06-10-2010, 08:15 PM
(06-10-2010, 07:56 PM)stasiunkastephanie Wrote:Kalo peran media begini terus, sama aja turut andil mempercepat proses global warming dan semakin memperparah masalah kemacetan yg ada di kota2 besar. Karena dengan pemberitaan yg negatif tentang kereta api, orang2 akan semakin banyak yg menggunakan kendaraan pribadi, yg berdampak langsung terhadap kemacetan di jalan2 dan menambah polusi udara kita.(06-10-2010, 07:45 PM)Amtrak Wrote:(06-10-2010, 07:30 PM)pardjono Wrote: Beberapa hari lalu, saya lihat di salah satu stasiun tv cukup ternama, pembaca berita merangkap pewawancara bertanya kepada humas PT. Kereta Api (Persero) : "Apakah masinis punya wewenang untuk membelokkan kereta?" Saya pikir ini pertanyaan menyedihkan, mungkin dia nggak tahu bahwa kereta api itu jalannya dituntun rel.Dari pertanyaan yg terlontar pun menandakan bahwa dunia jurnalis di Indonesia saat ini masih kurang profesional..
Mungkin kita sebagai RF harus mulai bisa mengimbangi gempuran berbagai media yg masih "awam" terhadap perkeretaapian dg mengkampanyekan kereta api sebagai sarana transportasi massal yg bisa mengatasi persoalan transportasi yg ada sekarang ini..
Masih ada lagi, dunia jurnalis saat ini hanya mengejar kepentingan perut aja, jadinya isu2 yang berkembang malah diekspos dan dijadikan berita.
Tidak usah jauh2 pada PLH Petarukan, coba aja liat berita ttg kisruh KBS di SB, semua itu cuma kerjaan media demi mengejar uang, padahal apa yang ada kenyataannya ~= dg media (baca: tidak sama dg media).
Lah yg ini ttg perkeretaapian, kalo begini terus bisa2 orang jadi trauma naik kereta & memilih naik mobil/pesawat, bakal lebih banyak lagi nyawa yang terbuang sia2, BETUL?

Kereta mu, Kereta ku, Kereta kita semua..
![[Image: iokl8h.jpg]](http://i56.tinypic.com/iokl8h.jpg)


