13-01-2014, 08:06 PM
Si 114 hebat juga ya membuat minggir 3 kereta sebelum SMC mana yang dua adalah kelas di atasnya lagi...
|
Another Stories from Jakarta-Malang Route...
|
|
13-01-2014, 08:06 PM
Si 114 hebat juga ya membuat minggir 3 kereta sebelum SMC mana yang dua adalah kelas di atasnya lagi...
13-01-2014, 08:23 PM
Blm selesai juga ya TR nya??
![]() mantabb.. Naik Matarmaja?? Berasa capeknya kayak apa...
13-01-2014, 08:42 PM
matar mungkin bagi sebagian orang adalah kereta "laknat" karena jarak dan waktu tempuhnya yang super lama apalagi kalo telat
kasian juga se pnp nya matar yang sering kena telat.......................... kereta berasa di rumah hehehhe tapi aku seneng kok ama kereta ini salut lanjutkan!!!!!!!!!
merubah sesuatu menjadi sesuatu........................................
.....
Selepas Tulungagung, saatnya beraksi... Mengabadikan momen-moment indah yang belum pernah masuk kamera ane. Oh iya, sebelum beraksi, kereta terlebih dahulu berhenti di Ngunut (05.33-05.36). Baru deh selepas Ngunut aye beraksi. Warning ! Bordes bukan tempat untuk penumpang. Dilarang keras mengeluarkan anggota badan ketika kereta tengah berjalan. Petak Ngunut-Blitar [spoiler=Pemandangan selepas stasiun Ngunut, rumah-rumah penduduk] [/spoiler][spoiler=Sungai sebelum memasuki stasiun Blitar, entah apa nama sungainya] [/spoiler][spoiler=Tikungan busur persis setelah melewati sungai tadi] ![]() [/spoiler]Tidak berapa lama kemudian, kereta melambat sebelum akhirnya memasuki stasiun Blitar tepat pukul 6 pagi. Seharusnya, sesuai gapeka KA 114 tiba di stasiun ini pukul 04.37, berarti sudah terlambat sekitar 90 menitan. Jarang-jarang 114 masuk BL ketika matahari udah terbit :v [spoiler=stasiun Blitar] [/spoiler]Sesampainya di Blitar, kondisi kereta K3-8 semakin sepi. Hanya segelintir orang yang masih nampak melanjutkan perjalanannya hingga ke Malang. Disini pula, ane mendapati AC di K3-8 mati... [spoiler=AC mati] [/spoiler]Tujuh menit berlalu, KA 114 kembali meneruskan sisa-sisa perjalanannya pagi itu... Stasiun pemberhentian matar berikutnya, stasiun Wlingi. Masuk Wlingi 06.33 dan berangkat kembali tiga menit kemudian. Selanjutnya, yang akan disinggahi Matarmaja adalah stasiun Kesamben. KA 114 datang KSB 06.49 kemudian berangkat kembali dua menit berselang... [spoiler=View stasiun Kesamben dari arah Wlingi, nampak hutan..... Hutan apa ya? Hihih...] [/spoiler][spoiler=View stasiun Kesamben arah Pogajih] [/spoiler][spoiler=Anak kecil aja mendahulukan perjalanan KA, masa kamu engga sih ?] [/spoiler][spoiler=View selepas Kesamben] [/spoiler]
Rangkaian KA 114 terus melaju... Mendaki bukit yang terjal, membelah dinding batu yang keras hingga sampailah ia di stasiun kecil, stasiun Pogajih. Hanya dua menit ia menghabiskan waktu disini. Pukul 07.04, matar kembali berangkat menuju jalur dengan pemandangan eksotis nan fantastis. Yuk ah, buka mata, tanamkan rasa bangga kepada tanah air tercinta #apaansih
[spoiler=Bermula dari stasiun ini] [/spoiler][spoiler=Kemudian kami akan dibawa meniti jalur nan jauh dari permukaan bumi] ![]() ![]() [/spoiler][spoiler=Selanjutnya kami dibawanya menembus perut bumi] ![]() ![]() ![]() ![]() [/spoiler][spoiler=Tak hanya sekali, kemudian ia mengulanginya sekali lagi] ![]() ![]() ![]() [/spoiler]Puas beraksi, KA 114 rehat sejenak di stasiun Sumberpucung pada pukul 07.16-07.18. Para pedagang silih berganti menjajakan dagangannya kepada para pembeli. Karena para pedagang itulah, ane jadi ngga tega liat perut ane menangis sedari tadi tiada henti. Akibatnya, ya tau sendiri lah. Happy breakfast !~
Setelah mengisi perut, cerita pun kembali berlanjut. Tak terasa pukul 07.33 sudah memasuki stasiun Kepanjen. Tentu saja, disini banyak sekali penumpang yang turun. Jadinya, jumlah penumpang di K3-8 mulai bisa dihitung dengan jari.
![]() [spoiler=Stasiun Kepanjen] [/spoiler]Satu satu empat kembali berangkat tiga menit setelah ia menepi di KPN. Stasiun berikutnya, ya tentu saja Malang Kota Lama/MLK. Pemandangan antara KPN-MLK juga tidak kalah eksotis dibandingkan dengan pemandangan lintas PGJ-SBP. Baru sesaat meninggalkan KPN saja sudah disuguhkan dengan pemandangan langka (bagi ane) dan selalu ane nanti-nanti kala lewat petak ini... [spoiler=Pasar hewan ? Sudah berkali-kali ane lewat tapi ngga buka ] [/spoiler]Lanjut dengan pemandangan KPN-MLK . . . [spoiler=Kelokan pertama... KA 114 mulai berdansa] [/spoiler][spoiler=Kanann...] [/spoiler][spoiler=Sawah hijau di kiri-kanan kereta. Yuhuuu~] ![]() [/spoiler][spoiler=Nikung ke kanan lagi ] [/spoiler]Terlalu asyik menikmati pemandangan indah pagi itu, sampai-sampai tidak terasa kereta sudah mau memasuki stasiun Malang Kota Lama. Ditandai dengan mulai ramainya rumah-rumah penduduk di kiri-kanan kereta, seketika itu pula muncul sinyal muka MLK. Matar datang sta. MLK tepat jam 8 pagi. KA 114 dimasukkan ke sepur belok (jalur 1), mau silang dengan Malioboro ekspres. [spoiler=Sinyalnya udah ngangkat, dimasukkan di jalur satu...] [/spoiler][spoiler=Lebih dekat...] [/spoiler][spoiler=Nameplate MLK, rumah sinyal, dan kelokan 114] [/spoiler][spoiler=Rangkaian ketel yang biasa ada di MLK (kali ini tidak ada loknya)] [/spoiler]Karena udah mau nyampe (udah bosen juga sih dibelakang), ane maju ke depan. Iseng-iseng aja. Ada beberapa gambar yang ane abadikan di MLK. Silaken dinikmati... [spoiler=Fasilitas yang ada di Matarmaja, colokan listrik, ngga tau nyala atau gk] [/spoiler][spoiler=Wahaha... Ketemu lagi sama K3 ginian] [/spoiler][spoiler=K3 09 4 05 ? Typo nih. Wkwkwkwk] [/spoiler][spoiler=Momen ketika Malioboro ekspres lewat] [/spoiler]Perlu delapan menit untuk memberi jalan ke KA 87. Setelah jalur dipastikan aman, semboyan 40 & 41 sudah diberikan, KA 114 kembali berangkaat~. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan begitu panjang dan melelahkan, KA 114 touchdown Malang pukul 08.14. Telat 80 menit dari jadwal yang seharusnya. Tapi, gk apa-apa lah, sekali-kali terlambat. [spoiler=Sebelum memasuki stasiun Malang] [/spoiler][spoiler=Nampak gunung... Ehm... Gunung apa ya ? Menjulang tinggi di utara stasiun Malang] [/spoiler]Dan ternyata, Majapahit dan Malabar sudah ada ketika Matar tiba di Malang. Hahaha... Nasib-nasib, berangkat di depan 106, sampenya dibelakang 106 :v :v :v Dengan turunnya ane dari rangkaian kereta, maka berakhir pula perjalanan Jakarta-Malang episode kali ini. Diiringi dengan keberangkatan KA Penataran ke arah Blitar, ane keluar stasiun dan langsung cabut ke kosan buat packing dan juga istirahat pagi itu. Nantikan perjalanan pulang ane (yang juga merupakan episode terakhir) yang amat teramat sangat begitu rempong. Sekian, Selamat Pagi, dan Keep stay tune yah . . .
14-01-2014, 09:22 AM
@KL3-97xx: Kalo petak ML-BL emang gak ada matinya, gak kalah eksotik dg pemandangan daop 2, 5, atau 9. Bahkan bisa jadi petak ini menjadi spot paling eksotik di daop 8. Lain ceritanya kalo pake roda karet, bawaannya bikin bete, terutama lintas ML-KPN, isinya antrean truk ma bis mulu
![]() Kalo sekarang ente di Malang/di Jakarta ini ceritanya?
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie (13-01-2014, 08:23 PM)forever.agus Wrote: Blm selesai juga ya TR nya??Hahaha.... Ia nih, hehe. Tips : Kalo naik KA dibawa enjoy aja, jgn dibawa cape mas, nanti malah gk dapet feelnya. ![]() (13-01-2014, 08:42 PM)ulala badai Wrote: matar mungkin bagi sebagian orang adalah kereta "laknat" karena jarak dan waktu tempuhnya yang super lama apalagi kalo telatSetuju deh sama kamu ![]() (14-01-2014, 09:22 AM)stasiunkastephanie Wrote: @KL3-97xx: Kalo petak ML-BL emang gak ada matinya, gak kalah eksotik dg pemandangan daop 2, 5, atau 9. Bahkan bisa jadi petak ini menjadi spot paling eksotik di daop 8. Lain ceritanya kalo pake roda karet, bawaannya bikin bete, terutama lintas ML-KPN, isinya antrean truk ma bis mulu Emang sih gak ada matinya pemandangan di lintas sini. Tapi menurut ane, lintas sini masih 'kurang greget' kalo dibandingin sama pemandangan daop yang disebut diatas. (just my opinion, peace ^^v) ![]() Tunggu aja kelanjutan TR nya biar tau ane di Malang / Jakarta ya... heheh
14-01-2014, 10:24 AM
(13-01-2014, 07:01 PM)KL3-97xx Wrote: Pukul 20.50 matar kembali melaju dari Weleri, menyusul KA kontener genap di stasiun tersebut. Selanjutnya, KA 114 sudah ditunggu oleh KA 119 di stasiun Kalibodri. Setelah Kalibodri, tepatnya Kaliwungu, KA 114 juga sudah ditunggu oleh KA 57 Harina. Di kedua stasiun tersebut, kereta sempat berhenti beberapa menit sebelum diberangkatkan kembali. Wah si solo Nemplok, Kalau Malabar Sih Emang Pasti Duluan Masuk. Tapi Kalau Disusul Si Pahit Cuma 2 Jawabannya SK Atau Di Gundih, soalnya bisa jadi DAOP 6 tuh aga2 ngerjain 114 jadinya si Pahit dikasih lewat di 2 kemungkinan penyusulan. Biasanya Kalau Si Pahit Genap ga ditahan2 sebelum SK juga nyusul biarpun jeda sama Matarnya beda 3 menit. pernah lho kejadiannya saya alami sendiri saat masih bernama Almarhum SENSIN waktu tanggal 3 September 2012, masuk SMT udah telat 30 Menit tapi masuk dibelakang Matar Cuma Beda 1 Blok Sinyal doang. selengkapnya http://semboyan35.com/showthread.php?tid=7687
14-01-2014, 02:10 PM
itu namanya gunung arjuno sam
![]() Ente malang mananya sam? Ane juga orang ngalam ![]() |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|