Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
04-02-2011, 04:26 PM
(This post was last modified: 04-02-2011, 04:29 PM by bonbon.)
maap...kebijakan ini baru pertama kali di dunia atau pernah ada di negara lain ? kalau ada di negara mana ya..
Pasang GPS aja apa ya di tiap loko, jd kalo mau silangan taspatnya bisa di kurangin, kalau kosong tanpa silangan, bablas wuuzzz
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 141
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
1
::Bon-Bon::
di Loko kan udah ada GPS nya.....
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
kalo buat aling-aling, kenapa gak pake gerbong GGW-GGWT aja sekalian. panjang gerbongnya lebih kecil (12 m) tapi tetep pake 4 gandar. lebih ringan dari gerbong penumpang.
buat nambah daya redaman kalo tabrakan, seluruh gerbong diisi full damen/jerami.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 132
Threads: 0
Joined: Jan 2011
Reputation:
1
tepat keesokan paginya setelah PLH tsb saya naik KRD Surabaya-Bojonegoro sudah diberlakukan.para bakul jajan pada blg kl gerbong yg kosong udah dibooking bonek (mengingat 2 hari sebelum itu ada kejadian bus Semarang - Surabaya dirusak di Lamongan, 1 tewas). bikin serem para penumpang yg ga tau apa2. saya lanjut Bojonegoro-Semarang pk feeder juga dah pk gerbong kosong...
DT lover
Posts: 1,252
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
11
kebijakan yang sangat aneh dan irrasional bagi saya pribadi... logikanya ngapain juga bawa gerbong kalo dikosongin? bikin berat aja...... kalo pengen g ada PLH ya g usa dijalanin itu kereta...
yang napanya resiko kecelakaan itu kan pati selalu ada... apapun jenis kendaraannya... tugas para petugas yang terlibat langsung maupun tidak langsung kan bagaimana caranya untuk meminimalisir resiko tsb sekecil2nya....
ck ck ck..... baru pertama dalam sejarah persepuran dunia kali ini
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at
www.daop8sgu.blogspot.com
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
Apakah ini kebijakan bodoh kreasi pak Hermanto Dwiatmoko lagi? Mengingat jabatannya di Dirjen KA adalah kepala bagian yang berurusan dengan keselamatan KA.
Sudah sebelumnya membuat penomoran bodoh, sekarang menyuruh mengosongkan gerbong pertama dan terkahir dengan alasan "keselamatan". Duh, kok kesannya seperti anti Tuhan begitu, seakan-akan mati-hidupnya orang ditentukan Dirjen KA.
Kebijakan ini kalau dianalogikan seperti:
- karena bus sering celaka, maka dua deret kursi pertama dikosongkan (begini caranya PO busnya bisa bangkrut!).
- karena korban tewas pesawat seringkali ada di depan, maka business class ditiadakan, dan penumpang dilarang duduk di bagian depan (mampus gini caranya buat airlinenya).
- karena sering terjadi perampokan terhadap pengguna mobil mewah, maka warga masyarakat dilarang menggunakan mobil mewah (enak saja! Memangnya ini negara komunis gitu? Wong di RRC yang negara komunis, nyetir Ferrari boleh kok).
Logikanya dimana gitu? Wong penjaga sekolahan yang belum tentu lulusan SMA bisa berpikir lebih logis, dan mengambil tindakan jauh lebih bijaksana daripada ini!
Kepada moderator, saya mohon maaf kalau ucapan saya kurang berkenan, dan terkesan seperti memojokkan pribadi atau institusi tertentu. Tapi patut diingat bahwa saya berbicara sebagai pengguna jasa KA yang membayar karcis secara penuh, sehingga kalau dianalogikakan, gaji orang-orang itu berasal dari uang saya.
Saya hanyalah seorang pengguna jasa KA, dan penikmat KA, yang merasa gerah dengan tindak-tanduk orang bodoh sok kuasa seperti mereka.