11-07-2010, 10:44 AM
(11-07-2010, 09:16 AM)gerbongpupuk Wrote:(11-07-2010, 07:55 AM)Dana Komuter Wrote: Bukan bermaksud menyudutkan atau tidaknya. Pada dasarnya aku sama - sama mencintai ruas tol. Aku pribadi sih berharap jalan tol tetap dibangun sebagai alternatif pilihan warga masyarakat. Warga sekitar akan trbantukan dengan adanya jalan tol. Mungkin sekarang kebanyakan warga sekitar yang cuma mau keluar rumah dengan becak atau pun delamn harus resiko melewati jalan bergelombang, memutar, becek dan lain sebagainya. Terlebih dengan motor. Aku yakin hari gini gak ada warga pedesaan yah katakanlah setertinggal apapun kehidupan mereka dari modernisme pasti setidaknya punya motor. Tapi tetap saja sulit dilintasi... Dengan adanya ruas tol, mungkin mereka bisa terbantukan. Minimal dg gocek uang Rp 4.000,00 pp naik angkot yg melintas.
Gimana, ayo?
emang angkot boleh lewat tol ya mas?
bukannya kalo tol itu konsepnya bebas hambatan & ga boleh brenti sembarangan?
Maaf mas, kalau mas Dana mengucapkan A, mungkin isi pikiranya B, jadinya bisa kaya begini...

Seumur-umur saya lewat tol, yang namanya angkot itu ya nggak boleh lewat tol, termasuk di "tanah suci" nya angkot: Bogor.
Back to topic.

