Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(10-10-2011, 12:40 PM)pardjono Wrote: Inilah salah satu hal krusial yang sangat sulit dibenahi dan/atau diberantas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekalipun.
Menurut saya nggak sulit kalo ada tekad & kemauan, Pak. Kalo diterapkan sistem dimana nama penumpang harus sesuai dgn nama yg di tiket saya rasa sdh bs mengeliminasi ruang gerak calo.
Punya nama bagus2 tp di tiket namanya berubah jd JUAL, PROMO ato nama tasiyun ya gimana ceritanya...? Bs dituntut pencemaran nama baik tuch..
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(10-10-2011, 12:40 PM)pardjono Wrote: Harian Sumut Pos Wrote: ~edited~
Sementara, calon penumpang yang kesal karena tidak kebagian tiket menduga, tiket-tiket tersebut sudah diborong calo yang berkeliaran di Staisun Besar Medan untuk mencari keuntungan. “Kenapa tiket bisa habis? Pasti sudah diborong calo. Terbukti, karena banyak calo yang menawari tiket kepada kami dengan harga yang tinggi,†kata wanita berjilbab putih yang meminta namanya tidak disebutkan.
Inilah salah satu hal krusial yang sangat sulit dibenahi dan/atau diberantas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekalipun.
Hal seperti ini juga yang saya takutkan sering terjadi mas. Dulu pas saya balik ke Jakarta kejadiannya juga gitu. Ada penumpang seperjalanan saya yang cerita kalo dia mencak-mencak di stasiun Kediri gara-gara gak dapet tiket. Dan dia lumayan terdidik, sementara petugasnya tampaknya kurang bisa menjelaskan dengan baik. Dia sampe tanya-tanya apaaa gitu. Pokoknya kena Skak mat dah petugasnya ...  Ujung-ujungnya sih dia tetep gak dapet tiket dan beli dari calo dengan harga dua kali lipat  Terus di KA, dia buat dugaan-dugaan seperti penumpang dari Lampung itu
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
(10-10-2011, 12:40 PM)pardjono Wrote: Harian Sumut Pos Wrote: ~edited~
Sementara, calon penumpang yang kesal karena tidak kebagian tiket menduga, tiket-tiket tersebut sudah diborong calo yang berkeliaran di Staisun Besar Medan untuk mencari keuntungan. “Kenapa tiket bisa habis? Pasti sudah diborong calo. Terbukti, karena banyak calo yang menawari tiket kepada kami dengan harga yang tinggi,†kata wanita berjilbab putih yang meminta namanya tidak disebutkan.
Inilah salah satu hal krusial yang sangat sulit dibenahi dan/atau diberantas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekalipun.
(10-10-2011, 01:13 PM)see_204XX Wrote: Menurut saya nggak sulit kalo ada tekad & kemauan, Pak. Kalo diterapkan sistem dimana nama penumpang harus sesuai dgn nama yg di tiket saya rasa sdh bs mengeliminasi ruang gerak calo.
Punya nama bagus2 tp di tiket namanya berubah jd JUAL, PROMO ato nama tasiyun ya gimana ceritanya ...?
Bs dituntut pencemaran nama baik tuch.. 
Masalahnya ini sulit bukan sembarang sulit Mas Bravo. Kalau cuma sulit saya pikir PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih bisa mengatasinya dengan baik. Yang terjadi adalah 'sulit'.
Apa artinya monggo dirasa-rasa sendiri.
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Quote:Pemesanan Tiket KA Ekonomi Diperketat!
10 Oktober 2011 | 18:00 wib
Bandung, CyberNews. PT Kereta Api (KA) memperketat pelaksanaan kebijakan pemesanan H-7 dengan kapasitas angkut sesuai tempat duduk tanpa tiket berdiri pada KA Ekonomi yang terindikasi dimanfaatkan praktek percaloan.
Di tangan calo, keberadaan tiket KA kelas tiga itu bisa naik dua kali lipat, seperti yang terjadi di Stasiun Kiaracondong, stasiun khusus keberangkatan KA Ekonomi dari Bandung.
"Kami memang menerima keluhan tersebut," jelas Jubir PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno, Senin (10/10).
Kehadiran calo itu seolah mengabaikan keberadaan UU No 23/2007 tentang Perkeretaapian. Dua pasal mengatur konsekuensi bagi kegiatan tersebut, yakni 184 dan 208. Ancamannya bisa dipidana penjara paling lama 6 bulan.
Menurut BSP, sejumlah langkah akan dilakukan sebagai antisipasi. Di antaranya mengintensifkan sosialisasi sistem dan prosedur pemesanan yang lebih baik.
"Pembeli harus dilengkapi nama yang sesuai kartu identitas diri. Kami mengurangi pula kuota pembelian dari empat menjadi dua tiket per orang. Nanti akan ada pemeriksaan tiket tersebut sebelum berangkat," jelasnya.
Selain itu, langkah pengamanan juga digelar. CCTV dipasang di area stasiun guna mengindentifikasi sekaligus melakukan langkah penindakan.
Diperkirakan, percaloan tersebut muncul karena calon pengguna belum begitu paham terhadap sistem pemesanan yang relatif baru itu. Sistem tersebut mulai dijalankan Agustus lalu.
Calon penumpang masih senang membeli langsung pada hari keberangkatan. Padahal sebelumnya, calo diduga sudah memanfaatkan jeda waktu sepekan sebelum jadwal berangkat dengan mengamankan tiket di loket.
"Kami berharap pula calon penumpang bisa menata perjalanannya secara lebih baik. Kalau bisa jangan terlalu mepet," tandasnya. (Setiady Dwi/CN31/JBSM)
Posts: 2,186
Threads: 0
Joined: Aug 2011
Reputation:
34
(10-10-2011, 08:58 PM)pardjono Wrote: Quote:Pemesanan Tiket KA Ekonomi Diperketat!
10 Oktober 2011 | 18:00 wib
Bandung, CyberNews. PT Kereta Api (KA) memperketat pelaksanaan kebijakan pemesanan H-7 dengan kapasitas angkut sesuai tempat duduk tanpa tiket berdiri pada KA Ekonomi yang terindikasi dimanfaatkan praktek percaloan.
Di tangan calo, keberadaan tiket KA kelas tiga itu bisa naik dua kali lipat, seperti yang terjadi di Stasiun Kiaracondong, stasiun khusus keberangkatan KA Ekonomi dari Bandung.
"Kami memang menerima keluhan tersebut," jelas Jubir PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno, Senin (10/10).
Kehadiran calo itu seolah mengabaikan keberadaan UU No 23/2007 tentang Perkeretaapian. Dua pasal mengatur konsekuensi bagi kegiatan tersebut, yakni 184 dan 208. Ancamannya bisa dipidana penjara paling lama 6 bulan.
Menurut BSP, sejumlah langkah akan dilakukan sebagai antisipasi. Di antaranya mengintensifkan sosialisasi sistem dan prosedur pemesanan yang lebih baik.
"Pembeli harus dilengkapi nama yang sesuai kartu identitas diri. Kami mengurangi pula kuota pembelian dari empat menjadi dua tiket per orang. Nanti akan ada pemeriksaan tiket tersebut sebelum berangkat," jelasnya.
Selain itu, langkah pengamanan juga digelar. CCTV dipasang di area stasiun guna mengindentifikasi sekaligus melakukan langkah penindakan.
Diperkirakan, percaloan tersebut muncul karena calon pengguna belum begitu paham terhadap sistem pemesanan yang relatif baru itu. Sistem tersebut mulai dijalankan Agustus lalu.
Calon penumpang masih senang membeli langsung pada hari keberangkatan. Padahal sebelumnya, calo diduga sudah memanfaatkan jeda waktu sepekan sebelum jadwal berangkat dengan mengamankan tiket di loket.
"Kami berharap pula calon penumpang bisa menata perjalanannya secara lebih baik. Kalau bisa jangan terlalu mepet," tandasnya. (Setiady Dwi/CN31/JBSM)
Hmm, semoga pengetatan ini bisa berjalan dengan baik. Kasian liat penumpang yang sampe harus bayar dua kali lipat gara-gara gak tau sistem baru atau kurang disosialisasikan
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
Posts: 2,045
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
26
saya mau nanya apakah kebijakan per 1 oktober (tidak ada penumpang berdiri di ka ekonomi) dilatar belakangi untuk menyelamatkan okupansi ka 108 / 109 dan okupansi 112 /113 setelah diluncurkan k3 ac gajah wong maupun bogowonto karena sebelum ada kebijakan ini keberadaan 108/109 pernah hampir dihapus dari gapeka
terus bagaimana dengan ka ka lain yang belum yg belum memiliki k3 ac misalnya matar maja , kerta jaya,logawa,pasundan,kahuripan,tawang jaya,brantas,tegal arum,kaligung krdi/maho,sri tanjung, serayu,kuto jaya selatan,gaya baru selatan yg kena dampak paling signifikan terutama yang naik bukan dari awal star keberangkatan ka tsb apa mesti menggunakan pilihan moda angkutan lain...berapa prosent kehilangan pelanggan yg beralih ke moda angkutan lain...
debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
(11-10-2011, 08:47 AM)slamtrack Wrote: saya mau nanya apakah kebijakan per 1 oktober (tidak ada penumpang berdiri di ka ekonomi) dilatar belakangi untuk menyelamatkan okupansi ka 108 / 109 dan okupansi 112 /113 setelah diluncurkan k3 ac gajah wong maupun bogowonto karena sebelum ada kebijakan ini keberadaan 108/109 pernah hampir dihapus dari gapeka
terus bagaimana dengan ka ka lain yang belum yg belum memiliki k3 ac misalnya matar maja , kerta jaya,logawa,pasundan,kahuripan,tawang jaya,brantas,tegal arum,kaligung krdi/maho,sri tanjung, serayu,kuto jaya selatan,gaya baru selatan yg kena dampak paling signifikan terutama yang naik bukan dari awal star keberangkatan ka tsb apa mesti menggunakan pilihan moda angkutan lain...berapa prosent kehilangan pelanggan yg beralih ke moda angkutan lain...
Daripada berandai-andai dengan hal yang belum tentu benar, sebaiknya merefer pada penjelasan resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) saja.
Posts: 21
Threads: 0
Joined: Oct 2011
Reputation:
0
Kyknya sih alasan utamanya selain kenyamanan pnp juga hemat gerbongnya...kan udh pd tua n kurang maksimal perawatannya...klo selalu overload bahaya kan ..
|