuh sesak karena jadwal keberangkatan hanya sekali dalam sehari dan rangkaian yang kurang terurus (begitu kesan pertama saat melihat si Geulis ini). Saat buka thread ini (harap maklumi si nu bie ini), kaget melihat udah berubah warna menjadi lebih terkesan terurus dengan pintu yang tertutup. Kebanyakan orang yang mau kemping di daerah sukabumi, sangat butuh jasa kereta ini...
RF andhykandrian, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Sabtu kemarin naik KRD ke SI.
Ternyata, banyak keluhan dari penumpang setianya. Mulai dari Dipo BOO yang disterilisasi,sehingga calon penumpang tidak bisa naik dari Dipo untuk pilih tempat duduk. Padahal mereka sudah datang ke Sta.BOO dari jam 2-3 siang. KRD dilangsir masuk jalur 1 beberapa menit sebelum berangkat, akhirnya saling berebut masuk. Disayangkan kenapa KRD nya sudah ada bukannya dilangsir saja,minimal 1 jam atau setengah jam sebelum berangkat supaya penumpang tidak berebut.
Pintu yang sengaja dimanualkan ternyata merepotkan penumpang, yang mau turun atau naik. Sudah tunggu didepan pintu begitu cess..pintu dibuka ehh,,taunya pintu tertutup.Sehingga harus pindah cari pintu yang terbuka. Sangat merepotkan saat penuh.
Sampai keluhan kemarin anjlok di THB, yang baru berangkat dari BOO jam 8 kurang 15 malam sampai SI jam 10 malam. Rangkaian yang selalu konstan cuma 4 KRD walaupun weekend. Apa Daop I sengaja tidak mau rugi? Memang kalau subuh dari SI tidak seramai sore dari BOO.Tapi kalau weekend, sore dari BOO cuma 4 KRD penuhnya bukan main. Syukur masih bisa keangkut.
Banyak kru KRL atau kru Daop I yang pulang ke arah SI minta BLB ditengah jalan.
Ternyata masyarakat sangat berharap pada si Geulis karena tarif dan waktu tempuhnya,apalagi wekend. Banyak yang bawa keluarga. Ongkos kalau naik elf bogor-sukabumi bisa mencapai Rp.20.000- kalau weekend, belum macetnya. BOO-SI bisa sampai 4 jam.Tapi yang diharapkan malah mengecewakan,,
![]() ![]()
02-12-2010, 02:11 PM
Quote:Banyak kru KRL atau kru Daop I yang pulang ke arah SI minta BLB ditengah jalan.Ini penyakit parah yg susah dihilangkan, gak KRD dimana saja... KRL juga suka ada kl siang antra lintas CTA - DP. Gimana penumpang mo tertib kl pegawainya juga gak tertib.... Belum lagi yg sampe sekarang BuGe gak berkarcis dari BOO - THB, padhaal dijadiin angkutan resmi aja. pake tiket eko ac..... pasti lumayan. jadi ada pemasukan buat PTKA/KCJ, gak cuma buat kru BuGe..... naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut..... http://transportationindonesia.wordpress.com/
02-12-2010, 09:10 PM
BOO - THB....
berrati kalo siang ni KA ngadem di THB ya.... Betul tu usul Om Tukang Bengkel, mending dijadiin angkutan resmi aja, dari pada cuman jalan biasa aja....
03-12-2010, 04:25 PM
Dengan akan diresmikannya Jalur Sukabumi-Cianjur-Bandung kelihatannya BUge akan Standby di Sukabumi untuk melayani Rute Bogor-Sukabumi-Lampegan dan dari Lampegan ada KA Lampegan-Cianjur-Bandung..... katanya sih akan mulai beroperasi pertengahan Desember 2010.
http://www.semboyan35.com/archive/index....09-19.html
04-12-2010, 10:55 AM
(02-12-2010, 02:11 PM)TukangBengkel Wrote: Ini penyakit parah yg susah dihilangkan, gak KRD dimana saja... KRL juga suka ada kl siang antra lintas CTA - DP. Gimana penumpang mo tertib kl pegawainya juga gak tertib.... Ya begitu lah kalau jadi penghuni tunggal BOO-SI, suka-suka.
Malah pernah lebih konyol lagi,, sudah jam 5 sore KRD tidak berangkat-berangkat dari jalur 1. Ehh rupanya ada yang minta ditungguin. Tidak lama masuk Pakuan dijalur 2. Begitu Pakuan berhenti, Mass Pakuan langsung loncat dari kabin Pakuan ke kabin Bumi Geulis. Setelah itu langsung berangkat. Susah, kalau KLB KRD jadi resmi, soalnya itu kan jalurnya KCJ ditambah jalannya cuma seminggu 2 kali. KCJ yang berkuasa. Sebenarnya para petinggi KCJ pun sudah tahu kalau KLB KRD suka menaikan penumpang, tapi mereka diam saja. Mungkin mereka sadar sama kapasitas angkut mereka yang masih kurang. KLB KRD BOO-THB lumayan mengurangi beban yang harus diangkut KCJ.
![]()
05-12-2010, 01:16 PM
(This post was last modified: 05-12-2010, 01:53 PM by Alwi S35 Munawar.)
Akhirnya
![]() Warga Bogor bisa menuju Bandung dengan biaya yang terjangkau. ![]() ![]() Menambahkan foto : KRD Bumi Geulis melintas Viaduct Tanjakan Empang ![]() Sebelum viductnya berubah wujud. ![]() [url=Klik!]Foto-foto BuGe[/url] |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|