Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka?
"Bu, nanti kalo pulang dari Njombang, penjengan jangan beli karcis kereta api dari calo ya. Nanti penjengan mau balik ke Jakarta malah jadi rugi". "Loh kenapa", kata si ibu. Jawab saya, "sekarang kalo beli karcis kereta api identitas penumpang harus sesuai KTP penumpang yang berangkat bu. Kalo penjengan beli lewat calo berarti pake nama orang lain, bukan pake nama ibu, bapak dan anak ibu yang mau berangkat. Resikonya nanti di pintu masuk, penjengan bakal ditolak masuk, karcisnya angus"

Itulah percakapan saya dengan seorang ibu pemilik warung deket rumah saya beberapa minggu sebelum lebaran 2012. Setiap makan saya tanya, apa beliau sudah dapet karcis kereta keberangkatan dari Njombang, juga selalu saya ingatkan jangan beli dari calo.

Hari ini saat saya ketemu lagi pas makan di warung si ibu. Saya tanya, "kapan balik bu?" "Tgl 28 mas", kata si ibu. Dari obrolan kita, ternyata si ibu ini mengalami kerugian kira2 500rb karena karcis KA. Gaya Baru Malam Selatan yg beliau beli dari calo di Setasiun Njombang ditolak oleh penjaga pintu masuk.

Diceritakan bahwa si ibu sempat diinterogasi di ruang Kepala Setasiun. Si ibu pun terpaksa berbohong saat interogasi. Kata si ibu kepada saya, saat diinterogasi dia bilang "saya bilangnya, saya nitip dibelikan sama sodara tapi saya lupa kasih KTP"

Akhirnya diberi kebijakan bahwa tiket si ibu boleh ditukar. Begitulah bahasa yang dipergunakan petugas di Setasiun Njombang. Ditukar dalam prakteknya maksudnya adalah beli karcis baru untuk KA. yang sama untuk keberangkatan hari itu juga.

500 ribu terbuang percuma. Saya cuma bisa menarik napas panjang. Apa mau dikata, setidaknya saya sudah menjalankan kewajiban saya sebagai RF untuk memberitahu.

Katanya si ibu sih, calo ini adalah oknum petugas parkir di Setasiun Njombang, tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya ya. Bukan mau melindungi calonya, tapi ini kewenangan daripada PT KA yang berhak mengetahui identitas calo tersebut.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
Ikutan berbagi...
Quote:UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pasal 184
Setiap orang dilarang menjual karcis kereta api di luar tempat yang telah ditentukan oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian.

Quote:UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pasal 208
Setiap orang yang menjual karcis kereta api di luar tempat yang telah ditentukan oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan.

Hukumannya ringan bener ya.... Ngakak
#mohon dikoreksi kalo salah
Reply
Gak sengaja baca spanduk di stasiun Sragen .... intinya bilang untuk Waspada CALO TIKET LIAR.

Hmm .... PT. Sepur cuma bilang waspada calo tiket yang liar. Yang yang duduk di dalam ticketing tu kan gak liar, belum lagi beberapa tukang parkir serta tukang becak stasiun tuw berafiliasi dengan mereka (modus deal harga baru cetak tiket). Yah, berarti boleh dong transaksi sama mereka Ngakak Bahasa mempengaruhi segala nya. Apa ndak konsultasi dulu dengan ahli bahasa di lingkungan PT. Sepur ya? Atau jangan-jangan memang bener itu maksud terselubung spanduk nya, kalo beli jangan dari calo yang ngantri di loket, ke calo yang bekerjasama dengan ticketing aja ... Ngikik Ngakak
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(04-09-2012, 05:18 AM)Hungry Soul Wrote: Gak sengaja baca spanduk di stasiun Sragen .... intinya bilang untuk Waspada CALO TIKET LIAR.

Hmm .... PT. Sepur cuma bilang waspada calo tiket yang liar. Yang yang duduk di dalam ticketing tu kan gak liar, belum lagi beberapa tukang parkir serta tukang becak stasiun tuw berafiliasi dengan mereka (modus deal harga baru cetak tiket). Yah, berarti boleh dong transaksi sama mereka Ngakak Bahasa mempengaruhi segala nya. Apa ndak konsultasi dulu dengan ahli bahasa di lingkungan PT. Sepur ya? Atau jangan-jangan memang bener itu maksud terselubung spanduk nya, kalo beli jangan dari calo yang ngantri di loket, ke calo yang bekerjasama dengan ticketing aja ... Ngikik Ngakak

intinya waspada kalo sama calo yang liar, kalo sama calo yang jinak gpp...Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(04-09-2012, 09:18 AM)Joe_cn Wrote:
(04-09-2012, 05:18 AM)Hungry Soul Wrote: Gak sengaja baca spanduk di stasiun Sragen .... intinya bilang untuk Waspada CALO TIKET LIAR.

Hmm .... PT. Sepur cuma bilang waspada calo tiket yang liar. Yang yang duduk di dalam ticketing tu kan gak liar, belum lagi beberapa tukang parkir serta tukang becak stasiun tuw berafiliasi dengan mereka (modus deal harga baru cetak tiket). Yah, berarti boleh dong transaksi sama mereka Ngakak Bahasa mempengaruhi segala nya. Apa ndak konsultasi dulu dengan ahli bahasa di lingkungan PT. Sepur ya? Atau jangan-jangan memang bener itu maksud terselubung spanduk nya, kalo beli jangan dari calo yang ngantri di loket, ke calo yang bekerjasama dengan ticketing aja ... Ngikik Ngakak

intinya waspada kalo sama calo yang liar, kalo sama calo yang jinak gpp...Ngeledek

Betul2 om calo liar yang tidak kerjasama ama orang tiketing PT SepurNgeledek
Reply
^ Nah itu deh mas-mas. Kenapa harus ditulis "CALO TIKET LIAR" . Padahal "CALO TIKET" saja kan udah cukup yah Ngeledek jangan-jangan memang pengen menyampaikan pesan tersembunyi tentang calo tiket jinak beneran .... Ngakak

Saya beneran langsung bengong pas gak sengaja ngebaca spanduk itu dari dalam KA Brantas. kok yo ndak milih bahasa atau tanya ahli bahasa dulu di lingkungan PT. Sepur gitu. Tuh saya aja sampe punya pikiran nyeleneh tentang tulisan itu, berarti tulisan itu kan ndak pas dan menimbulkan makna ganda .... Ngakak
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
Reply
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
http://regional.kompas.com/read/2012/09/...Satu.Bulan
Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
(06-09-2012, 10:10 PM)slamtrack Wrote: http://regional.kompas.com/read/2012/09/...Satu.Bulan

Beritanya kok setengah2 gitu ya? Bethe

Yang jadi calo diganjar 1 bulan.

Calonya bisa beli tiket 30 lembar? Bukankah ada aturan batas maksimal pembelian tiket oleh 1 orang?

Kok yang jual tiket di loket gak disebut2? Jangan2 terlibat juga.
Mau diganjar berat landasan hukumnya apa? UU Anti Percaloan kan gak ada (kayaknya gak akan pernah ada)

Cuma 1 bulan (kayaknya) vonis atas nama kemanusiaan deh, pelaku usianya 74 tahun.

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)