05-01-2009, 04:26 AM
sspraptama Wrote:kelihatanya tetap akan mati dan hanya tinggal kenangan saja
klo usul mengenai Pemkab untuk membiayai itu kita lihat KABUPATEN JEMBER,BONDOWOSO,MAUPUN SITUBONDO. dana APBD lebih besar dibandingkan dengan wilayah Probolinggo, Banyuwangi,Pasuruan
Topografi dari bondowoso sendiri aja seperti itu bukan merupakan kota perdagangan karena banyak orang menyebut adalah kota Mati.
mungkin sangat naif ya jika kita ngomongin masalah ini, tapi kita bisa melihat semuanya.
apakah perlu di hapus jalur kalisat -panarukan naik bis aja lebih murah dengan kopensasi kita usul aja tanah milik DAOP 9 sepanjang Kalisat sampai bondowoso dijual. dan dibuatkan jalur baru
probolinggo - situbondo - banyuwangi baru dengan pemberhentian stasiun lama dulu dengan membuka jalur lama dan menambahi jalur baru untuk KA yang bisa berhenti di stasiun kraksaan , pasir putih, panarukan, situbondo, panji, asembagus, bajul mati, banyuwangi baru lebih praktis ga usah lewat JR. dan jalur kabat (yang ditutup) masuk ke stasiun banyuwangi lama.
wah... sepertinya juga menarik... tapi akan menganaktirikan moda transportasi di Jember... jadi gak asik nih Jember..
"Lebih baik aku tidak bepergian daripada harus tanpa Kereta Api"

