Posts: 300
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
4
(23-09-2011, 01:31 PM)see_204XX Wrote: Nah itu dia yg masih jd pertanyaan saya. Sebagai contoh kayak Logawa. Penumpang Logawa dr PWT sepertinya banyak yg turun di LPN, SB. Apa hanya berbekal informasi dr PWT kalo KA dah penuh trus penumpang dr KT yg mau ke MN ato SB nggak bisa naik sementara di LPN penumpang yg turun lebih banyak dr yg naik...? Apa nanti K3 akan seperti K1 dimana penumpang akan ditanya & dilist dlm tabel dimana mereka akan turun...? Dan apakah nantinya KP akan menginformasikan jumlah tempat duduk yg masih teralokasi ke stasiun2 pemberhentian selanjutnya...? Mudah2an sajah... 
lho kan sistem penjualan tiket sdh online utk semua kelas. jadi tentunya jumlah penumpang yg naik dan turun di stasiun mana2 saja sdh terpantau dgn baik di database bagian penjualan tiket.
naik kereta api tut tut tut...
siapa hendak turut...
ke bandung... surabaya...
bolehlah turun di KROYA saja...
Posts: 300
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
4
(23-09-2011, 04:00 PM)see_204XX Wrote: K3 jg sdh diterapkan penjualan tiket secara online...? Sjk kpn tuch, Kang...? Itu online hanya dr stasiun besar ato nggak nich...? Koq saya br denger neh. Wah, ternyata saya gagap informasi jg. 
sejak musim angkutan lebaran taun ini om. saya kira tdk hanya dr stasiun besar, coz stasiun2 kecil di daop 5 seperti gandrungmangun dan kawunganten (setau saya) sdh menerapkan sistem ini. mungkin anda blm pernah naik K3 sejak musim lebaran ini ya om??
naik kereta api tut tut tut...
siapa hendak turut...
ke bandung... surabaya...
bolehlah turun di KROYA saja...
Posts: 2,439
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
62
Tapi kalau yg turun didata secara online yaa gampang juga sih.
Kayak K1 dan K2.
Posts: 2,236
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
14
lebaran kemaren dengan toleransi K3 yang cuma 150 penumpang & K2 125% tempat duduk, jatah kereta yang dikurangi 1 buat aling2, akibatnya jumlah penumpang yang naik KA turun 20% , terus penumpang yang ga dapet tiket pasti lewat jalan raya
lha ni malah mo dikurangin lagi padahal armada kereta aja masih kurang betul, yang ada kapasitas angkut kereta makin turun dan jalan raya makin macet karena nampung luberan penumpang KA
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .