17-07-2010, 12:00 PM
(This post was last modified: 17-07-2010, 12:01 PM by black_cutlery.)
(17-07-2010, 10:17 AM)ady_mcady Wrote: ini menurut perkiraan saya lho, trafiknya sudah padat karena bentrok sama ka2 akap berbagai kelas.
jadi buat dulu ddt nya, lalu di "setrum", dan ditambah rangkaian krl nya.
kalo koridor serpong trafiknya tidak sepadat koridor bekasi.
Betul juga, memang trafiknya sudah padat di lin Bekasi. Tapi menurut saya, petak Bekasi-Cikarang tidak lebih padat dari petak JNG-BKS, malah mungkin lebih kosong, karena setiap KA lewat BKS-CKR pasti lewat petak JNG-BKS, tapi KA yang lewat JNG-BKS belum tentu ke CKR. Jadi, masih menurut saya, harusnya kepadatan trafik ini bukan masalah. Bahkan kalau elektrifikasinya sampai Cikampek sekalipun, seharusnya juga bukan masalah (dilihat dari trafik jalur).
Atau mungkin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) punya blueprint lain? Kasian juga kalo bergantung kepada kapan dilaksanakannya proyek DDT, wong DDT itu aja sepertinya jalan ditempat. Kok jadi kesannya jalur ini dianaktirikan ya (saya pernah 10 tahun di Bekasi dan dulu pengguna setia KRL BKS-JAKK)
Kapan ya rakyat Indonesia diberi kado berupa semua jalur KA hidup lagi oleh pemerintah..
