31-01-2011, 02:22 PM
Just info...
Hari ini, dalam perjalanan terakhirnya, Argo Parahyangan 7067 ditarik CC 201 100 BD dengan 4 K2 - MP1 - 3 K1, dan K2 paling depan (K2-82510 BD) serta K1 paling belakang (K1-65801 BD) dikosongkan.
Anehnya, penumpang Eksekutif 1 yang seharusnya duduk di K1-65803 malah masih masuk kedalam K1-65801 yang dibiarkan gelap dan AC mati. Baru nanti ada petugas OTC datang dan mengatakan bahwa gerbong tersebut sengaja dikosongkan, sedang gerbong Eksekutif 1-nya lebih kedepan.
Tapi kenapa mereka masih masuk kedalam K1-65801, yang sengaja dikosongkan? Pertama, pintu sambungan ga ditutup. Kedua, masih tertempel papan nomor Eksekutif 1 (pinjam punya Malabar, kelihatan di balik lakban yang tertempel di papan tertulis "Malabar Ekspres") di K1-65801, sedang di K1-65803 ga ada nomor gerbong. Padahal, di pintu K1-99513 terdapat papan bertuliskan "EKSEKUTIF 2 ARGOPARAHYANGAN" (memang dicetak kapital)...
Apa kebijakan ini kurang sosialisasinya ya?
Hari ini, dalam perjalanan terakhirnya, Argo Parahyangan 7067 ditarik CC 201 100 BD dengan 4 K2 - MP1 - 3 K1, dan K2 paling depan (K2-82510 BD) serta K1 paling belakang (K1-65801 BD) dikosongkan.
Anehnya, penumpang Eksekutif 1 yang seharusnya duduk di K1-65803 malah masih masuk kedalam K1-65801 yang dibiarkan gelap dan AC mati. Baru nanti ada petugas OTC datang dan mengatakan bahwa gerbong tersebut sengaja dikosongkan, sedang gerbong Eksekutif 1-nya lebih kedepan.
Tapi kenapa mereka masih masuk kedalam K1-65801, yang sengaja dikosongkan? Pertama, pintu sambungan ga ditutup. Kedua, masih tertempel papan nomor Eksekutif 1 (pinjam punya Malabar, kelihatan di balik lakban yang tertempel di papan tertulis "Malabar Ekspres") di K1-65801, sedang di K1-65803 ga ada nomor gerbong. Padahal, di pintu K1-99513 terdapat papan bertuliskan "EKSEKUTIF 2 ARGOPARAHYANGAN" (memang dicetak kapital)...
Apa kebijakan ini kurang sosialisasinya ya?

