18-06-2010, 06:50 AM
(17-06-2010, 12:50 PM)Charles Wrote: Sebenarnya sistem TITAM ini juga bisa diterapkan untuk kota-kota dan rute lainnya seperti wisata Bali, Kalimantan atau asalkan ada koordinasi yang terarah dari PT. KAI, PT. Pelni, PT. Damri dan maskapai penerbangan untuk bekerjasama menciptakan moda transportasi terpadu bagi rute-rute tersebut.
Bagaimana dengan sistem bagi hasil dari laba yang mereka peroleh dari TITAM ini? Adakah taraf/rasio tertentu bagi setiap perusahaan yang terlibat?
Kalo masalah laba, tarif TITAM ini kan dihitung dengan menjumlahkan tarif masing-masing moda transportasi. Jadi ya...misalnya...harga TITAM Rp 100.000 dengan rincian tiket KA Rp 60.000 dan tiket Bus Rp 40.000...maka ya PT.KA dapat Rp 60.000 dan PT. Damri dapat Rp 40.000, kan tinggal digabung aja.
(17-06-2010, 09:43 PM)toerangga Wrote: sepertinya kalo seperti ini dengan pesawat agak susah ya, harga tiket pesawat kan fluktuatif, jadi susah ngejualnya..Kalo pesawat sepertinya ga masalah pada harga...harga tiket KA biasanya juga fluktuatif terutama yang ekse. Kalo masalah dari Bandung ke Tanjungkarang, mungkin ada perbedaan harga dan waktu tempuh antara menggunakan bus langsung dengan menggunakan KA-bus.
Kalo sama Damri ini bagaimana hasilnya selama ini? Karena setahu saya dari Bandung - Tanjungkarang ada bus Damri langsung. Jadinya mubazir aja kalau mau ganti-ganti KA-Damri-KA.
Terus kalo dua rute ini berjalan baik, bulan ini atau bulan Juli nanti akan diluncurkan TITAM rute Bandung-Jakarta-Surabaya-Denpasar
![[Image: a2vric.jpg]](http://i41.tinypic.com/a2vric.jpg)

