Posts: 1,200
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
19
juni yah?
biar gak diamuk penumpang KL3 kah?
idenya bagus, tapi realisasinya kenapa nunggu Juni, bulan kematian KL3
Posts: 658
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
4
ini soal penumpang eko nya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Rencana penggantian penggantian
KRL ekononi non AC menjadi kereta
api AC semata-mata untuk
memberikan subsidi. Hal ini dikatakan
oleh Tundjung Inderawan , Direktur
Jenderal Perkeretaapian Kementerian
Perhubungan, Rabu (27/3/2013), di
Jakarta.
Namun subsidi tersebut diberikan
kepada mereka yang membutuhkan.
Meskipun demikian, subsidi
memerlukan pengaturan dan
sosialisasi beberapa waktu dan akan
diberlakukan sampai e-ticketing siap.
"Dalam mekanisme pemberian
subsidi, mereka yang memiliki kartu
gakin, kartu pintar, dan identitas lain
yang menyatakan kalau daya beli
mereka terbatas, serta penyebaran
formulir kepada pengguan KRL
ekonomi untuk diisi dan divalidasi
agar dapat subsidi," ujar Tundjung
Inderawan, Direktur Jenderal
Perkeretaapian Kementerian
Perhubungan di kantornya.
Hal tersebut agar dapar dimonitor
secara real time berapa jumlah
penumpang yang menerima subsidi
dan yang tidak menerima. Subsidi
akan dibayarkan kepada pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
setiap bulan. Mulai Maret ini - Juni
akan disosialisasikan mekanisme
tersebut, sehingga pengguna jasa
kereta api dapat menggunakan
haknya. Sehingga pengguna kereta api
dapat naik kereta AC. Direncanakan
Juli 2013, KRL ekonomi non AC akan
diganti kereta Commuter Line AC.
"Tarif (KRL ekonomi ) non AC sejak
2002 belum pernah disesuaikan,
malah diturunkan. Oleh karena itu
tarif KRL ekonomi akan dihitung
kemudan, berdasarkan perhitungan
yang valid sehingga bisa terjangkau
oleh masyarakat," ujarnya.
Sedangkan untuk harga, Tundjung
belum banyak bicara. Menurutnya,
tarif akan mengalami perbedaan dari
tarif yang saat ini berlaku. Pihaknya
saat ini sedang berdialog dengan YLKI,
MTI, PT KCJ, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) , dan pihak terkait.
"Ketika menentukan harga, harga itu
bisa diterima semua pihak, sehingga
dengan mudah menghitung PSO
antara selisih tarif yang dihitung oleh
operator," tambah Tundjung.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Commuter Jabodetabek (KCJ) Tri
Handoyo tengah memerbaiki kondisi
stasiun. Menurut Tri, stasiun akan
dipasang pagar, ralling, flow
penumpang akan diatur, serta pintu
sudah dipasang semua.
"PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KCJ akan secepatnya
mengimplementasikan e-ticketig,
sehingga bisa didistribusikan
secepatnya," kata Tri.
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
Posts: 244
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
0
hmmm
sistem ini butuh persiapan yang mantap dan alat yang reliabel
bentuk stasiun juga perlu diperhatiin, kalo stasiun kecil tapi rame macam CW, DU itu kayanya bakal timbul masalah yang lumayan besar soalnya volume penumpangnya tinggi tapi mesin untuk arah masuk dan keluar masing-masing 1 buah, bisa bikin ricuh pas turun kereta itu. Juga di stasiun besar yang alatnya malah cuma ada 4 (contoh: GDD) kalo rame pasti penuhnya luar biasa, bottleneck super. saya masih ragu dengan kesiapan KCJ soal ini, kayanya mereka sendiri agak setengah-setengah ngembangin sistem e-ticketing.
BOO-THB-PLM
my "lovely" route hahaha...
Posts: 658
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
4
dapet info sistem ini sudah diujicobakan di duri. nanti saya update
[spoiler=tiketnya]
![[Image: ?id=176554&width=620]](http://statik.tempo.co/?id=176554&width=620)
[/spoiler]
[spoiler=diinput]
![[Image: ?id=176556&width=620]](http://statik.tempo.co/?id=176556&width=620)
[/spoiler]
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
Posts: 244
Threads: 0
Joined: Aug 2012
Reputation:
0
(13-04-2013, 08:57 AM)raihanaulia Wrote: dapet info sistem ini sudah diujicobakan di duri. nanti saya update
mungkin jalur DU-TNG duluan karena sudah 1 kelas, jadi lebih mudah hitungnya
btw, kalo sistem 2 kelas apa harus dibedakan juga yah mesin ticketingnya hahhaa
*berharap KRL bisa kaya busway koridor 1, pake kartu prepaid BNI, BCA, Mandiri, BRI, sama Bank DKI hahaha (punya railcard KAI-BNI malah dipake ngebusway terus, jarang naek KA jarak jauh)
BOO-THB-PLM
my "lovely" route hahaha...
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
(13-04-2013, 09:00 AM)hanskucing Wrote: (13-04-2013, 08:57 AM)raihanaulia Wrote: dapet info sistem ini sudah diujicobakan di duri. nanti saya update
mungkin jalur DU-TNG duluan karena sudah 1 kelas, jadi lebih mudah hitungnya
btw, kalo sistem 2 kelas apa harus dibedakan juga yah mesin ticketingnya hahhaa
*berharap KRL bisa kaya busway koridor 1, pake kartu prepaid BNI, BCA, Mandiri, BRI, sama Bank DKI hahaha (punya railcard KAI-BNI malah dipake ngebusway terus, jarang naek KA jarak jauh)
Kayaknya bakal kayak itu deh, soalnya di dalam KRL ga dicek lagi kan tiketnya? sama di pintu keluarnya
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 658
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
4
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari
separuh tiket elektronik KRL commuterline hilang sejak penggunaan tiket itu diberlakukan pada 1 Juli 2013. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Handoyo mengatakan, selama sepekan pemberlakuan e-ticketing tersebut, jumlah kartu single trip yang hilang mencapai 700.000 dari jumlah total 1,1 juta lembar kartu. "Jumlah tersebut tidak sedikit dan tentunya akan mengganggu penumpang apalagi untuk biaya pengadaannya cukup mahal dan prosesnya lama," kata Jonan
dalam konferensi pers di Ruang Rapat Stasiun Gambir, Petojo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (7/7) siang. Ia menambahkan, hilangnya tiket tersebut itu disebabkan oleh petugas yang lalai dan penumpang yang nakal karena tidak mengembalikan kartu tersebut kepada petugas. "Masih banyak penumpang yang nakal, salah satunya ke luar melalui jalan tikus di stasiun," katanya. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan dua tipe tiket elektronik, yakni untuk single trip dan multitrip. Tiket single trip hanya berlaku untuk satu kali perjalanan sesuai dengan tujuan perjalanan penumpang. Adapun tiket multitrip dapat dilakukan berulang-ulang sesuai nominal dalam tiket.
(Mohamad Yusuf)
gimana menurut rekan-rekan?
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
Posts: 1,200
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
19
masih belum steril kah stasiunnya?
umpama harga 1 kartu Rp 3000.- dikali 700.000 berarti udah rugi Rp 2.1 milyar
Posts: 658
Threads: 0
Joined: Mar 2013
Reputation:
4
Quote:REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia akan memperbaiki sistem "e-ticketing" KRL Jabodetabek terutama setelah kehilangan sebanyak 700 ribu kartu tiket elektronik yang alokasi pengadaannya menghabiskan hampir Rp 3 miliar. "Kami telah kehilangan 700 ribu tiket yang pengadaannya bisa hampir Rp 3 miliar," kata Direktur Utama KAI Ignasius Jonan di Jakarta, Ahad (7/7). Menurut Ignasius Jonan, persoalan dari permasalahan hilangnya ratusan ribu tiket elektronik itu bukan kepada jumlah anggarannya tetapi karena jangka waktu pengadaannya bisa sampai beberapa bulan. Pada saat ini, ujar dia, KAI tinggal memiliki sekitar 400 ribu tiket elektronik "Single Trip" sehingga bila tiket ini juga habis, para pengguna jasa layanan KRL mesti membeli kartu "Multi Trip" yang lebih mahal. Sejak Senin (24/6), KAI telah memasarkan kartu "E-Ticketing" Berlangganan atau "Multi Trip" yang menggunakan sistem potong saldo, yang bisa dimiliki dengan membayar kartu perdana Rp20.000 ditambah saldo perdana Rp13.000.
Selanjutnya, untuk pengisian ulang saldo pengguna kartu Berlangganan Multi Trip dapat melakukan Isi Ulang atau "Top Up" pada loket Stasiun di Jabodetabek dengan pilihan nominal mulai dari Rp 5.000 atau Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000. Saldo pada kartu Multi Trip dapat diisi sampai dengan saldo maksimal sebesar Rp 1.000.000. Selain itu, kartu multi trip tidak memiliki masa kedaluwarsa, sehingga pengguna tidak perlu khawatir saldo yang ada pada kartu akan hangus dalam jangka
waktu tertentu jika tidak digunakan. Dirut KAI mengemukakan, pihaknya tidak menyalahkan penumpang tetapi lebih disebabkan petugas yang kurang tertib dalam mengumpulkan kartu tersebut. Untuk itu, Jonan menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan ketertiban serta menambah jumlah petugas agar tidak terjadi lagi lebih banyak kehilangan. Selain itu, pihak KAI juga akan berupaya lebih keras dalam menutup semua "jalan tikus" untuk akses keluar-masuk ke dalam stasiun. "Kami berupaya agar dalam dua bulan selesai," katanya.
gila 3M... berarti perkartunya 4000an ya?
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
resiko sistem single trip ya kayak begitu. kalau pun pengawasan oleh pkd diperketat, dan semua lubang tikus di stasiun ditutup, peluang bocor masih ada. bisa saja penumpang habis beli dan ambil kartu comet langsung balik kucing keluar stasiun gak jadi naik krl.
paling aman ya pakai sistem refund kayak naik mrt singapura. jadi awal beli tiket maka tarif dibuat lebih mahal karena ditambah nilai harga fisik kartunya. nanti penumpang harus refund sendiri di stasiun keluar, kalau nggak mau rugi.
cuma kan ribet kalau diterapkan pada saat ini. belum lagi masyarakat yang belum familiar dengan sistem refund.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|