Posts: 510
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
18
(22-02-2012, 07:30 AM)stasiunkastephanie Wrote: Ini yg ditunggu sejak lama.
Sudah lama saya menginginkan adanya komuter lintas LW-KPJ (Lawang-Kepanjen red.), jadi biar suasana Malang Raya benar2 seperti Bandung Raya, dimana di kawasan Bandung Raya punya komuter lintas PDL-CCL (Padalarang-Cicalengka red.). Kalo bener2 jadi, ngebayang nantinya stasiun Lawang bakal mirip Padalarang & stasiun Kepanjen bakal mirip Cicalengka, trus stasiun Malang Kota Baru bakal mirip Bandung Hall, sedangkan stasiun Malang Kota Lama bakal mirip Kiaracondong (walaupun gak sama persis). Cuman sebelum pengoperasian komuter Malang Raya ini dimulai, sebaiknya perlu pembenahan sarpras lintas LW-KPJ agar mendukung kelancaran pengoperasiannya, seperti perluasan ML (dg pemindahan dipo ke tempat yg baru & mengoperasikan stasiun lama biar nantinya ML bakal ada 2 bangunan stasiun yg beroperasi), perluasan & penambahan jalur stasiun LW (yg sekarang 3 jalur dibuat 4-5 jalur & penambahan panjang emplasemennya yg masih tergolong "pendek"), penambahan jalur & perluasan stasiun KPJ (sekarang KPJ cuman 2 jalur, ke depannya dibuat 4-5 jalur juga serta pengembangan emplasemennya), & yg paling penting: DT (double track) lintas LW-ML-MLK-KPJ agar tidak terjadi penumpukan serta persinyalan elektrik lintas LW-ML-MLK-KPJ untuk kelancaran operasionalnya.
Maaf sedikit koreksi kalo Stasiun Kepanjen singkatannya KPN... Bukan KPJ... Sekarang Back to Topic...
Kalo untuk mengembangkan emplasemen di KPN sepertinya akan sulit karena di KPN sendiri jarak emplasemen sudah sempit... Bisa saja dengan mengangkat rel di spoor box (dulu spoor 1) tapi itu akan menghilangkan peron dan ruang tunggu... Jadi posisi stasiun akan termakan badan rel dan tentu saja ruang bebas di kiri kanan rel juga memakan peron serta ruang tunggu dimaksud...
Atau dengan mengembalikan fungsi tanah diseberang stasiun yang semula memang emplasemen dan sekarang dibangun ruko yang juga milik / dikelola pihak Stasiun Kepanjen... Tapi itu juga beresiko besar karena mayoritas penyewa toko tentu akan memprotesnya meskipun bangunan ruko itu berdiri diatas tanah PT. KAI... Yah, setidaknya pasti ada gejolak dimasyarakat yang pastinya akan membuat pusing pihak stasiun dan pihak PT. KAI apabila memang opsi membongkar ruko itu dipilih...
Syukur2 kalo pemikiran yang saya sebutkan diatas tidak terjadi dan ada solusi dari Pihak Stasiun dan PT. KAI yang logis dan dapat diterima oleh semua pihak... Dengan catatan apabila memang Stasiun KPN harus diperlebar emplasemennya lho ya...
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij
Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S
Posts: 161
Threads: 0
Joined: May 2011
Reputation:
0
(26-02-2012, 12:36 AM)Masbodhonk Wrote: (22-02-2012, 07:30 AM)stasiunkastephanie Wrote: Ini yg ditunggu sejak lama.
Sudah lama saya menginginkan adanya komuter lintas LW-KPJ (Lawang-Kepanjen red.), jadi biar suasana Malang Raya benar2 seperti Bandung Raya, dimana di kawasan Bandung Raya punya komuter lintas PDL-CCL (Padalarang-Cicalengka red.). Kalo bener2 jadi, ngebayang nantinya stasiun Lawang bakal mirip Padalarang & stasiun Kepanjen bakal mirip Cicalengka, trus stasiun Malang Kota Baru bakal mirip Bandung Hall, sedangkan stasiun Malang Kota Lama bakal mirip Kiaracondong (walaupun gak sama persis). Cuman sebelum pengoperasian komuter Malang Raya ini dimulai, sebaiknya perlu pembenahan sarpras lintas LW-KPJ agar mendukung kelancaran pengoperasiannya, seperti perluasan ML (dg pemindahan dipo ke tempat yg baru & mengoperasikan stasiun lama biar nantinya ML bakal ada 2 bangunan stasiun yg beroperasi), perluasan & penambahan jalur stasiun LW (yg sekarang 3 jalur dibuat 4-5 jalur & penambahan panjang emplasemennya yg masih tergolong "pendek"), penambahan jalur & perluasan stasiun KPJ (sekarang KPJ cuman 2 jalur, ke depannya dibuat 4-5 jalur juga serta pengembangan emplasemennya), & yg paling penting: DT (double track) lintas LW-ML-MLK-KPJ agar tidak terjadi penumpukan serta persinyalan elektrik lintas LW-ML-MLK-KPJ untuk kelancaran operasionalnya.
Maaf sedikit koreksi kalo Stasiun Kepanjen singkatannya KPN... Bukan KPJ... Sekarang Back to Topic...
Kalo untuk mengembangkan emplasemen di KPN sepertinya akan sulit karena di KPN sendiri jarak emplasemen sudah sempit... Bisa saja dengan mengangkat rel di spoor box (dulu spoor 1) tapi itu akan menghilangkan peron dan ruang tunggu... Jadi posisi stasiun akan termakan badan rel dan tentu saja ruang bebas di kiri kanan rel juga memakan peron serta ruang tunggu dimaksud...
Atau dengan mengembalikan fungsi tanah diseberang stasiun yang semula memang emplasemen dan sekarang dibangun ruko yang juga milik / dikelola pihak Stasiun Kepanjen... Tapi itu juga beresiko besar karena mayoritas penyewa toko tentu akan memprotesnya meskipun bangunan ruko itu berdiri diatas tanah PT. KAI... Yah, setidaknya pasti ada gejolak dimasyarakat yang pastinya akan membuat pusing pihak stasiun dan pihak PT. KAI apabila memang opsi membongkar ruko itu dipilih...
Syukur2 kalo pemikiran yang saya sebutkan diatas tidak terjadi dan ada solusi dari Pihak Stasiun dan PT. KAI yang logis dan dapat diterima oleh semua pihak... Dengan catatan apabila memang Stasiun KPN harus diperlebar emplasemennya lho ya... 
Akirnya yg mbahurekso KPN nongol jg
Posts: 409
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Ada kabar baru nih, Juli segera beroperasi, semoga benar adanya....
Quote:Juli, Komuter Mulai Beroperasi
Minggu, 01 April 2012 21:37
MALANG - Komuter Lawang-Malang-Kepanjen segera dioperasionalkan. Targetnya angkutan massal perkotaan ini beroperasi pada Juli mendatang. Sebagai persiapan jangka pendek, tiga stasiun kereta api (KA) di Kota Malang difungsikan sebagai shelter.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, HM Yusuf menjelaskan, stasiun KA yang dijadikan sebagai shelter yakni Stasiun Blimbing, Stasiun Kota Baru dan Stasiun Kota Lama. Tiga stasiun ini dijadikan sebagai shelter sebagai persiapan jangka pendek.
‘’Karena persiapannya jangka pendek, maka untuk saat ini tidak perlu membangun shelter khusus di wilayah Kota Malang. Tetapi menggunakan tiga stasiun yang ada di wilayah Kota Malang. Hal ini dikoordinasikan dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero),’’ jelas Yusuf.
Mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini mengatakan, antara April dan Mei, tim survei Kementerian Perhubungan segera meninjau lokasi. Survei lokasi ini berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya di Kementerian Perhubungan.
‘’Tim survei ini akan melihat secara langsung sejauh mana kondisi lapangan, diantarnya kesiapan jalur dan sarana prasarana pendukung lainnya,’’ kata dia. Kedatangan tim survei ini sekaligus untuk mempertimbangkan apakah menambah shelter atau tidak.
Soal kesiapan kereta, Yusuf memastikan pada tahapan awal menggunakan satu rangkaian kereta. Rangkaian kereta terdiri dari lima gerbong itu akan dioperasionalkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sedangkan kapasitas gerbongnya masing-masing 100 orang.
‘’Dalam rapat awal di Jakarta, sudah dibicarakan dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Waktu itu dihadiri utusan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jadi sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan. Mungkin tinggal pembicaraan tahapan berikutnya lagi,’’ papar Yusuf.
Soal kesiapan stasiun sebagai shelter untuk naik dan turun penumpang, menurut Yusuf, ketersedian stasiun sudah cukup. Tiga stasiun tersebut, kata dia, tak jauh dari akses angkutan umum.
‘’Dengan kondisi ini tentu memudahkan warga yang akan naik turun komuter. Karena angkutan pendukungnya seperti angkot sudah tersedia. Jadi warga bisa terhubung dengan layanan komuter,’’ jelas mantan Sekretaris KPUD Kota Malang ini.
Soal tarif, Yusuf memastikan belum diputuskan. Karena masih harus dibahas lagi bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Namun demikian, ia memperkirakan tarif komuter tetap terjangkau, yakni sekitar Rp 5.000 per penumpang.
Dengan tarif yang murah, kata dia, kenyamanan penumpang komuter tetap menjadi prioritas. Karena setiap gerbong komuter didesain memiliki tempat duduk yang nyaman dan AC.
Ia berharap dengan beroperasinya komuter, maka persoalan kemacetan bisa ikut diatasi. Karena warga memilih alternatif pilihan angkutan massal. (van/avi)
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
IDR 5k pake AC?? bole2,tp jgn lupa kls Non-AC dgn harga yg lbh murah daripada penataran,supaya byk pilihan
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 63
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
0
 wah semoga bisa terealisasi kan lumayan buat jalanjalan ke kepanjen dari malang
Posts: 556
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
4
Om udah ada yang buat thread tentang Stasiun KPN belum ya ??
Kalo belum saya mau buat threadnya nih
[spoiler]
![[Image: 15052012060.jpg]](http://i1245.photobucket.com/albums/gg595/Bimantara10/15052012060.jpg) [/spoiler]
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Tret sta.KPN sdh ada di subforum "depo & Stasiun"
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 3,141
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
106
Hari ini masuk dikoran Jawa Pos, Radar Malang,
beritanya kurang lebih,
awal Juli 2012, Komuter Lawang - Kepanjen sudah harus beroperasi,
untuk memecah kemacetan, dengan rentang waktu
antara pukul 06.00 - 18.00 WIB, dan tarif Rp. 5000,-.
Juga ditulis, dari Kemenhub RI,
sudah memberikan bantuan satu set Komuter
yang berisi 5 rangaian kereta, @ 100 penumpang.
Jadi, total sekali berangkat, dapat mengakut 500 penumpang
dan memakai AC.
Idealnya dibutuhkan dua set komuter.
Ya kita tunggu saja ini berita baik,
semoga betul-betul terealisir.
Posts: 556
Threads: 0
Joined: Apr 2012
Reputation:
4
(24-04-2012, 10:52 PM)Adi Sutjipto Wrote: Hari ini masuk dikoran Jawa Pos, Radar Malang,
beritanya kurang lebih,
awal Juli 2012, Komuter Lawang - Kepanjen sudah harus beroperasi,
untuk memecah kemacetan, dengan rentang waktu
antara pukul 06.00 - 18.00 WIB, dan tarif Rp. 5000,-.
Juga ditulis, dari Kemenhub RI,
sudah memberikan bantuan satu set Komuter
yang berisi 5 rangaian kereta, @ 100 penumpang.
Jadi, total sekali berangkat, dapat mengakut 500 penumpang
dan memahai AC.
Idealnya dibutuhkan dua set komuter.
Ya kita tunggu saja ini berita baik,
semoga betul-betul terealisir.

Mantap pakde , enak dari omahku nang malang . ga cuma penataran dan bagong saja akhirnya
[spoiler]
![[Image: 15052012060.jpg]](http://i1245.photobucket.com/albums/gg595/Bimantara10/15052012060.jpg) [/spoiler]
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
Komuter ini nantinya juga berhenti di PSI kan?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
|