Posts: 553
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
14
Mau ga mau harus peduli, karena itu akan jadi masalah besar, karena kalau gak di urus, tuh supir angkot akan menghambat pengaktifan jalur itu dengan semua protes dan tuntutan mereka..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...
Posts: 76
Threads: 0
Joined: Aug 2009
(23-08-2009, 02:49 PM)sonyazis Wrote: Mau ga mau harus peduli, karena itu akan jadi masalah besar, karena kalau gak di urus, tuh supir angkot akan menghambat pengaktifan jalur itu dengan semua protes dan tuntutan mereka..
saya setuju, karena jaman sekarang banyak angkot yang mulai sepi. Karena itu kita juga tidak bisa tutup mata dengan keberadaan mereka. Karena mereka para sopir yang merasa calon penumpangnya "diambil" oleh kereta api itu bisa saja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap sarana dan prasarana kereta api kita. Padahal menghidupkan jalur KA yang mati tuh sulit bngt. Dan pas Aktif kembali, eh..tahu-tahu ada yang gak terima dan "melakukan protes berlebihan". Kan repot juga nantinya
mau nanya juga nih.....
di dekat PG Kebonagung tuh kayaknya juga ada rel yang lebarnya 1067 mm, dan sepertinya itu bukan ukuran rel lori. Apa jalur itu dulunya juga termasuk aset Malang Stoomtram Maatschapij??????
Posts: 76
Threads: 0
Joined: Aug 2009
meskipun jauh dari kenyataan, kira-kira lokomotif tipe apa ya yang kira2 cocok dipakai di jalur eks MSM ini bila diaktifin kembali?
Posts: 36
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
0
wah... makasi banyak ya mas....... jadi nambah pengetahuan nih... saya juga orang malang lho... haha....
Posts: 823
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
18
Mas Toto, jalur Jagalan-Tumpang itu menyimpang dari sekitar depan Masjid Sabilillah, jadi lebih ke utara sedikit dari Carrefour. Sedangkan yang terus ke utara itu berujung di Karanglo (buntu). Sayangnya sumber tentang jalur utara ini kurang jelas. Jadi tremnya pun prinsipnya sama dengan KA Pertamina Jagalan. Stasiun Blimbing sebagai tempat bertukar posisi lok. Saya asli Blimbing, rumah saya dulu sekarang sudah jadi warung Padang di timur sinyal masuk dari Tumpang. Saya bisa menyaksikan lok D11 menyuplai avtur untuk Lanud hingga saya pindah rumah, dan saat itu juga Blimbing-Lanud nonaktif tahun 1989. Nostalgia manis sekaligus tahun yang menyedihkan (tahun yang sama jalur Babat-Tuban dan beberapa jalur cabang lain juga mati). Mengikuti jejak rekan² disini, saya juga meneliti Stasiun Tumpang dan sekitarnya (foto menyusul). Beberapa rel yang saya amati tertera BOCHUM 1900 dan 1898. Tepat di depan Stasiun Tumpang masih ada bekas rumah dinas yang lumayan utuh.
Posts: 76
Threads: 0
Joined: Aug 2009
(03-10-2009, 07:55 AM)Penjelajah Wrote: Mas Toto, jalur Jagalan-Tumpang itu menyimpang dari sekitar depan Masjid Sabilillah, jadi lebih ke utara sedikit dari Carrefour. Sedangkan yang terus ke utara itu berujung di Karanglo (buntu). Sayangnya sumber tentang jalur utara ini kurang jelas. Jadi tremnya pun prinsipnya sama dengan KA Pertamina Jagalan. Stasiun Blimbing sebagai tempat bertukar posisi lok. Saya asli Blimbing, rumah saya dulu sekarang sudah jadi warung Padang di timur sinyal masuk dari Tumpang. Saya bisa menyaksikan lok D11 menyuplai avtur untuk Lanud hingga saya pindah rumah, dan saat itu juga Blimbing-Lanud nonaktif tahun 1989. Nostalgia manis sekaligus tahun yang menyedihkan (tahun yang sama jalur Babat-Tuban dan beberapa jalur cabang lain juga mati). Mengikuti jejak rekan² disini, saya juga meneliti Stasiun Tumpang dan sekitarnya (foto menyusul). Beberapa rel yang saya amati tertera BOCHUM 1900 dan 1898. Tepat di depan Stasiun Tumpang masih ada bekas rumah dinas yang lumayan utuh.
Mas Penjelajah, di jalur MSM arah ke Tumpang itu kan dulunya di daerah Bunut ada percabangan, yang ke arah timur terus ke Tumpang sedangkan yang ke arah utara itu menuju Lanud. Yang pengen saya tanyain itu yang ke arah Lanud itu lengsung mentok di Lanud apa ada terusannya sampai Singosari????soalnya dulu samar-samar ada yang pernah cerita kalo itu jalurnya terus sampai Singosari. thx infonya