20-02-2010, 09:41 AM
(18-02-2010, 09:59 AM)rayka Wrote: betul kata bung plano tuh....
ya seperti itulah yang ada di DAOP IX
lebih spesifiknya jalur yang masih pake bantalan kayu salah satuynya adalah
JR-KBR jalur anatar jalur tersebut apabila kereta ke arah SB yang seharusnya bisa digeber kecepatannya adalah lepas garahan sampai jember, namun karena bantalan masih kayu n tanah yang labil, kereta yang memakai lok CC masih ada TASPAT yang ketat,
MutTim sekarang gak sering pake lok C03, yang sering pake C01, jadi masalah jenis lok CC apa bukan masalah besar sebenarnya yang bikin lambat adlah jalurnya....
ya kadang kalo masinisnya masih muda gak jarang juga ngebut dikit2....
tiap KA Lewat petak Garahan - Jember pasti jaLannya peLan dan goyangan serta getarannya terasa bgt. . . . .
cuman KA yg ditarik Lok BB yg brani dgn kecepatan agak tinggi. . . .
untuk Muttim. . .mau tidak mau harus mematuhi taspat. . . . .
info dari org daLem di BW. . .untuk KA di DAOP IX persentase keterLambatan paLing sering nomor 2 (seteLah KA Sritanjung) tu KA Muttim.!!!
kenapa ya.!!??


