Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
(26-07-2011, 06:29 PM)pardjono Wrote: Menhub: Manajemen Tiket KA Harus Diperbaiki!
..............
Soal harga tiket kereta, kata dia, untuk kelas eksekutif memang dilepaskan. "Tetapi ada batas atas. Kalau tiket ekonomi, sudah pasti tidak boleh naik," kata dia. Sementara, kata dia, untuk tiket bisnis ada batas atas bawah.
...................
Jadi intinya untuk K3 tidak ada kenaikan tarif selama arus mudik lebaran
Untuk K2 akan ada penentuan tarif batas bawah dan batas atas
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(31-07-2011, 08:36 AM)Warteg Wrote:
(26-07-2011, 06:29 PM)pardjono Wrote: Menhub: Manajemen Tiket KA Harus Diperbaiki!
..............
Soal harga tiket kereta, kata dia, untuk kelas eksekutif memang dilepaskan. "Tetapi ada batas atas. Kalau tiket ekonomi, sudah pasti tidak boleh naik," kata dia. Sementara, kata dia, untuk tiket bisnis ada batas atas bawah.
...................

Jadi intinya untuk K3 tidak ada kenaikan tarif selama arus mudik lebaran.
Untuk K2 akan ada penentuan tarif batas bawah dan batas atas.
Tapi untuk membeli tiketnya yang bertempat duduk bukan hal yang mudah. Sedih
Reply
(31-07-2011, 08:42 AM)pardjono Wrote:
(31-07-2011, 08:36 AM)Warteg Wrote:
(26-07-2011, 06:29 PM)pardjono Wrote: Menhub: Manajemen Tiket KA Harus Diperbaiki!
..............
Soal harga tiket kereta, kata dia, untuk kelas eksekutif memang dilepaskan. "Tetapi ada batas atas. Kalau tiket ekonomi, sudah pasti tidak boleh naik," kata dia. Sementara, kata dia, untuk tiket bisnis ada batas atas bawah.
...................

Jadi intinya untuk K3 tidak ada kenaikan tarif selama arus mudik lebaran.
Untuk K2 akan ada penentuan tarif batas bawah dan batas atas.
Tapi untuk membeli tiketnya yang bertempat duduk bukan hal yang mudah. Sedih
Lha iya, kayak mudik tahun lalu juga............
Sampai-sampai nginep tiduran di peron PSE ..............BetheBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(26-07-2011, 06:29 PM)pardjono Wrote: Menhub: Manajemen Tiket KA Harus Diperbaiki!

VIVAnews - Menteri Perhubungan Freddy Numberi memerintahkan Dirjen Perkeretapian untuk melakukan pengecekan terhadap proses penjualan tiket kereta api untuk arus mudik lebaran.

"Tidak bisa dia bilang hari ini habis dalam lima menit, besok lima menit habis. Mekanisme seperti apa itu! Tidak benar itu," kata Freddy di Kantor Presiden, Selasa, 26 Juli 2011.

Freddy mengatakan, Dirjen Perkeretaapian sudah diminta untuk berkoordinasi dengan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Harus dievaluasi dong, tidak bisa begitu," ucap Freddy.

Selanjutnya, Freddy menilai perlu ada pembenahan manajemen PT. Kereta Api (Persero). "Mungkin manajemennya yang harus dibenahi. Tapi tidak bisa cuma begitu, karena ini kan meresahkan masyarakat," ungkapnya.

Soal harga tiket kereta, kata dia, untuk kelas eksekutif memang dilepaskan. "Tetapi ada batas atas. Kalau tiket ekonomi, sudah pasti tidak boleh naik," kata dia. Sementara, kata dia, untuk tiket bisnis ada batas atas bawah.

"Saya harap itu hanya mendekati batas tengah," kata dia. Freddy menambahkan, tiket lebih cepat habis karena ada dugaan permainan calo. "Kemarin sudah ditangkap delapan orang," ucapnya.

Menurut Freddy, dari delapan orang yang ditangkap tersebut ada orang KAI yang terlibat. "Nah yang delapan orang itu ada orang dalam kereta api yang menjadi calo, ini kan tidak bisa, harus ditindak dong," kata dia. (umi)

Sumber : vivanews.com

alaah..MenHub bisanya cuma nggertak aj...tanpa solusi konkrit
693-5073-893-673
Reply
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) BUKA LINE BARU ANGKUTAN SEMEN HOLCIM.

Sebagai komitmen untuk lebih serius menggarap angkutan barang, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Holcim Indonesia Tbk. sepakat membuka line baru angkutan semen Holcim dari Karangtalun ke Cirebon Prujakan. Pembukaan line baru ini menambah jumlah tujuan angkutan semen Holcim dengan kereta api dari 6 stasiun tujuan yang ada saat ini (Lempuyangan, Purwosari, Solo, Sragen, Brumbung, dan Semarang Poncol) menjadi 7 stasiun tujuan. Line baru ini juga menambah jumlah kereta api angkutan semen dari Karangtalun dari 3 KA menjadi 4 KA per hari.

Angkutan semen Holcim Karangtalun - Cirebon Prujakan menggunakan armada gerbong GGW dengan jumlah rangkaian 18 gerbong sekali angkut dan ditarik menggunakan lokomotif CC 204. Keberangkatan dari Karangtalun pukul 05.36, dengan waktu tempuh 5 jam ditargetkan kiriman semen ini akan sampai di stasiun Cirebon Prujakan pukul 10.36. Waktu bongkar (unloading) yang dibutuhkan di stasiun tujuan kurang lebih selama 4 jam, sehingga armada kosongan akan tiba kembali di Karangtalun pukul 21.00.

Dengan tarif angkutan sebesar Rp. 393,- per ton/km dan jarak tempuh 189 km, bea angkutan 1 gerbong (30 ton) mencapai Rp. 2.228.400,- Selain bea angkutan tersebut untuk angkutan semen ini masih ada penambahan surcharge angkutan, sehingga total bea angkutan 1 gerbong mencapai rata- rata Rp. 2,5 juta. Dengan jumlah rangkaian 18 gerbong, angkutan semen ini akan memberikan tambahan pemasukan pendapatan kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp. 45 juta per hari.

Perjalanan perdana angkutan semen Holcim dari Karangtalun dengan tujuan Cirebon Prujakan dimulai Senin, (25/7) dengan menggunakan tem (telegram maklumat). Sebanyak 15 gerbong GGW semen tujuan Cirebon Prujakan dengan berat total 660 ton diberangkatkan dari Karangtalun pukul 05.30 dengan ditarik lok CC 2040306. KLB (Kereta api Luar Biasa) angkutan semen perdana ini diawaki oleh masinis Agus Riyanto dengan asisten Afif, Kondektur Anif dan TKA Nursamsi dari stasiun Cilacap.

Sumber : www.kereta-api.co.id
Reply
Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan
[Image: overstappen.png]
Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan

VIVAnews - Investor Rusia berminat untuk
berinvestasi di wilayah Kalimantan dengan
membangun rel kereta pengangkut batu
bara sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi
untuk proyek tersebut ditaksir mencapai US
$2,5 miliar dan membentang dari
Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur.
"Melibatkan Pemerintah Daerah Kalteng dan
Kaltim, nota kesepahaman atau
memorandum of understanding akan
ditandatangani pada saat kunjungan
Presiden Rusia ke Bali pada East Asia
Summit, November mendatang," kata Deputi
Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan
Pembiayaan Internasional, Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal
Affandi Lukman, usai menerima kunjungan
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia,
HE Alexander A Ivano, di Kantor Menko
Perekonomian, Jakarta, Senin, 1 Agustus
2011.
Pemerintah, lanjut Rizal, saat ini masih
berkoordinasi bersama Pemda yang akan
dilewati jalur itu. Selain itu, pemerintah akan
memeriksa kesiapan perusahaan Indonesia
yang akan menjadi rekan kerja Rusia.
"Kalau bisa, paling tidak 3-5 tahun setelah
penandatanganan. Ada tahap-tahap yang
harus dilewati, ini baru kesepakatan untuk
membangun," ungkapnya.
Selama ini, kata Rizal, pihak Rusia melihat
potensi bisnis batu bara di Kalimantan
sangat besar. Namun, teknologi yang
digunakan masih kurang memadai. Untuk
mendukung rencana tersebut, pemerintah
Indonesia bahkan siap membantu dalam hal
yang terkait isu lingkungan dan analisis
mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
"Ini bagian dari MP3EI. Saya kira, proyek
kereta bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk
batu bara, tapi juga penumpang," kata Rizal.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Dubes
Rusia menyepakati peningkatan kerja sama
bilateral dari sisi investasi dan perdagangan
dengan Rusia.
"Perdagangan kedua negara masih di bawah
US$2 miliar yaitu US$1,7 miliar. Tapi, tahun
ini, 5 bulan pertama 2011 meningkat 50
persen dan sudah sampai US$1 miliar.
Prediksi mencapai US$2 miliar sampai akhir
tahun," ungkap Rizal.
Kesepakatan ini, dia melanjutkan, nantinya
akan dituangkan dalam roadmap ekonomi
kedua negara pada lima tahun ke depan,
yang akan dibicarakan pada saat pertemuan
antar menteri pada Oktober mendatang.
Pertemuan ini adalah hasil dari kunjungan
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo
beberapa waktu lalu serta kunjungan
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ke
Rusia.
"Potensi ekspor Indonesia ke Rusia salah
satunya minyak sawit mentah (CPO), (≖᷆︵︣≖),
garmen, sepatu, dan elektronik. Produk-
produk itu yang bisa bersaing dengan China,
karena secara geografis, China diuntungkan
karena lebih dekat," kata Rizal.
Selain itu, kata Rizal, impor terigu dari Rusia
juga diharapkan untuk menambah alternatif
selain dari Australia dan Turki, agar pasar
dalam negeri bisa lebih kompetitif akibat
peningkatan konsumsi non-beras ini.
"Penduduk Rusia 140 juta orang,
pendapatan per kapita US$15.900, ini adalah
pasar potensial," pungkasnya.
Investasi perusahaan Rusia di Tanah Air
masih terbatas. Investasi itu dalam beberapa
sektor, di antaranya transportasi,
pergudangan, komunikasi dan sektor jasa
lainnya. Namun, karena nilainya terlalu kecil,
sehingga kedua negara sepakat untuk
mengembangkannya. (art)
Reply
Quote:Agen tak bisa jual tiket balik Lebaran

By nad16 on 28 Juli 2011


Solo (Solopos.com)–Sejumlah agen penjual tiket kereta api rupanya belum bisa melayani penjualan tiket kereta untuk arus balik Lebaran.

Hal ini dikeluhkan calon penumpang, lantaran penjualan tiket kereta api semestinya dilayani mulai H-40. Seperti di Kantor Pos.

Kepala PT Pos Indonesia Solo, L Sutadji, menyampaikan pihak supervisor sejauh ini tidak bisa membuka server data tiket untuk jadwal perjalanan 40 hari ke depan.

“Karena, kami baru bisa buka untuk penjualan tiket 30 hari ke depan. Terkait kebijakan bahwa penjualan tiket Lebaran itu mulai H-40, sejauh ini kami tidak menerima pemberitahuan resmi secara tertulis,” kata Sutadji, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (28/7/2011).

Diakuinya, dengan kondisi seperti ini, calon penumpang kereta api yang akan memesan tiket kereta di Kantor Pos tidak bisa mendapatkan tiket yang dicari.

“Kalau server dibuka, kami tidak bisa akses data untuk 40 hari ke depan. Jadi, kalau sekarang ada calon penumpang yang cari tiket untuk arus balik, ya belum bisa.”

(haw)

pada akhirnya penumpang membeli tiket di stasiun Sakit
.
Reply
(01-08-2011, 08:58 PM)jonathan Wrote: Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan
[Image: overstappen.png]

wah, apakah bakal ada russian gauge di indonesia (1520 mm) ?

tapi saya ragu2. jangan2 mau bangun rel kereta malah jadi pangkalan soyuz?

Ngakak

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(01-08-2011, 10:32 PM)animaX Wrote: Agen tak bisa jual tiket balik Lebaran

pada akhirnya penumpang membeli tiket di stasiun Sakit

Sudah tradisi tiap tahun selalu dan selalu berdesak-desakan di loket Stasiun seperti mengantri raskin di kelurahan..............NgeledekNgeledek
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(01-08-2011, 11:08 PM)ady_mcady Wrote:
(01-08-2011, 08:58 PM)jonathan Wrote: [spoiler=Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan]
VIVAnews - Investor Rusia berminat untuk
berinvestasi di wilayah Kalimantan dengan
membangun rel kereta pengangkut batu
bara sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi
untuk proyek tersebut ditaksir mencapai US
$2,5 miliar dan membentang dari
Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur.
"Melibatkan Pemerintah Daerah Kalteng dan
Kaltim, nota kesepahaman atau
memorandum of understanding akan
ditandatangani pada saat kunjungan
Presiden Rusia ke Bali pada East Asia
Summit, November mendatang," kata Deputi
Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan
Pembiayaan Internasional, Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal
Affandi Lukman, usai menerima kunjungan
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia,
HE Alexander A Ivano, di Kantor Menko
Perekonomian, Jakarta, Senin, 1 Agustus
2011.
Pemerintah, lanjut Rizal, saat ini masih
berkoordinasi bersama Pemda yang akan
dilewati jalur itu. Selain itu, pemerintah akan
memeriksa kesiapan perusahaan Indonesia
yang akan menjadi rekan kerja Rusia.
"Kalau bisa, paling tidak 3-5 tahun setelah
penandatanganan. Ada tahap-tahap yang
harus dilewati, ini baru kesepakatan untuk
membangun," ungkapnya.
Selama ini, kata Rizal, pihak Rusia melihat
potensi bisnis batu bara di Kalimantan
sangat besar. Namun, teknologi yang
digunakan masih kurang memadai. Untuk
mendukung rencana tersebut, pemerintah
Indonesia bahkan siap membantu dalam hal
yang terkait isu lingkungan dan analisis
mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
"Ini bagian dari MP3EI. Saya kira, proyek
kereta bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk
batu bara, tapi juga penumpang," kata Rizal.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Dubes
Rusia menyepakati peningkatan kerja sama
bilateral dari sisi investasi dan perdagangan
dengan Rusia.
"Perdagangan kedua negara masih di bawah
US$2 miliar yaitu US$1,7 miliar. Tapi, tahun
ini, 5 bulan pertama 2011 meningkat 50
persen dan sudah sampai US$1 miliar.
Prediksi mencapai US$2 miliar sampai akhir
tahun," ungkap Rizal.
Kesepakatan ini, dia melanjutkan, nantinya
akan dituangkan dalam roadmap ekonomi
kedua negara pada lima tahun ke depan,
yang akan dibicarakan pada saat pertemuan
antar menteri pada Oktober mendatang.
Pertemuan ini adalah hasil dari kunjungan
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo
beberapa waktu lalu serta kunjungan
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ke
Rusia.
"Potensi ekspor Indonesia ke Rusia salah
satunya minyak sawit mentah (CPO), (≖᷆︵︣≖),
garmen, sepatu, dan elektronik. Produk-
produk itu yang bisa bersaing dengan China,
karena secara geografis, China diuntungkan
karena lebih dekat," kata Rizal.
Selain itu, kata Rizal, impor terigu dari Rusia
juga diharapkan untuk menambah alternatif
selain dari Australia dan Turki, agar pasar
dalam negeri bisa lebih kompetitif akibat
peningkatan konsumsi non-beras ini.
"Penduduk Rusia 140 juta orang,
pendapatan per kapita US$15.900, ini adalah
pasar potensial," pungkasnya.
Investasi perusahaan Rusia di Tanah Air
masih terbatas. Investasi itu dalam beberapa
sektor, di antaranya transportasi,
pergudangan, komunikasi dan sektor jasa
lainnya. Namun, karena nilainya terlalu kecil,
sehingga kedua negara sepakat untuk
mengembangkannya. (art)[/spoiler]

wah, apakah bakal ada russian gauge di indonesia (1520 mm) ?

tapi saya ragu2. jangan2 mau bangun rel kereta malah jadi pangkalan soyuz?

Ngakak

Gauge-nya sih pasti ikut sini om, tpi lokonya boleh jadi dari Rusia, sebangsa 2TE... Ngiler

Back on Topic
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)