(15-12-2009, 01:45 PM)eling Wrote:(15-12-2009, 01:04 PM)Shin Muhammad Wrote: mekanismenya sedikit dibocorkan deh....
Yang dimaksud "Hibah" di sini adalah KRL yang dihibahkan ke PTKA. Sedangkan yang "beli" adalah KRL yang dibeli langsung oleh PTKA.
Kasus seri 6000, 1000, 5000: HIBAH
Seri 8000, 8500, 7000: BELI
Jadi, KRL seri 5000 dan 1000 awalnya memang akan di-scrap oleh Tokyo Metro (join Toyo Rapid) dan sebenarnya semua seri 1000 dan sebagian seri 5000 sudah dijual ke tukang scrap (yang menghancurkan barang sampah aka pemulung). Dephub via Sumitomo sebagai makelar ternyata beli ke si tukang scrap ini.
Karena kontrak Dephub dengan si tukang scrap ini, maka ketika KRL ini akan dicari suku cadangnya ke pihak Tokyo Metro, maka pihak TM menolak memberi suku cadang karena memang tidak pernah ada kontrak antara PTKA dan Tokyo Metro.
Jadilah kasus seri 1000 dan 5000 ini seperti KRL Holec, dan ternyata salah satu alasan saya sangat jarang melihat si Sonozaki Mion (aka 5016F) karena ternyata rangkaian ini yang dikorbankan, sehingga komponennya dilepas untuk KRL lain yang masih berjalan (5009F, 5017F, 1090F, 1080F, 1060F).
Untuk pengadaan seri 7000, PTKA langsung mengadakan kontrak dengan Tokyo Metro, sehingga insya Allah bebas masalah seperti ini.
kenapa harus beli ke tokyo metro ??? emangnya tokyo metro manufaktur seri 1000 dan 5000 ???
kenapa juga gak beli ke pabriknya pembuatnya seri 5000 dan 1000 ???
Sekedar info, pembuat KRL TM 5000 dan TR 1000 bukanlah TM, tetapi TM bekerjasama dengan perusahaan Tokyu Car Corp, Kawasaki, Kisha, Kinki, Nippon Sharyo, Kawasha dan Teikoku untuk perakitan rangkaian dan pengadaan suku cadang bagi KRL-KRL tsb.
Jika harus membeli suku cadang ke pabrik2 yang sudah disebutkan di atas sepertinya akan lebih sulit sebab pabrik2 tsb sudah tidak lagi memproduksi suku cadang untuk KRL-KRL yang dimaksud, dan kalau dapat pun harganya lebih mahal dari yang ada saat KRL-KRL tsb masih beroperasi karena sudah semakin langka.


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)