02-10-2013, 05:39 PM
Weleh knp batal naik gajayana
Nikmatnya naik GAJAYANA,ABA,PANGRANGO,dan SILIWANGI
|
Another Stories from Jakarta-Malang Route...
|
|
02-10-2013, 05:39 PM
Weleh knp batal naik gajayana
Nikmatnya naik GAJAYANA,ABA,PANGRANGO,dan SILIWANGI
04-10-2013, 12:56 PM
Yaah ga jadi deh TRnya
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
22-10-2013, 10:19 PM
......dan akhirnya kabut tebal yang menyelimuti kelanjutan TR ini akhirnya terkuak sedikit demi sedikit fufufu... Setelah tidak jelas sekian lama, mari kita lanjut TR kali ini.... Tapi, waktu itu sampe mana ya???
Hmmmmm........... *mikirkeras* Erghhhhhh............*nahankentut* #eh AHAY Minggu, 24 Agustus 2013 Setelah merenungkan, memikirkan, dan melakukan hal yang membatalkan trip ane dengan KA Gajayana & membatalkan pertemuan dengan CC 204 21 T_T <----bisa dibilang loko faporit ane tuh (gini2 ane juga punya naluri seorang RF ternyata X) ). Akhirnya memang, ane tetap jadi pergi ke Malang (ya iyalah, kalo engga mana mungkin dilanjut ni TR) tetapi dengan kereta api yang berbeda, yaitu [spoiler=jengjengjeng---] ![]() [/spoiler] Kereta kebanggaan arek Malang, Matarmaja, yang artinya udah kesekian kalinya ane diberi kesempatan untuk menjajal KA ini (berkah atau musibah ya?) hohoho..... just kidding, jgn dianggep serius ![]() Lanjut ke Trip Berangkat dari rumah jam 11, langsung dah ke stasiun terdekat, stasiun Cakung, buat nyegat CL yang mau nganterin ane ke Senen. [spoiler=tiketnya] ![]() waktu itu masih gress nih tiketnya, baru ganti sistem :hammer [/spoiler] Sampe Pasar Senen sekitar jam 12 kalo ga salah, langsung tap-out di gate out, dan langsung menuju pintu masuk ke peron 1 stasiun Pasar Senen waktu itu... [spoiler=suasana stasiun Pasar Senen waktu itu] ![]() [/spoiler] Celingak-celinguk kanan-kiri. Wah ternyata udah rame juga ya.... Setelah mencari-cari tempat kosong, akhirnya ane memutuskan untuk duduk di ruang tunggu yang baru di depan musholla stasiun Pasar Senen. Sambil menunggu, ane sempatkan untuk menunaikan kewajiban ane di musholla sebelah yang tidak luas itu. Setelahnya, ternyata jam masih menunjukkan pukul 1 siang, saat dimana KA Bengawan berangkat dari Senen, dan teman2 ane yang ngajak berangkat bareng juga belum dateng. Bosen juga nunggu orang daritadi ga dateng-dateng. 5 menit kemudian, ane putuskan untuk jalan sekalian nyari kerjaan, daripada diem o.0. Tempat yang ane tuju, yaitu : [spoiler=jeng jeng....] ![]() [/spoiler] LOKET Stasiun Pasar Senen, loh ngapain ane kesini??? Pasti tentu udah ada yang tau ane mau apa kesini.. [spoiler=mau apa ya?]YAP! Betul sekali, tentu saja untuk menukar tiket KRL.....(tiket loh ya bukan struk, nanti malah jadi oot) --->Lumayan 5.000, bisa buat beli kopi + tahu nanti di jalan :3<--- [/spoiler]
22-10-2013, 11:23 PM
(01-10-2013, 07:02 AM)KL3-97xx Wrote: Sangat menarik bukan??? Empat buah tiket kereta api yang kelasnya berbeda hanya untuk perjalanan Jakarta-Malang pp. kali ini saja. Uwooooh....... Terima kasih tuhan, akhirnya aku bisa ke Malang tanpa naik Matarmaja kali ini..... Peach dulu ah... sekedar saran dari saya. ![]() Hati-hati bro kalo lagi berdoa... akhirnya kesampean juga naik matarmaja. ![]() Monggo dilanjut TR-nya dengan matarmaja. ^^
Tepat pukul 13.30, teman2 ane akhirnya dateng semua. Tanpa basa-basi, kami ber 5 waktu itu langsung boarding pass di pintu masuk. Dan akhirnya sesaat sebelum berangkat, ane udah duduk manis di dalem kereta. Ups, sebelum berangkat, difoto dulu stasiun Senennya :
[spoiler=peron 1 pasar senen] ![]() Entah kenapa jam besar ini selalu muncul pas ane moto di senen --" [/spoiler] Woke, tepat pada pukul 13.40, KA 114 meninggalkan stasiun Pasar Senen menuju kota Malang. Sedikit yang dapat ane ceritakan dalam awal perjalanan ane kali ini, kecuali, ac dalam kabin kereta yang tidak berasa waktu itu (fyi, wktu itu harganya msh 130.000) entah karena cuaca diluar yang begitu ekstrem, entah karena memang belum dingin, konsumen hanya menerima saja apa yang sudah dibayar :v Singkat cerita, pukul 15.21 KA 114 tiba di Pegaden Baru. [spoiler=stasiun Pegaden Baru] ![]() [/spoiler] Disini, para asongan tidak ada satupun yang naik kedalam kereta. Kenapa? Karena ternyata, di area stasiun berjaga-jaga sejumlah polisi lengkap dengan senapan di tangan mereka. Hoho, mungkin masih masa-masanya lebaran kali yah.... Lanjut lagi, pukul 15.24 kereta kembali melanjutkan perjalannya menuju stasiun pemberhentian berikutnya, stasiun Jatibarang. Sekitar 30 menit kemudian, laju kereta kembali melambat, pertanda akan masuk stasiun Jatibarang. [spoiler=gk inget ini dimana] ![]() [/spoiler] [spoiler=masuk Jatibarang] ![]() [/spoiler] [spoiler=sudut lain stasiun Jatibarang] ![]() [/spoiler] 3 menit saja KA 114 berhenti disini. Pukul 16.06, kereta kembali berangkat meninggalkan stasiun Jatibarang, yang ternyata berseberangan dengan sebuah pasar pasar apa ya namanya?Lanjut lagi, setelah 30 menit lepas Jatibarang, laju kereta kembali melambat, kali ini saat memasuki wilayah kota Cirebon. [spoiler=sesaat sebelum memasuki kota udang] ![]() [/spoiler] [spoiler=sesaat sebelum melintas st. Cirebon] ![]() [/spoiler] [spoiler=melintasi dipo lokomotif Cirebon] ![]() [/spoiler] [spoiler=eh ada si mbah CC 200] ![]() [/spoiler] Finally, touchdown Cirebon Prujakan pada pukul 16.40, tepat 3 jam setelah berangkat dari pasar senen pukul 13.40. Setibanya di Cirebon Prujakan, sebagian penumpang KA 114 langsung berhamburan keluar rangkaian kereta. Ada yang ke musholla stasiun, ada yang ke kamar mandi stasiun, ada yang ke warung-warung terdekat, ada yang ngerokok dulu di belakang, ada juga yang poto-poto kek ane . Situasi, di prujakan waktu itu, ada 3 KA yang ane liat, di jalur 1 ada KA semen kosongan, di jalur 3 ada KA 114, dan dijalur 4 ada KA barang 15xx.Langsung aja ya dipotret. [spoiler=jalur 1, KA Semen kosongan] ![]() yang ini yang kearah Cibinong itu ya? [/spoiler] [spoiler=jalur 3, KA 114 Matarmaja] ![]() eh ada 'spiderman'nya wkwkwkwkwkwk [/spoiler] [spoiler=jalur4, KA 15xx genap] ![]() [/spoiler] [spoiler=ternyata ada yang foto2 juga, RF kah?] ![]() Sial, padahal bagus nih kalo sepi, tapi...#ahsudahlah [/spoiler] Oh iya, lupa dengan stamformasi rangkaian KA 114 waktu itu. Stamformasi KA 114 waktu itu, yaitu : Lok-4 K3-KMP-4 K3-B, dengan rincian sbb : Quote:CC 201 77 03 Lok[spoiler=sedikit pict yang ketinggalan] ![]() [/spoiler] Sampai Cirebon dulu lanjutannya, Selanjutnya, akan dilanjut nanti setelah kegiatan ane selesai.... (22-10-2013, 11:23 PM)spoor_hunter Wrote: Peach dulu ah... sekedar saran dari saya. Siap Mas!, terima kasih kritiknya, selanjutnya, akan ane coba untuk memperhalus kata2nya...
Di Cirebon, KA 114 berhenti cukup lama, kurang lebih 10 menit KA ini terdiam. Pukul 16.50, KA 114 diberangkatkan kembali dari stasiun Cirebon Prujakan, menyusul KA barang 15xx yang sedari tadi menemani di stasiun. Oh iya, sebelum melanjutkan cerita, ane mau share mengenai kondisi kereta (K3-6) yang ane naikin
. Entah teman-teman menyadari atau tidak, ternyata ada sebuah kekurangan dari kereta yang ane naiki. Apa itu? Mungkin dapat diketahui dari pict yang ane take [spoiler=petunjuk] ![]() ![]() [/spoiler] Hahah, masih belum tau? Mungkin ini bisa membantu [spoiler=dicoba ditebak apa yang kurang ya..] ![]() [/spoiler] Haha..... Sulit ya? Mungkin yang ini bisa jadi jawabannya [spoiler=cari keanehan dalam gambar ini] ![]() [/spoiler] Yap! Udah pada tau kan apa yang 'kurang' dari kereta yang ane naiki? KACA . Pada pict terakhir, persegi empat yang ada di tengah-tengah itu adalah kaca 5 dimensi yang memanjakan mata para penumpang dengan keadaan nyata pemandangan diluar kereta (sampe anginnya pun berasa lho di bordes, hehe :piss). Makanya jarak ane take pict sama body kereta agak renggang, lha wong pegangan di kusennya... ![]() Back to Trip Oke kita tinggalkan permasalahan kaca sejenak, biarkan masalah tersebut menjadi masukan bagi pihak terkait. Kita kembali ke perjalanan, sampe mana tadi? Oh iya, sampe saat dimana KA 114 berangkat Prujakan. Ehm, sepanjang perjalanan Cirebon-Tegal KA 114 melaju mulus tanpa hambatan...... Seperti tol arah ke Serpong yang tiada hambatan. Kereta terus melesat (padahal gk kenceng2 amat) menuju pemberhentian berikutnya, stasiun Babakan. KA 114 masuk Babakan pukul 17.18, dan langsung berangkat 3 menit kemudian setelah menaikkan penumpang yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. [spoiler=Disini bersilang dengan Cirebon Ekspres] ![]() [/spoiler] KA 114 pun lantas terus berjalan menuju pemberhentian berikutnya, stasiun Tegal, dengan kecepatan sedang, dengan sedikit tersendat di bagian proyek pembangunan DT, terutama saat melintasi sebuah jembatan, entah jembatan apa namanya. Selanjutnya, KA melaju hingga tiba di stasiun Tegal pukul 18.13. Disini sudah ditunggu oleh KA Argo Muria (SMT-GMR) yang langsung ngacir sesaat setelah KA 114 merapat. Cukup lama berhenti disini. Setelah 7 menit menunggu, akhirnya PPKA Tegal memberikan sinyal aman, KA 114 waktu itu pun meninggalkan kota yang terkenal dengan warungnya ini pada pukul 18.20. [spoiler=stasiun Tegal, sepi..... (maap jelek)] ![]() [/spoiler] Next Stop, Pekalongan. KA 114 tiba di stasiun Pekalongan pada pukul 19.09. Disini naik sejumlah polsuska lengkap dengan senapan di badannya, akibatnya, para pedagang yang biasa naik ke atas kereta menjadi 'hanya' menjajakan jualan mereka di pintu-pintu kereta. Setelah 6 menit menepi, KA 114 kembali melanjutkan perjalanannya menuju Malang. Lepas Pekalongan, kereta melaju cepat tanpa halangan yang berarti sebelum berhenti sejenak di Ujungnegoro, entah untuk apa. Lalu kereta terus berjalan hingga menepi di stasiun Plabuan. Disini sudah ditunggu oleh Tawang Jaya (SMC-JAKK). Tak perlu berlarut-larut, hanya sekitar 20 detik saja KA 114 berhenti di stasiun yang katanya paling dekat dengan laut ini. Selanjutnya, stasiun Krenseng, KA 114 tiba disini pada pukul 20.14, dan berangkat 20.17, tanpa ada aktivitas persilangan disini. Entah memang tidak ada, atau memang sayanya yang lupa nyatet, yang jelas dibuku catatan saya tidak ada aktivitas apa-apa di stasiun ini.Next Stop, stasiun Weleri (20.24-20.29). Disini KA 114 mengalah untuk memberi jalan bagi sebuah KA ekonomi. Nah, disini kerancuan terjadi. Berhubung announcer stasiun nya gak ane denger dengan jelas, maka ane engga tau persis KA apa yang melesat di jalur sebelah. Feeling sih bilang kalo itu KA 119/Kertajaya, tapi kalo itu KA 119, lantas ka 117 nya ketemu dimana?? ??Okelah, kita tinggalkan masalah itu, biar yang ahli yang menjawab. Kita lanjut lagi, menuju pemberhentian berikutnya, Kalibodri, di stasiun ini, KA 114 sudah ditunggu oleh KA Menoreh (SMT-PSE), hingga membuat KA ane hanya BLB beberapa saat disini. Next, sta. Kaliwungu (20.56-20.58), sama halnya dengan di sta. Krenseng, disini berhenti 2 menit, entah untuk apa. Lanjut, stasiun Ngangkang, eh, Mangkang (udah mulai lapar nih yang nulis)... heheh.... Disini dimasukkan ke sepur belok guna memberi jalan untuk Harina. Setelah memberi jalan ke rina, KA 114 melanjutkan perjalannya guna mencapai kota Semarang. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat waktu itu, dan tiada satupun pengasong yang wara-wiri di atas kereta. Akibatnya, rasa ngantuk pun menjadi semakin pedas di mata ane. Duduk dikit, dan Sempet bangun dan merekam dalam pikiran kalo KA 114 silan dengan KA 43 Bangunkarta. Yang ini pasti di sta. Jerakah. Males buka catatan, ane lantas bablas tidur hingga ternyata sudah ada di Brumbung (22.10). Terbersit bayangan kalau tadi sempet bangun di Semarang, namun, apa daya, ane hanya manusia biasa yang hobinya memejamkan mata, hingga gak ingat apa-apa. ........
25-10-2013, 07:22 PM
(25-10-2013, 06:13 PM)KL3-97xx Wrote: KA 114 pun lantas terus berjalan menuju pemberhentian berikutnya, stasiun Tegal, dengan kecepatan sedang, dengan sedikit tersendat di bagian proyek pembangunan DT, terutama saat melintasi sebuah jembatan, entah jembatan apa namanya. Selanjutnya, KA melaju hingga tiba di stasiun Tegal pukul 18.13. Disini sudah ditunggu oleh KA Argo Muria (SMT-GMR) yang langsung ngacir sesaat setelah KA 114 merapat. Cukup lama berhenti disini. Setelah 7 menit menunggu, akhirnya PPKA Tegal memberikan sinyal aman, KA 114 waktu itu pun meninggalkan kota yang terkenal dengan warungnya ini pada pukul 18.20. Ternyata KA 114 ini sampai TG tepat waktu yah... nice trip..Lanjut gaannn.... ![]()
......
Sempet bangun dan buka pintu (fyi, daritadi ane tidur di bordes), celingak-celinguk, dan PPKA stasiun Brumbung langsung memberikan semboyan 40. Ah, yasudah, lanjut lagi.....Bangun2 udah mau masuk Gundih. Ternyata, disekitaran ane udah rame orang, yang sibuk ngopi dan ngobrol. Peregangan sedikit,,, lirak-lirik, dan oooh ternyata eh ternyata sudah rame asongan... Yaudah beli kopi dulu.. Eits lupa udah nyampe Gundih, difoto dulu stasiunnya : [spoiler=Stasiun Gundih] ![]() [/spoiler] [spoiler=sampai bertemu lagi,,,, :')] ![]() [/spoiler] Ternyata cuma BLB sebentar di stasiun Gundih. Dan setelah meninggalkan sta. Gundih, ane balik kandang ke seat, sembari ngopi tentunya . Perjalanan kembali berlanjut, ane masih sibuk ngupasin kacang kulit yang engga ada abisnya daritadi :hammer , dan tiba-tiba sekelebat bayangan muncul diluar sana. Eh ternyata, itu tadi adalah sebuah rangkaian kereta. Pasti itu tadi matarmaja 113, eh tapi kenapa dia yang ngalah ya??? Ah sudahlah, kita lanjut lagi, sekitar 20 menit kemudian, laju kereta kembali melambat, dan di kiri-kanan kereta sudah mulai terlihat rumah-rumah penduduk yang artinya sebentar lagi akan masuk Solo Jebres. By the way, sampai di juga di Solo Jebres pukul 00.08. [spoiler=NightScene @ Solo Jebres] ![]() [/spoiler] Perjalanan kembali berlanjut pada pukul 00.15, semboyan 40 dan 41 sudah diberikan, dan masinis pun membunyikan Semboyan 35 nya. Seperti biasanya, kecepatan kereta meningkat setelah meninggalkan wilayah Solo. Dan seperti biasanya pula, di petak ini ane selalu mencoba untuk tidur di tempat duduk. Tapi apa daya, tegaknya kursi yang dipadukan dengan tipisnya busa di kursi ditambah lagi perut yang belum terisi menyebabkan ane sukar untuk memejamkan mata. Udah ngeringkuk, nyender ke sebelah, sampe lesehan dengan koper sebagai pijakan tangan, ternyata eh ternyata semua itu belum bisa membuat kelopak mata ane tertutup rapat (justru kaki ane malah jadi kesemutan). Setelah sekian lama menanti, akhirnya sampai juga di Madiun pada pukul 01.28, disini tentu saja beli nasi pecel stasiun Madiun sebagai rutinitas. Setelah 5 menit berhenti, perjalanan kembali berlanjut . Stasiun pemberhentian berikutnya, stasiun Nganjuk, yang ditempuh selama 40 menit dari sta. Madiun. Tidak begitu banyak yang turun disini. Dan setelah 3 menit berhenti, KA 114 kembali melanjutkan perjalanannya menuju kota Malang, menembus dinginnya angin malam Jawa Timur. Next Station, Kediri. KA 114 tiba di Kediri pada pukul 03.04, cukup banyak penumpang yang mengakhiri perjalannya di stasiun ini. Ane pun tergerak untuk turun dari dalam kereta, dan ternyata... Brrr.... Hembusan angin malam di stasiun Kediri pagi itu sangat-sangat mengerikan! Jaket yang ane kenakan tidak mampu untuk melawannya. Dan kalau dirasa-rasa, udara di dalam kereta justru lebih hangat dibandingkan dengan udara yang berhembus diluar kereta hoho :peace: . Setelah 6 menit menunggu, akhirnya sinyal aman diberikan, dan KA 114 pun kembali melanjutkan perjalanan, meninggalkan stasiun Kediri yang telah sepi dari aktivitas penumpang. Sekitar 35 menit kemudian, laju kereta kembali melambat dan memasuki area stasiun Tulungagung. Jumlah penumpang yang turun disini sedikit lebih banyak daripada yang turun di stasiun Kediri tadi. Tak usah berlama-lama, kereta kembali melaju, hingga akhirnya tiba di Ngunut (04.05-04.08). Kemudian, KA 114 pun diberangkatkan dari stasiun Ngunut, dengan diantar oleh PPKA menuju tempat peristirahatannya ,eh, menuju pemberhentian berikutnya, stasiun Blitar. Sebelum Blitar, KA 114 sempat menang silang dengan KA Dhoho di stasiun Rejotangan. Dan setelahnya, KA 114 akhirnya tiba di stasiun Blitar pada pukul 04.35. Tidak terlalu nampak aktivitas turun penumpang di stasiun ini..........
29-10-2013, 09:32 AM
......
Perjalanan kembali dilanjutkan dari stasiun Blitar 5 menit kemudian. Kali ini menuju stasiun berikutnya, stasiun Wlingi. KA 114 tiba di Wlingi pada pukul 05.08, dan diberangkatkan kembali 3 menit kemudian. Selepas Wlingi, suasana kereta begitu berbeda, udara pagi yang sejuk menyusup melalui celah-celah yang ada. Suasana kereta yang tadi masih sepi menjadi ramai kembali dengan hadirnya para pedagang khas jalur ini. Tak terasa, sudah sampai di Kesamben (05.25-05.28), tidak begitu banyak yang turun disini, yang ada justru lebih banyak yang naik (asongannya maksudnya) . [spoiler=platname Kesamben] ![]() [/spoiler] [spoiler=berangkaaat] ![]() [/spoiler] KA 114 kembali berjalan perlahan, mendaki dan membelah perbukitan wilayah Jawa Timur, sempat ada petak dimana kita face-to-face dengan dinding batu persis di kiri-kanan kereta, entah itu dimana (ane lupa) . Selanjutnya, kereta kembali berhenti, kali ini di sebuah stasiun kecil, Pogajih, pada pukul 05.41, dan disambut dengan mentari pagi (sunrise) di kejauhan[spoiler=matahari 25 Agustus] ![]() [/spoiler] |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|