24-04-2010, 08:56 AM
(24-04-2010, 08:33 AM)fun_plano Wrote:(23-04-2010, 10:08 PM)eko winarno Wrote:(23-04-2010, 09:15 PM)BAMBANG EKO Wrote:Maaf nanyak nih Mas Eko Winarno tentang CC 50 yang feteran Ambarawa-Kedungjati .
Kalo ngga salah type rel di petak Tuntang - Kedungjati keknya Type R 25 ya , trus kira2 kuat nggak kalao Lokomotip sekelas CC 50 ini melintas di track ini , atau memang Ambarawa - Kedungjati sudah pakai R 33 kah ? , mohon pencerahan soalnya berdasarkan kebiasaan lok mallet digunakan untuk daerah pegunungan dengan gradien terjal sehingga butuh lok perkasa bertenaga besar , tapi untuk petak ini keknya ngga perlu pakai lok sekelas CC ini Maaf ya Mas CMIIW .
Pertanyaan yang bagus mas Bambang saya sendiri juga heran dahulu malah ada 2 jenis loko CC50 ini pernah tak lihat di mbah gogle pas melintas di tuntang di foto dari atas jembatan dan kereta menuju ke Ambarawa, paskemarin ke sana sayang tidak memperhatikan rel yang asli tapi ada gambarnya ini.
Uploaded with ImageShack.us
kelihatannya berbeda antara rel peron sama jalur lurus ya mas bisa jadi R.25 dan R.33.
Berat lok CC50 adalah 73.5 ton, dengan susunan gandar 2-6-6-0, sehingga tekanan gandar CC50 masing2 adalah 10.5 ton. Sedangkan R25 kalo ga salah (kalo salah mohon dikoreksi ya) memiliki tekanan gandar 9-11 ton. Jadi ya memang ga masalah CC50 melewati jalur ini.
Secara kasat mata, apa se perbedaan lok tipe mallet dengan tipe lok uap yang laen? mohon penjelasannya (kalo bisa bahasa indonesia ya)
Ini sama-sama tidak tahu ya akan tetapi coba di hitung bareng-bareng yuk berat loko taruh 74 ton di bagi susunan roda penumpu paralel ada 8 tumpu.karena di hitung juga roda belakang 2. sehingga 74:8=9.25 ton.
Maaf kalau salah...ya.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun


![[Image: dsc01796resize.jpg]](http://img153.imageshack.us/img153/4872/dsc01796resize.jpg)