18-07-2010, 09:44 PM
Indonesia sejauh ini punya 4 perbatasan antar negara dengan penghubung yang cukup dekat, yaitu Sumatera dengan Malaysia Barat, Kalimantan dengan Malaysia Timur, NTT dalam hal ini pulau Timor dengan Timor Leste dan Papua dengan Papua Nugini. Tapi yang jadi permasalahan apakah antar kedua negara memang benar mempunyai jalur KA? Sejauh apakah kepentingannya sehingga diperlukan jalur KA? Supaya kesemuanya tidak menjadi mubazir.
Sejauh ini nampaknya antara pulau SUmatera dengan Malaysia Barat sangat penting dibangun rel KA entah dalam wujud fisiknya berupa jembatan seperti yang direncanakan JSS / jembatan Selat Sunda ataukah terowongan. Sampai sekarang belum ada wacana yang bergulir sama sekali. Sebab Sumatera sangaat berpotensi besar dengan keindahan alam sehingga menarik banyak turis mancanegara tentunya. Sedangkan, Malaysia Barat tempat di mana ibukota negaranya alias Kuala Lumpur berada dan pastinya ladang minyak dan wisata alam naturalnya tidak kalah indahnya dengan Indonesia. Jadi rasanya perlu dibangun rel KA.
Kalau Malaysia Timur dengan Kalimantan dan juga Papua dengan Papua Nugini khan tidak punya rel KA sama sekali. Kalau di Timor Leste dengan NTT nampaknya banyak juga setahu aku dari berbagai media massa dg aktifitas para pelintas batas karena secara persaudaraan, masyarakat asli di pulau Timor nampaknya 1 rumpun, tapai sayang lain penjajah. Tapi apakah Timor Leste secara keuangan menyanggupi membangun rel KA? Mata uang aja masih menggunakan US$.
Sejauh ini nampaknya antara pulau SUmatera dengan Malaysia Barat sangat penting dibangun rel KA entah dalam wujud fisiknya berupa jembatan seperti yang direncanakan JSS / jembatan Selat Sunda ataukah terowongan. Sampai sekarang belum ada wacana yang bergulir sama sekali. Sebab Sumatera sangaat berpotensi besar dengan keindahan alam sehingga menarik banyak turis mancanegara tentunya. Sedangkan, Malaysia Barat tempat di mana ibukota negaranya alias Kuala Lumpur berada dan pastinya ladang minyak dan wisata alam naturalnya tidak kalah indahnya dengan Indonesia. Jadi rasanya perlu dibangun rel KA.
Kalau Malaysia Timur dengan Kalimantan dan juga Papua dengan Papua Nugini khan tidak punya rel KA sama sekali. Kalau di Timor Leste dengan NTT nampaknya banyak juga setahu aku dari berbagai media massa dg aktifitas para pelintas batas karena secara persaudaraan, masyarakat asli di pulau Timor nampaknya 1 rumpun, tapai sayang lain penjajah. Tapi apakah Timor Leste secara keuangan menyanggupi membangun rel KA? Mata uang aja masih menggunakan US$.

