(13-04-2010, 04:55 AM)sepur_lori Wrote: @ mas Toto: saya lihat di websitenya pakdhe Rob ada jalur lori yg masuk kampung ya? letaknya di kampung Bumiayu dan Tutut. ternyata unik juga ya ...
trus ada video singkat ttg lori kebonagung yg lewat di ds. Bumiayu pada malam hari, Agustus 1997. maap klu msh ngambil ...
SUMBER:
http://www.steam.dial.pipex.com/sweetdre...nagung.htm
http://www.trevorheath.com/livesteaming/...ng1997.wmv
Rel di Bumiayu sekarang sudah dicabut semua. Hanya tersisa di jembatan yang melintasi kali Sukun. Jembatan ini dikenal dengan sebutan "Balak Bumiayu" http://www.facebook.com/home.php?#!/phot...=689528260
Kawasan Tutut juga sudah sulit dikenali sebagai bekas jalur lori karena jalan dilebarkan dan rel juga sudah dicabut semua.
(13-04-2010, 06:04 AM)eko winarno Wrote: @ mas Toto dan Rekan-rekan : sebetulnya sudah agak lama ngunduh buahnya mbah Dickinson di sana dan tak pandang foto demi foto ternyata yang timbul kecemburuan berat di hati saya, ini daerahku tapi orang lain yang terkenal dan ngunduh woing pakarti..akhirnya tak pupus karena bagaikan minum angin di sore hari. Kenaapa harus cemburu la wong saya tidak berbuat apa-apa hanya sebatas senang kereta dan assoriesnya, maklum untuk makan saja sdah susah boro-boro mau berekpresi..he he he he he.
Sekedar pengalaman kalau yang datang di suatu instansi baru di lihat yang datang orang pribumi sudah dipandang sebelah mata padahal maksutnya sudah jelas yang ini.... yang itu ...mentok-mentok ini harus minta ijin,. lahhh kayak mau masuk pangkalan militer saja yang ada senjata nuklirnya..saya bukan KPK kok pak..jengkel saya. Inilah kalu semua banyak yang dirahasiakan nadak tahu maksudnya wakakakakakakakak..apalagi yang datang pakai Raider jadul ....macam betuuul aja.
Monggo di lanjut yang lain ..kembali ke jalur.
Saya juga mengalami hal seperti itu ketika Mblusuk ke dua PG di Madiun. Satu PG benar-benar memperlakukan saya seperti saya memasuki kawasan pangkalan militer. Ke mana-mana diikuti komandan Satpamnya yang bekas teuntra. Padahal saya tak memiliki tampang kriminal. Lucunya, pabrik yang memperlakukan saya seperti itu termasuk Komandan Satpamnya bisa saya tipu. Saya jawab seenaknya saja ketika mereka menanyai saya macam-macam. Terus terang saya jengkel karena merasa diperlakukan sebagai orang asing di negara sendiri padahal di negara lain, saya belum pernah diperlakukan seperti itu.
Pengalaman seperti itu barangkali bisa menjadi catatan buat kawan-kawan yang mau mblusuk melihat lori di pabrik-pabrik gula. Tapi di Madiun ada juga satu PG yang Satpamnya sangat antusias membantu dan malah melucu.....hehehehe.
Yang penting untuk mblusuk ke manapun, mesti siap mental deh.... Dan barangkali kita mesti peka terhadap aturan-aturan yang tidak masuk akal

Salam Spoor,


![[Image: kebonagung11.jpg]](http://www.steam.dial.pipex.com/sweetdreams/pics/kebonagung11.jpg)