06-05-2010, 10:20 PM
(06-05-2010, 06:46 PM)DVano Wrote:Tenang bro itu bukan pendapat alami dari hati saya, itu ungkapan kekesalan saya karena sepertinya TA seperti dianak tirikan, gausa ditanya siapapun yang mengalami kemogokan pasti akan kesal.Maaf bro... tapi ane kurang setuju ama pendapatnya...
yang namanya mogok ya menyengsarakan...
ban speda motor bocor aja nyusahin... apalagi loko mogok
bagi kita yang sudah sering mendengar mungkin menjadi suatu yang lumrah tapi akan berbeda dari sisi pandang pengguna jasa KA.
jangan sampe image KA jadi jelek gara2 lokonya sering mogok
bisa buat penumpang kehilangan kepercayaan terhadap jasa Kereta Api dan beralih ke intermoda lain....
efeknya bukan hanya dirasakan oleh JR tapi akan berdampak ke seluruh Daerah Operasi lainnya....
number one is CUSTOMER SATISFACTION (Kepuasan Pelanggan)
maka dari itu TAsepertinya memang belum pernah masuk koran atau TV nasional makanya mogok TA seperti hal lumrah bagi mereka, itu yang saya maksud
(06-05-2010, 06:46 PM)DVano Wrote: perlu ditekankan bahwa JR bukannya menunggu lok CC tapi menunggu armada tambahan dalam jumlah yang dapat mencukupi kebutuhan operasional Kereta di DAOP JR..Benar mas, saya yakin ini DAOP yang sangat bingung dalam hal loko dibilang ga siap memang keadaanya yang sudah seperti ini, jadi apapun lok yang masuk ke DAOP JR itu merupakan "hadiah" yang sangat luar biasa bagi mereka.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa armada di JR bukan dalam keadaan siap tapi dipaksa siap untuk menjalani operasional di Daerahnya
dan JR cukup sabar n telaten menaggapi hal ini...
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN


Maaf bro... tapi ane kurang setuju ama pendapatnya...