19-01-2012, 01:39 PM
|
terhitung 1 januari 2012 padagang di larang jualan di atas kereta dan di stasiun
|
|
19-01-2012, 01:46 PM
pedagang asongan masih ga masalah, tapi yang bermasalah ya itu yang mencari duit dengan tidak menjual apapun, seperti tukang semprot, tukang sapu?
kan sekarang uda ada OTC, apa di k-3 gada OTC? SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
19-01-2012, 03:51 PM
20-01-2012, 10:52 PM
Ini pengalaman ane kemarin nich agan2 naik kereta ekonomi Progo.
ingin Merasakan Perubahan Gembar-gembor KAI ane nyoba erasain Ekonomi. ![]() berangkat dari PS senen tepat waktu namun ada hal yg aneh kok ada penumpang mempunya nomer tempat duduk yg sama .karena ane duduk di KA3-1 maka kondektur saat KA berjalan mengecek tiket posisi awal dan menyuruh salah satu dari mereka duduk di Restorasi .Suatu kebijakan dilapangan yg patut di hormati namun hal ini perlu di tengahi oleh loket penjualan masa Online Bisa Double.(Kalo ada 30 orang yg double sama aja jual tiket berdiri donk). ![]() Lepas jatinegara Mulai Muncul Para Pedagang namun ane masih respek karena mereka berpakaian sopan layaknya penumpang dan masih cukup sopan .kereta berjalan terus hingga sampai di Bekasi Berhenti Di susul KA Eksekutif. Info yg mengatakan Start Penumpang di PS Senen perlu di pertanyakan karena di Cikampek dan Pengaden baru kereta berhenti menaikan penumpang + Pedagang Reguler yg mulai menggangu menurut saya Dari penjual yg jumlah2nya dibilang cukup banyak dan Preman Pengharum Ruang sama Tukang Sapu dadakan yg bisa di bilang cukup memaksa meminta . Dan menurut saya menjengkelkan adalah ketika ada wanita(menurut ane rada bening gan) yg mencoba beristirahat di colek disuruh beli dagangannya.Ini mah kalo di luar negeri di bilang Pelecehan SxxS (heheheheh).![]() Yo Mbok dagang sing Sopan !!!! Pedagang Non Stop sampai Yogya + Plus ada Artis Terkewer2 di area Kroya sampai Wates ane lupa daerahnya. Sepertinya Larangan Berdagang Masih Belum Dilaksanakan Sempurna oleh semua DAOP. Ditunggu nich Perubahannya....Jayalah Kereta Api q.... apa perlu ada Saingan Biar KAI mau Berbenah diri macam Perusahhaan halo2 yg mulai goyah.....
21-01-2012, 09:36 AM
Di Daop 9 disepakati untuk dilokalan, asongan boleh naik dan berjualan di dalam kereta, namun jualannya hanya saat kereta berhenti. Untuk KA Jarak Jauh apalagi lintas JR-BW jarang banget asongan yg naik dan berjualan di atas kereta, paling ya cuma pas berhenti di stasiun.
Gepeng dan pengamen malah ga ada di sini, murni dagang semua
21-01-2012, 10:33 AM
yah cuman jadi himbauan doang selama ini ya ....
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
21-01-2012, 12:21 PM
(20-01-2012, 10:52 PM)pasundan_0808 Wrote: [spoiler]Ini pengalaman ane kemarin nich agan2 naik kereta ekonomi Progo. Mungkin itu sudah 'takdir' ya. Mana bisa 'emprit' menjelma jadi 'garuda'. Mimpi ....
![]()
21-01-2012, 01:28 PM
selama ketentuan Taspat di beberapa kelas KA AKAP kecuali Lokalan tidak sama rata yg otomatis ada penyusulan, St, Pegaden dan stasiun lainnya tetep favorit untuk menjemput pedagang naik ke KA
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
23-01-2012, 04:28 AM
[spoiler=PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap tolak pedagang asongan!]
waspada.co.id Wrote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap tolak pedagang asongan. MEDAN - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) Sumut dan NAD tetap pada pendiriannya untuk membatasi ruang gerak pedagang asongan di kereta api. [/spoiler]
Kepala PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut- Aceh Muhammad Nasir menegaskan, pihaknya tetap akan menyediakan gerbong khusus untuk para pedagang asongan di kereta api. Sedikitnya, 65 tempat duduk disediakan. Hal itu semata-mata untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang. “Gerbong khusus itu tetap kita siapkan agar tidak mengganggu penumpang yang sedang istirahat di kereta api. Nanti, yang menawarkan jualannya bergilir,†ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Ikatan Pedagang Asongan kemarin. Mengenai tarif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengenakan biaya kepada pedagang asongan sebesar Rp 6.500 untuk pulang pergi.“ Jumlah itu sudah merupakan tarif minimum berdasarkan aturan UU,†ujarnya. Dalam pertemuan itu, Nasir membeberkan sejumlah persyaratan lain kepada pedagang asongan. Di antaranya, tidak boleh melebihi batasan yang sudah ditentukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yakni 30 orang untuk setiap wilayah, harus membayar dan mengambil bukti pembayaran untuk izin naik ke atas kereta api sejam sebelum berangkat dan menggunakan seragam yang memiliki nomor dan warna berdasarkan wilayah. “Selain itu, pedagang dilarang berjualan di atas kereta api selain kereta api Putra Deli (ekonomi). Karena setiap kereta berhenti kita akan mengecek dan kontrol mana penumpang yang punya tiket dan tidak,†tandasnya. Menanggapi aturan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ini, pedagang asongan dari berbagai wilayah menolak, termasuk penyediaan gerbong khusus untuk mereka. Sebab, kebijakan itu dinilai mematikan usaha mereka. “Kita tawarkan langsung ke penumpang saja jualannya belum tentu laku. Apalagi, kalau kita hanya duduk ditempat duduk saja, bagaimana mau laku,†kata Rifai Herianto Barus, salah seorang pengurus Ikatan Pedagang Asongan Perbaungan. Selain gerbong khusus, kata Rifai, pihaknya juga keberatan dengan syarat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang membatasi pedagang berjualan. “Kita sangat keberatan dengan syarat pedagang dibatasi berjualan, tidak bisa memastikan harus 30 orang saja yang jualan, sementara pedagang dari Perbaungan ada sekitar 40. Kalau bisa, tolong ada penambahan jumlahnya,†ujarnya. Rifai meminta agar tarif untuk pedagang disesuaikan dengan kemampuan pedagang. “Kita sudah sepakat hanya mampu membayar Rp 100.000 per bulan. Karena, pendapatan kami juga pas-pasan,†ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Sumatera Utara Amsal Nasution, yang hadir saat itu, mendorong PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat kesepakatan yang moderat dan seimbang untuk pedagang. “Misalnya, masalah tarif. Kalau berdasarkan UU tarif minimumnya Rp 6.500, kalau bisa berilah tarifnya hanya Rp. 5.000 - Rp. 6.000 saja, toh pendapatan yang mereka hasilkan dari berjualan di atas kereta api tidak banyak,†pungkasnya.
23-01-2012, 11:04 AM
sebenernya ada sis posotif nya sama negatif nya sih ....
positif: penumpang bisa nyaman dan menimalisir hal hal yang tidak diinginkan ... negatifnya: pedagang asongan kan juga mencari uang, klo dilarang mau cari dimana lagi ... yaaa, sekiranya itu menurut saya .... |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 1 Guest(s)





.
yg mencoba beristirahat di colek disuruh beli dagangannya.Ini mah kalo di luar negeri di bilang Pelecehan SxxS (heheheheh).


