19-10-2010, 04:45 PM
(15-10-2010, 10:06 PM)SepurHolic Wrote:(15-10-2010, 02:30 AM)DJ rail Wrote: Sawunggalih exe dipisah dari bisnis dan menjadi kereta Argo mungkin ga ya? konsumennya masyarakat menengah atas di Purworejo, Kebumen, Banyumas, dan Brebes Selatan he3
Pasti ada alasan kenapa sampai sekarang Sawung dikasih K1 cuma sebiji kan mas? Wong Purwojaya yang adalah sodara sesama Daop V dan selalu bawa 4-5 K1 aja belom berani "naik kelas", apalagi sawung. Kereta kelas Argo dan Satwa dari SGU/SLO/YK juga gak ada yang brenti di stasiun2 itu. Lagian kan kalo pengen naik "sepur adhem" sekarang udah ada bogowonto. biar ekonomi tapi ber-AC...
ini yang bikin ane males naek k1 SU. sebenernya kalo mau naek kelas satwa dan sampe KTA ane yakin okupansinya bagus kok. cuma kayaknya daop V gerbongnya belom memadai.
(19-10-2010, 04:30 PM)SepurHolic Wrote: Sori, double-posting. Baru baca artikel ini:
[spoiler=Berita dari Metro TV]
Perjalanan Kereta di Daop V Purwokerto Diduga Disabotase
Nusantara / Selasa, 19 Oktober 2010 16:18 WIB
Metrotvnews.com, Purwokerto: Dua perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto, Jawa Tengah, terganggu karena diduga disabotase. Dugaan sabosate terlihat dari dicabutinya rambu-rambu kereta, kemudian dipasang melintang di rel. Selain itu kereta yang melintas juga dilempari, sehingga kaca-kaca alat transportasi massal itu pecah. Kedua peristiwa itu terjadi pada Ahad (17/10) malam dan Senin (18/10) siang.
Kepala Humas Daop V Purwokerto Surono mengatakan, peristiwa yang paling mengkhawatir adalah pencopotan rambu yang sebelumnya dipasang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemudian ditaruh melintang di rel. Kereta yang menabrak rambu yang melintang di rel adalah Kereta Api Sawunggalih Utama jurusan Kutoarjo-Jakarta.
"Kereta memang tidak mengalami musibah, tetapi sempat berhenti dan masinis Narto, 40, melaporkan ke stasiun terdekat tentang adanya benda melintang di rel. Setelah dicek ternyata rambu-rambu milik kereta yang terbuat dari kayu. Dari apa yang terjadi, kami menduga ada unsur sabotase," jelas Surono.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi di jalur antara Stasiun Tambak dan Sumpiuh, Banyumas. Sebelumnya, pada Jumat (15/10) petugas pemeriksa jalan dan rel menemukan rambu-rambu di perlintasan tidak berpintu antara Tambak-Sumpiuh sudah dicabut dan dibuang ke sungai. Kemudian PT Kereta Api pada Sabtu (16/10) memasangnya kembali. "Namun, ternyata ada orang yang mencabutnya lagi. Kali ini tidak dibuang ke sungai, tetapi dipasang melintang di rel," katanya.
Peristiwa lainnya yang terjadi menimpa Kereta Api Lodaya jurusan Solo-Bandung. Kereta tersebut dilempari oleh orang-orang tidak dikenal dengan batu di jalur Gandrungmangu-Kawunganten, Cilacap. Dari delapan gerbong yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif dan lima gerbong bisnis, semuanya terkena lemparan batu. "Biasanya kalau ada pelemparan batu hanya orang iseng. Jumlah pelakunya hanya satu atau dua orang. Tetapi peristiwa pelemparan Kereta Lodaya melibatkan banyak orang, sehingga banyak kaca yang pecah," ujarnya. (MI/DOR)
Sumber: http://www.metrotvnews.com/index.php/met...isabotase/
[/spoiler]
Apakah ada rekan2 RF yang sedang naik sawung saat itu?
ikut prihatin

